Cara Merawat Vagina Menjadi Lebih Sehat

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   11/28/2015
Selamat Pagi sahabat Andi Rezpati. Dan posting kali ini menjelaskan tentang Cara merawat agar vagina lebih sehat. Menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim wanita sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Prinsipnya sangat mudah untuk diingat, tetapi dalam prakteknya sering kesalahan paling fatal atau bahkan lupa untuk menerapkan. Misalnya, sangat mudah diingat untuk tidak menyentuh bagian manapun pantang dengan tangan kotor. Meskipun tangan mencuci, masih kadang-kadang lupa bahwa kuku tidak dipotong bisa menyebabkan luka pada permukaan vagina, sehingga memberikan pintu masuk bagi kuman.

"Cedera vagina tidak terlalu menonjol, sering gejala hanya merasa jika sudah parah," kata Dr R Muharam, SpOG (K), dokter kandungan dari Klinik Yasmin RS Cipto Mangunkusumo.

Selain menghindari cedera pada permukaan organ intim wanita sangat sensitif memang, ada beberapa hal yang termasuk dalam standar prinsip perawatan Miss V untuk selalu Cheerfull alias ceria.

1 Ganti pembalut atau panty liner secara teratur

"Jangan gunakan bantalan dari waktu ke waktu," pesan Dr. Putu Putri Duarsa SpKK Anggari Lakshmi, dokter kulit dari RS Sanglah, ketika meminta saran terkait dengan pengobatan organ intim wanita oleh detikHealth.

Rekomendasi umum mengatakan, panty liner dan bantalan bagi mereka yang datang harus diganti setiap 2 jam. Bagi mereka yang sangat aktif atau haid sangat banyak, pembalut atau panty liner harus sering diganti ke organ sekitarnya lembab dan ditutupi dengan kuman.

2 Perhatikan makanan dan minuman

Konsumsi buah dan sayuran sangat dianjurkan untuk kesehatan secara keseluruhan, yang pada gilirannya juga mempengaruhi kesehatan organ reproduksi. Asupan vitamin dan mineral, terutama seng atauj seng juga penting untuk mempercepat pemulihan ketika cedera terjadi pada organ seks.

Minum setidaknya 2 liter air setiap hari juga penting untuk kesehatan organ reproduksi wanita. Fungsinya adalah untuk menyiram saluran kemih, sehingga tidak mudah mengalami salah satu gangguan yang paling umum yang menyiksa perempuan infeksi saluran kemih.

3 Hati-hati mengonsumsi obat

Penggunaan obat-obatan, terutama antibiotik sembarangan bisa mengganggu organ reproduksi perempuan. Jika digunakan secara berlebihan dalam jangka panjang, antibiotik bisa membunuh bakteri dan flora normal sehingga keseimbangan adalah terganggu dan dapat menyebabkan keputihan.

Pada prinsipnya, obat adalah racun yang berbagaya dan hanya akan membantu jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan pembentukan kista, jadi jangan sembarangan minum tidak atas saran dokter.

4 Selalu menyeka setelah kencing atau berhubungan seks

Menyeka atau membilas organ intim wanita setelah kencing seks dan sangat penting untuk memastikan kebersihan. Gunakan air bersih, jika perlu, biasakan untuk mengambil botol air mereka sendiri saat kencing di toilet-ditanggung masyarakat.

"Jika Anda mencuci vagina, pastikan air bersih karena bakteri bisa masuk. Jika cebok, bilasnya juga tidak terlalu dalam, seolah-olah ada bisa luka infeksi," pesan Dr R Muharam terkait hal masih menyeka setelah buang air kecil atau berhubungan seks.

5. Cukur Rambut kemaluan

Sama pentingnya adalah mencukur rambut kemaluan atau rambut kemaluan, baik dengan pisau cukur atau dengan teknik lain seperti waxing. Rambut kemaluan tidak dianjurkan untuk terlalu lama karena membuat gerah dan sering berkembang biak sebuah tempat kuman.

"Gunting rambut (kemaluan) tidak terlalu pendek karena bisa menusuk dan menyebabkan sakit, kadang-kadang infeksi," pesan Dr Laksmi terkait dengan jumlah keluhan nyeri saat mencukur rambut kemaluan terlalu pendek sehingga kulit ditusuk ketika ujung rambut mulai tumbuh lagi. Demikian sedikit informasi mengenai perawatan vagina, mungkin saya berbagi semua yang bermanfaat bagi Anda dan jika Anda pikir ini adalah artikel yang baik silakan suka dan berbagi ke teman Anda.

Tampilkan Komentar