Macam macam Sediaan Obat Tablet

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/10/2015
Selamat malam sahabat Andi Rezpati, pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit referensi mengenai jenis atau macam macam sediaan tablet serta Macam macam tablet salut dan juga Contoh Obat Dat dan Rat. Adakah contoh tablet konvensional, Apa itu tablet konvensional? tablet konvensional adalah tablet yg dibuat dg siklus kompresi., untuk mengetahui lebih lanjut silahkan baca artikel dibawah ini : 

Pengertian sediaan tablet adalah bentuk sediaan padat yang terdiri dari satu atau lebih bahan obat yang dibuat dengan pemadatan, kedua permukaannya rata atau cembung.Tablet memiliki perbedaan dalam ukuran, bentuk, berat, kekerasan, ketebalan. Kebanyakan tipe atau jenis tablet dimaksudkan untuk ditelan dan kemudian dihancurkan dan melepaskan bahan obat ke dalam saluran pencernaan. Berikut ini adalh pengertian tablet menurut beberapa ahli.

  • Pengertian tablet menurut Menurut The Art,Science, and Tecnology of Pharmaceutical Compounding

The tablet is the most frequently prescribed commercial dosage form.

  • Pengertian tablet menurut  HUSA’A Pharmaceutical Dispensing


Tablet are solid dosageforms containing medicinal substanceswith or without suitable diluents.

  • Pengertian tablet menurut  FI Edisi IV

Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.

  • Pengertian tablet menurut USP 26 (hal : 2406)

Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet kompresi.

  • Pengertian tablet menurut British Pharmacopeae ( BP 2002)

Tablet adalah Sediaan padat yang mengandung satu dosis dari beberapa bahan aktif dan biasanya dibuat dengan  mengempa sejumlah partikel yang seragam.

  • Pengertian tablet menurut Formularium Nasional Edisi II

Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat dengan cara kempa cetakdalam bentuk umumnya tabung pipih yang kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung obat dengan atau tanpa zat pengisi.

  • Pengertian tablet menurut ANSEL Edisi IV

Tablet adalah bahan obat dalam bentuk sediaan padat yang biasanya dibuat dengan penambahan bahan tambahan farmasetika yang sesuai.

  • Pengertian tablet menurut Buku Pelajaran Teknologi Farmasi

Tablet adalah sediaan obat padat takaran tunggal. Sediaan ini dicetak dari serbuk kering, kristal atau granulat,umumnya dengan penambahan bahan pembantu,pada mesin yang sesuai dengan menggunakan tekanan tinggi. Tablet dapat memiliki bentuk silinder,kubus, batang dan cakram serta bentuk seperti telur atau peluru.

  • Pengertian tablet menurut  FI edisi III 1979

Tablet adalah sediaan padat, dibuat secara kempa – cetak berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat pengembang, zat pengikat, zat pelican, zat pembasah atau zat lain yang cocok.


Berdasarkan prinsip pembuatan, tablet terdiri atas



1. Tablet Kempa Dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan pons atau cetakan baja. 



2. Tablet Cetak Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan Krista yang terbentuk selama pengeringan, tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan. 



Berdasarkan tujuan penggunaan, tablet terdiri atas : 



Tablet Kempa Tujuan Saluran Pencernaana. Tablet Konvensional Biasa Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau kombinasi dengan bahan eksipien seperti : 



- pengisi (memberi bentuk) : 


laktosa- pengikat (memberi adhesivitas atau kelekatan saat bertemu saluran cerna) : amylum gelatin, tragakan. 

- desintegrator (mempermudah hancurnya tablet) 

Tablet Kempa Multi atau Kempa Ganda Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus kompresi tunggal sehingga tablet akhir tersebut terdiri atas dua atau lebih lapisan. Disebut juga sebagai tablet berlapis. Keuntungannya dapat memisahkan zat aktif yang inkompatibel (tidak tersatukan). 

Tablet Lepas Lambat Tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu tertentu (misal tablet lepas lambat 6 jam, 12 jam, dsb). 

Tablet Lepas Tunda (Tablet Salut Enterik) Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung, reaksi asam, tetapi terlarut dalam usus halus yang pelepasan zat aktifnya terkendali pada waktu-waktu tertentu. 

Tablet Salut Gula Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. Tujuannya untuk melindungi zat aktif terhadap lingkungan udara (O2, kelembaban), menutup rasa dan bau tidak enak, menaikkan penampilan tablet. 

Tablet Salut Film Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis, berwarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna. Penyalutan tidak perlu berkali-kali. 

Tablet Effervesen Tablet kempa jika berkontak dengan air menjadi berbuih karena mengeluarkan CO2. Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum..h. Tabel Kunyah Tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan. 

Tablet Kempa Digunakan dalam Rongga Muluta) Tablet BukalTablet kempa biasa berbentuk oval yang ditempatkan diantara gusi dan pipi. Biasanya keras dan berisis hormon. Bekerja sistemik, tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan). 

Tablet SublingualTablet kempa berbentuk pipih yang diletakkan di bawah lidah, berisi nitrogliserin. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah. 

Tablet Hisap atau Lozenges Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau, dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut. 

Dental Cones (Kerucut Gigi)Yaitu suatu bentuk tablet yang cukup kecil, dirancang untuk ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi. Tujuannya biasanya untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri di tempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu senyawa anti bakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan, atau untuk mengurangi pendarahan dengan melepaskan suatu astringen atau koagulan. 

Tablet Kempa Digunakan melalui Liang Tubuha. Tablet RektalTablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik. 

Tablet Vaginal Tablet kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya. Biasanya mengandung antiseptik, astringen. Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik 

Tablet Kempa untuk ImplantasiTablet implantasi atau pelet dibuat berdasarkan teknik aseptik, mesin tablet harus steril. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (untuk KB, mencegah kehamilan). 

Tablet Cetak untuk Penggunaan Lainnya. 

Tablet Triturat untuk Dispensing Adalah tablet yang dihaluskan dulu atau disiapkan untuk penggunaan tertentu. Tablet kempa atau cetak berbentuk kecil umumnya silindris digunakan untuk memberikan jumlah zat aktif terukur yang tepat untuk peracikan obat (FI IV). Digunakan sebagai tablet sublingual atau dilepaskan di atas lidah dan ditelan dengan air minum. 
  • Tablet Hipodermik
Tablet cetak atau kempa yang dibuat dari bahan mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril (FI IV) 
  • Tablet Dispending
Tablet yang digunakan oleh apoteker dalam meracik bentuk sediaan padat atau cair. Dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan volume tertentu, oleh ahli farmasi atau konsumen, untuk mendapatkan suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu.

Berdasarkan Distribusi Obat Dalam Tubuh. 
  • Bekerja lokal Misal :
Tablet hisap untuk pengobatan pada rongga mulut; ovula untuk pengobatan pada infekldi di vagina. 
  • Bekerja sistemik :
Per oral.· Yang bekerja short-acting (jangka pendek) : dalam satu hari memerlukan beberapa kali menelan obat· Yang bekerja long-acting (jangka panjang) : dalam satu hari cukup menelan satu tablet. Tablet jangka panjang dapat dibedakan menjadi :·

Delayed Action Tablet (DAT)
Dalam tablet ini terjadi penundaan pelepasan zat aktif karena pembuatannya adalah sebagai berikut : sebelum dicetak, granul dibagi dalam beberapa kelompok. Kelompok pertama tidak diapa-apakan, kelompok kedua disalut dengan bahan penyalut yang akan pecah setelah beberapa saat, kelompok ketiga disalut dengan bahan penyalut yang pecah lebih lama dari kelompok kedua, dst. Granul-granul dari semua kelompok dicampurkan dan baru dicetak.

Repeat Action Tablet (RAT)
Granul-granul dari kelompok yang paling lama pecahnya dicetak dahulu menjadi tablet inti (core tablet). Kemudian granul-granul yang kurang lama pecahnya dimampatkan di sekeliling kelompok pertama sehingga terbentuk tablet baru. Berdasarkan Jenis Bahan Penyalut v Tujuan penyalutan tablet : Melindungi zat aktif yang bersifat higroskopis atau tidak tahan terhadap pengaruh udara, kelembaban, atau cahaya. Menutupi rasa dan bau yang tidak enak.Membuat penampilan lebih baik dan menarik.Mengatur tempat pelepasan obat dalam saluran cerna. Misal : tablet enterik yang pecah di usus.

Macam-macam tablet salut
Tablet salut biasa/salut gula (dragee) disalut dengan gula dari suspensi dalam air mengandung serbuk yang tidak larut seperti pati, kalsium karbonat, talk atau titanium dioksida yang disuspensikan dengan gom akasia atau gelatin. 

Tahapan pembuatan salut gula :

1. Penyalutan dasar (subcoating)Jika tablet mengandung zat yang higroskopis, tablet dilapisis dulu dengan salut penutup (sealing coat) agar air dari sirop salut-dasar tidak masuk ke dalam tablet. 

2. Melicinkan (smooting)Proses pembasahan berganti-ganti dengan sirop pelicin dan pengeringan dari salut dasar tablet menjadi bulat dan licin. 

3. Pewarnaan (coloring)memberi zat warna yang dicampurkan pada sirop pelicin 

4. Penyelesaian (finishing)proses pengeringan salut sirop. 

5. Pengilapan (polishing)merupakan tahap akhir, digunakan lapisan tipis lilin yang licin. 

a. Tablet salut selaput (film-coated tablet)Disalut dengan hidroksipropilmetilslulosa, metilselulosa, hidroksipropilselulosa, Na-CMC, dan campuran selulosa asetat ftalat dengan PEG. 

b. Tablet salut kempaTablet yang disalut secara kempa cetak dengan massa granulat yang terdiri atas laktosa, kalsium fosfat, dan zat lain yang cocok. Mula-mula dibuat tablet inti, kemudian dicetak kembali bersama granulat kelompok lain sehingga terbentuk tablet berlapis (multi layer tablet). 

c.Tablet salut enterik (enteric-coated tablet)/tablet lepas tundaJika obat dapat rusak atau menjadi tidak aktif akibat cairan lambung atau dapat mengiritasi mukosa lambung, maka diperlukan penyalut enterik yang bertujuan untuk menunda pelepasan obat sampai tablet melewati lambung. 

d.Tablet lepas lambat (sustained-release tablet)/tablet dengan efek diperanjangTablet yang dibuat sedemikian rupa sehingga zat aktif akan tetap tersedia selama jangka waktu tertentu setelah obat diberikan. 

KOMPONEN TABLET

a. Eksipien/bahan tambahana. Bahan pengisi (diluent) Berfungsi untuk memperbesar volume massa agar mudah dicetak atau dibuat.Bahan pengisi ditambahkan jika zat aktifnya sedikit atau sulit dikempa. 

Contoh :laktosa, pati, kalsium fosfat, dibase, selulosa mikrokristal. 

b. Bahan pengikat (binder) Berfungsi memberikan gaya adhesi pada massa serbuk sewaktu sewaktu granulasi dan menambah daya kohesi pada bahan pengisi. 

Contoh : gom akasia, gelatin, sukrosa, povidon, metilselulosa,CMC, selulosa mikrokristal, pasta pati terhidrolisis. 

c. Bahan penghancur/pengembang (disintegrant) Berfungsi membantu hancurnya tablet setelah ditelan. 

Contoh : pati, asam alginat, selulosa mikrokristal. 

d. Glidan Yaitu bahan yang dapat meningkatkan kemampuan mengalir serbuk. Umumnya digunakan dalam kempa langsung tanpa proses granulasi.

Contoh : silika pirogenik koloidal.

e. Bahan pelicin (lubrikan) Berfungsi mengurangi gesekan selama pengempaan tablet dan juga berguna untuk mencegah massa tablet melekat pada cetakan. Contoh : senyawa asam stearat dengan logam (contoh:Mstearat),asam stearat, talk, minyak nabati terhidrogenasi. 

f. Bahan penyalut (coating agent) 

Ajuvana. Bahan pewarna (coloring agent) Berfungsi meningkatkan nilai estetika atau untuk identitas produk. 

g. Bahan pengaroma (flavour) 

Berfungsi menutupi rasa dan bau zat khasiat yang tidak enak. Demikian sedikit referensi mengenai macam-macam sediaan obat tablet, semoga artikel ini bisa bermanfaat buat sahabat Andi Rezpati.


Tampilkan Komentar