Pendapat Para Ahli Hukum Memakan Daging Landak

Oleh:   A A   |   3/12/2015
Selamat pagi sahabat Andi Rezpati, kali ini saya akan membahas mengenai hukum makan daging landak dalam Islam. Daging landak halal atau haram? Hukum memakan daging Landak atau memakan daging hewan yang dilarang oleh hadis ialah binatang buas bertaring yang menggunakan gigi taringnya untuk menerkam dan membunuh mangsanya.


Banyak sobat andi rezpati yang mempertanyakan soal memakan sate landak halal apa haram?, dan pada kali ini saya merangkum dari beberapa ahli yang menjelaskan tentang hewan landak halal atau haram, Adapun pandangan para ulamak tentang landak adalah seperti berikut;

Memakan daging landak itu haram menurut para ulama dibawah ini:
  • Mazhab Hanafi & Hanbali 
Haram memakannya kerana dia tergolong pada binatang-binatang merayap/merangkak yg dicermati keji (khabaith), iaitu satu kelompok menggunakan tikus. Dalam al-Quran Allah berfirman (menggunakan maksud); “Dan beliau (yakni Nabi Muhammad SAW) mengharamkan ke atas engkau yg keji-keji” (surah al-A’raf, ayat 157). 
  • Ibnu Umar 
Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Umar h, ketika beliau ditanya oleh seseorang tentang hukum memakan landak itu halal apa haram?, beliau berkata, sambil membaca ayat : “Katakanlah: “Tiadalah aku memperoleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan selain.... (hingga akhir ayat146 dari surah al an’am).” Kemudian ada seorang Syaikh di sisinya yang berkata : Aku mendengar Abu Hurairah berkata: disebutkan di sisi Nabi tentang Landak, beliau bersabda : “Itu adalah sesuatu yang buruk di antara yang buruk.” Maka, Ibnu Umar berkata: “Jika Rasulullah n mengatakan demikian maka memang demikian adanya apa-apa yang kami belum ketahui.” (HR. Abu Daud dan Ahmad) 
  • Malik dan Abu Tsaur 
andak halal dimakan karena orangutannya baik, dan selain itu, hadits di atas dhaif (lemah). (Sayyid Sabiq, Fikih Sunah Jilid 3: hlm. 430). Imam Taqiyyudin Abubakar dalam kitab Kifayatul Akhyar (Jilid 2, hlm. 481) menyatakan, "Dan halal juga kijang, dhabu '(hyena), kancil, marmut, yarbu (sejenis marmut atau jerboa), landak, marmut rum (wabar) dan binatang ibnu 'irs, karena semuanya itu baik. Walau muncul pada beberapa binatang itu ada khilaf (perbedaan pendapat) antara ulama. " 
Al-Hanabilah dan Al-Hanafiah 

Tanahak khabits (buruk) karena hewan dan hewan. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah, apakah tanah yang pernah diksi di sisi Rasulullah saw lalu lalu berbabda, "Landak itu termasuk binatang yang khabits." Hanya saja hadits ini tidak bisa dijadikan hujjah dari sisi sanadnya, jadi kita bangun untuk hukum asal, yaitu hukumnya boleh sampai ada dalil yang dikeluarkan dari hukum asal ini. (Dr. Shalih bin Fauzan, Fiqih Makanan: hlm. 89).


Ulama yang menghalalkan daging landak : 

  • Mazhab Maliki dan Syafiie 
Harus memakannya kerana walaupun beliau dari jenis merangkak, tetapi tidak dipandang keji sang insan, kerana itu dia tidak termasuk dalam ayat tadi. Dalam kitab Hayah al-Hayawan al-Kubra –buku turas yg membincangkan mengenai haiwan-haiwan-, pengarangnya (ad-Dumairi, wafat 808 hijrah) menjelaskan; Imam Syafiie mengungkapkan; “Landak halal dimakan kerana orang-orang Arab memandangnya sebagai kuliner yg elok /baik” (2/361). Di antara kaedah pada mazhab Syafiie -dalam memilih jenis haiwan yang halal & yang haram-; “Setiap haiwan yg dicermati cantik/baik sang orang Arab maka dia adalah halal, kecuali masih ada dalil Syarak yg mengharamkannya”.[1]
  • Syaikh Sayyid Sabiq 
Landak tidak mau untuk dimakan, karena orang Arab berobat dan hadits yang menjelaskan pengharamannya adalah lemah. Imam ash Shan'ani menerangkan karena kelemahannya adalah identitas syaikh yang tidak diketahui (majhuul).
  • Asy-Syafi'i 
Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, apakah dia pernah ditanya tentang daging landak halal, lalu kebulatan firman Allah Ta'ala: "Katakanlah: 'Tiadalah aku dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang mau berlangganannya.' Hingga akhir ayat." (QS Al-An'am: 145). Landak juga hewan yang membutuhkan thayyib (baik) dan tidak menyerang dengan taringnya, jadi dia halal untuk dimakan seperti kelinci.

Selain karena hadits tentang pengharaman landak lemah, -sehingga hadits itu tidak bisa dijadikan hujjah (dalil) - ulama juga berpegang terhadap kaidah ushul "Asal hukum segala jenis makanan adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkannya." Dan kaidah lainnya: Al-Yaqinu La Yazulu Bisy-Syakki. (Sesuatu yang tidak bisa dirubah oleh sebuah sebuah sikapan). Sedang mereka memandang tanah yang diharamkan.

Diriwayatkan Nabi SAW bersabda; “Landak adalah menurut hewan-binatang yg keji” (Musnad Imam Ahmad; 5954. Sunan Abu Daud; 3799. Dari Abu Hurairah RA). Tetapi ulamak-ulamak hadis menegasnya; sanad hadis ini adalah dhaif kerana terdapat beberapa rawi yg majhul[2], nir boleh dijadikan hujjah pada aturan-hakam. Kerana itu para ulamak masih berikhtilaf tentangnya (landak). Ulamak yg berpandangan dia hewan yg baik/elok , mereka menghalalkannya. Yang berpandangan dia binatang yang keji, mereka mengharamkannya.

Rujukan;1. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, 5/144 (perkataan “at’imah”).2. Kifayatul Akhyar, hlm. 522-523.3. Hayah al-Hayawan al-Kubra, Muhammad bin Musa ad-Dumairi, dua/361.4. Al-Fiqh al-Manhaji, 3/69.5. Kifayatul Akhyar, hlm. 522-523.

Tetapi orang Arab yg sebagai rujukan dalam perkara ini ialah;
  1. Orang-orang Arab yg hayati pada zaman Nabi SAW.
  2. Yang hayati/tinggal pada bandar & tempat yg fertile atau yg berhampiran dengannya. Ini kerana orang-orang Arab yg tinggal pada daerah pedalaman dan hidup berpindah-randah norma mereka memakan apa sahaja binatang yang melata dan merangkak.
  3. Yang mempunyai tabi’at yg bersih.
  4. Dirujuk ketika ekspresi dominan subur & bahagia (yakni bukan ketika musim kebuluran & melarat yg menyebabkan mereka terpaksa makan apa sahaja yang ada).
(Lihat; Kifayatul Akhyar, hlm. 522-523 & Al-Fiqh al-Manhaji; 3/69).

Lihat; Bulughul-Maram, Imam Ibnu hajar (kitab al-At’imah; 1365) & Tahqiq Musnad Ahmad, Syeikh Syu’aib al-Arnaut dan beberapa ulamak yg lain (hadis no. 8954). Demikian sedikit jabaran mengenai hukum islam memakan daging landak. Semoga artikel diatas bisa menambah wawasan teman Andi Rezpati pada memperkuat keimanannya.https://www.andirezpati.com/2015/03/hukum-memakan-daging-landak-menurut.html?m=1

Tampilkan Komentar