Efek Buruk Dari Selfie

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/14/2015
Selamat sore sahabat Andi Rezpati, sore ini saya akan membahas sedikit tentang fonemena yang saat ini jadi tend publik yaitu "SELFIE". Memasuki pengujung tahun, ternyata tren selfie atau foto diri belum juga reda. Fenomena ini membuat banyak orang terobsesi untuk berlomba-lomba membuat selfie terbaik. Seiring waktu, satu per satu, terkuaklah efek negatif dari kebiasaan berfoto diri. Apa sajakah? Berikut uraiannya.

1. Obsesi
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Time, orang yang terobsesi dengan selfie secara psikologis diklaim mengalami gangguan mental. Sebab, hobi memotret diri sendiri merupakan refleksi sikap yang merasa diri cantik dan sempurna dibandingkan orang lain. Selain itu, selfie juga merupakan bukti rasa percaya diri yang rendah.


2. Respons negatif dari lingkungan sekitar
Mungkin hasil selfie membuat penampilan Anda tampak lebih cantik dan menarik. Namun, bagaimana dengan realitanya? Apakah Anda secantik seperti di foto? 


Inilah yang akhirnya menimbulkan pertanyaan dari lingkungan sekitar mengenai diri Anda. Tak jarang, dalam sejumlah kasus, beberapa orang malah berakhir menjadi bahan olok-olok di media sosial.

3. Menimbulkan rasa iri
Melihat selfie teman yang cantik, secara tak sadar, Anda jadi membandingkan diri dengan orang lain. Akhirnya, hal yang demikian pun jadi memengaruhi kepercayaan diri Anda.


4. Krisis percaya diri
Selain masyarakat pada umumnya, sejumlah selebriti dunia juga kegandrungan dengan selfie.Nah, melihat para selebriti rupawan tersebut berpose begitu menawan, tak pelak menciptakan standardisasi kecantikan di luar jangkauan. Akhirnya, tren ini pun menciptakan krisis identitas pada sebagian wanita, terutama yang berusia muda. Alhasil, tak sedikit dari mereka yang melakukan langkah ekstrem, seperti diet berlebihan dan operasi plastik.


5. Narsis berlebihan
Penelitian yang dipublikasikan pada Psychology Today menunjukkan, orang yang gemarselfie umumnya haus perhatian dan menginginkan atensi lebih dari lingkungannya.


6. Banyak yang benci
Hasil penelitian di Inggris menunjukkan bahwa banyak pertemanan dan hubungan rusak karena salah satu pihak gemar selfie. Sebab, banyak orang mengaku muak melihat orang yang sering berpose selfie dan mengunggahnya ke media sosial. 


7. Mengundang Kejahatan

Psikolog yang memulai karir sejak 1997 itu menuturkan, foto selfie yang disebarkan ke jejaring sosial bisa mengundang kejahatan. Tak sedikit wanita yang foto selfie dengan pakaian seksi sehingga mempengaruhi orang lain untuk memanfaatkan peluang itu. Ini perlu diperhatikan terutama bagi orang yang tidak memiliki kegiatan.


"Orang-orang yang tidak membiasakan diri melakukan kegiatan akan lebih terpengaruh karena lebih fokus melakukan selfie. Itu sangat mudah dimanfaatkan untuk kejahatan, karena dia hanya fokus kepada satu yaitu dandan dan selfie," tutur Kasandra saat diwawancarai Wolipop di kantornya 'Kasandra & Associates', Jl. Kramat Pela, Jakarta Selatan, Selasa (4/1/2014).


8. Tugas Utamanya Terbengkalai
Orang yang sudah ketagihan foto selfie bisa membuat pekerjaan utamanya terbengkalai. Hal ini karena ia sibuk mempersiapkan diri untuk selfie dan lupa dengan tugas yang sebenarnya. Wanita lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu memberikan contoh, ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki anak dua. Sejak tren selfie di media sosial booming, sang ibu bukan mengurus anak tapi sibuk memotret diri sendiri. Ia merasa ada kegiatan baru dengan dandan dan foto selfie. Akhirnya ini membuat anak-anaknya kurang perhatian karena sang ibu 'ketagihan' menyebarkan foto selfie.



9. Mengganggu Orang Lain
Awalnya mungkin hanya ingin menghibur diri dan mengisi waktu luang dengan foto selfie yang disebar ke media sosial. Ternyata efek dari hiburan itu membuat ia merasa senang kemudian diulang kembali. Pengulangan terus-menerus itu yang akhirnya bisa mengganggu orang lain karena setiap manusia memiliki rasa toleransi yang berbeda.

10. Picture Exchange Affair

Menurut Kasandra, dari menyebarkan foto selfie ke akun sosial pribadi kini berkembang menjadi picture exchange affair atau bertukar foto dengan kekasih. Tidak menutup kemungkinan bahwa foto tersebut akhirnya digunakan untuk merugikan orang lain.


"Sebenarnya itu tadi mulai dari taking picture sendiri, kemudian picture sharing, lalu jadi picture exchange affair. Misalnya si cowok kirim badannya, si cewek juga kirim badannya, dan tidak menutup kemungkinan yang dikirim adalah organ intimnya," ujar wanita 45 tahun itu. Demikian beberapa dampak buruk bagi orang yang sering berfoto atau yang sering disebut dengan selfie. semoga artikel yang saya bagikan buat sahabat Andi Rezpati bisa jadi acuan buat kedepannya.

Tampilkan Komentar