Metode Pembuatan Obat dalam Bentuk Tablet

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/10/2015
Selamat malam sahabat Andi Rezpati, pada malam ini saya berbagi sedikit referensi mengenai pemuatan obat dalam bentuk tablet, dalam pembuatan tablet ini pasti ada kendala, entah itu mudah retak atau ada gumpalan yang tidak merata. Dalam pembuatan tablet ini ada juga kekurangan dan kelebihannya, untuk mengetahui lebih lanjut silahkan simak artikel dibawah ini :

Metode granulasi basah 
Granulasi Basah yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula, kemudian masa basah tersebut digranulasi. 

Metode ini membentuk granul dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti pengompakan, tehnik ini membutuhkan larutan, suspensi atau bubur yang mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk atau dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan cairan dimasukan terpisah. Cairan yang ditambahkan memiliki peranan yang cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di antara partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang ditambahkan meningkat, gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler paling penting pada awal pembentukan granul, bila cairan sudah ditambahkan pencampuran dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja, jika sudah diperoleh massa basah atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi tekanan dengan alat penggiling atau oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul sehingga luas permukaan meningkat dan proses pengeringan menjadi lebih cepat, setelah pengeringan granul diayak kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang dugunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat. 

Keuntungan metode granulasi basah : 

  1. Memperoleh aliran yang baik 
  2. Meningkatkan kompresibilitas 
  3. Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai 
  4. Mengontrol pelepasan 
  5. Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses 
  6. Distribusi keseragaman kandungan 
  7. Meningkatkan kecepatan disolusi 

Kekurangan Metode Granulasi Basah : 
  1. Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi 
  2. Biaya cukup tinggi 
  3. Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara ini. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air. 

Granulasi Kering 
Granulasi Kering disebut juga slugging, yaitu memproses partikel zat aktif dan eksipien dengan mengempa campuran bahan kering menjadi massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul). Prinsip dari metode ini adalah membuat granul secara mekanis, tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut, ikatannya didapat melalui gaya. Teknik ini yang cukup baik, digunakan untuk zat aktif yang memiliki dosis efektif yang terlalu tinggi untuk dikempa langsung atau zat aktif yang sensitif terhadap pemanasan dan kelembaban. 

Pada proses ini komponen–komponen tablet dikompakan dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke dalam die dan dikompakan dengan punch sehingga diperoleh massa yang disebut slug, prosesnya disebut slugging, pada proses selanjutnya slug kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya mengalirnya lebih baik dari campuran awal bila slug yang didapat belum memuaskan maka proses diatas dapat diulang. Dalam jumlah besar granulasi 

kering dapat juga dilakukan pada mesin khusus yang disebut roller compactor yang memiliki kemampuan memuat bahan sekitar 500 kg, roller compactor memakai dua penggiling yang putarannya saling berlawanan satu dengan yang lainnya, dan dengan bantuan tehnik hidrolik pada salah satu penggiling mesin ini mampu menghasilkan tekanan tertentu pada bahan serbuk yang mengalir dintara penggiling. 

Metode ini digunakan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut : 

  • Kandungan zat aktif dalam tablet tinggi. 
  • Zat aktif susah mengalir . 
  • Zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab . 
Keuntungan cara granulasi kering adalah: 
  • Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat, mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu. 
  • Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab . 
  • Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat. 
Kekurangan cara granulasi kering adalah:
  • Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug . 
  • Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam . 
  • Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang . 
Metode Kempa Langsung 
Metode Kempa Langsung, yaitu pembuatan tablet dengan mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering.tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu. Metode ini merupakan metode yang paling mudah, praktis, dan cepat pengerjaannya, namun hanya dapat digunakan pada kondisi zat aktif yang kecil dosisnya, serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab. Ada beberapa zat berbentuk kristal seperti NaCl, NaBr dan KCl yang mungkin langsung dikempa, tetapi sebagian besar zat aktik tidak mudah untuk langsung dikempa, selain itu zat aktif tunggal yang langsung dikempa untuk dijadikan tablet kebanyakan sulit untuk pecah jika terkena air (cairan tubuh). secara umum sifat zat aktif yang cocok untuk metode kempa langsung adalah; alirannya baik, kompresibilitasnya baik, bentuknya kristal, dan mampu menciptakan adhesifitas dan kohesifitas dalam massa tablet. 


Baca Juga :
  1. Macam Macam Sediaan Tablet
  2. Pengertian Sediaan Tablet
  3. Metode Pembuatan Obat Dalam bentuk Tablet
  4. Syarat Pembuatan Obat Dalam Bentuk Tablet

Sedangkan keuntungan metode kempa langsung yaitu : 
  • Lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit 
  • Lebih singkat prosesnya. Karena proses yang dilakukan lebih sedikit, maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat, tenaga dan mesin yang dipergunakan juga lebih sedikit. 
  • Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan lembab 
  • Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati proses granul, tetapi langsung menjadi partikel. tablet kempa langsung berisi partikel halus, sehingga tidak melalui proses dari granul ke partikel halus terlebih dahulu. Demikin sedikit referensi dalam metode pembuat obat dalam bentuk tablet, semoga dapat menambah wawasan buat para pembaca dan juga buat sahabat Andi Rezpati.


Tampilkan Komentar