CARYOPHYLLI FLOS dan CARTHAMI FLOS

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/07/2015
Selamat sore sahabat Andi Rezpati pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenaicaryophylli flos dan chartami flos

 CARYOPHYLLI FLOS
      Nama Lain                          : Cengkeh
      Nama Tanaman Asal           : Eugenia caryophyllus ( Spreng )
      Keluarga                              : Myrtaceae
    Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri yang mengandung Egenol. Zat serupa damar, tidak berasa, hablurnya berupa jarum yang disebut kariofilin, zat penyamak dan Gom
Penggunaan                         : Stimulansia, obat mulas, menghi-langkan rasa mual dan muntah
      Pemerian                             : Bau aromatik kuat, rasa pedas
      Sediaan                               : Oleum caryophylli FI, kadar
                                                    minyak
                                                    atsiri tidak kurang dari 15 % v/b
      Bagian Yang Digunakan     : Anak daun
      Waktu Panen                       : Tanaman yang sudah berumur 6 Tahun dapat mulai dipetik kuncup bunganya. kuncup-kuncup ini mula-mula berwarna putih, kemudian hijau dan akhirnya merah. Kuncup bunganya harus dipetik sewaktu warnanya berubah dari hijau menjadi merah. Kemudian diasapi, lalu dijemur dan dilepas dari tangkainya.
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik




 CARTHAMI FLOS
Nama Lain                          : Kembang pulu, Kesumba
      Nama Tanaman Asal           : Carthamus tinctorius ( L. )
      Keluarga                              : Asteracea
    Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Zat warna merah kartamin, zat warna kuning saflawer, lendir, minyak lemak
      Penggunaan                         : Laksativa
      Pemerian                             : Bau agak aromatis, rasa pahit
      Bagian Yang Digunakan     : Bunga dari bunga majemuk
      Waktu Panen                       : Untuk tujuan produksi zat warna, panenan dilakukan sebelum bunga yang telah sepenuhnya mekar menjadi layu dan ini terjadi pada hari kedua atau ketiga. Keterlambatan waktu panen atau karena hujan selama masa berbunga akan menyebabkan berkurangnya  zat warna yang dapat dipanen
      Jenis Dan Perbedaan             :
      Ada Dua Varietas :
1.      Daun dengan duri disebut Varietas Typicus tujuan produksi minyak
2.      Daun dengan sedikit duri ( Jarang ) disebut Varietas Inermis terutama untuk tujuan produksi zat warna
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
demikian artikel yang bisa saya sampaikan pada postingan ini semoga bisa bermanfaat buat sahabat Andi Rezpati.


Tampilkan Komentar