Efek Buruk Merokok

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   11/20/2015
Selamat malam sahabat Andi Rezpati. Dan posting ini saya menjelaskan tentang dampak merokok pada gigi mungkin berguna untuk para sahabatku yang perokok. Mengapa rokok sangat erat terkait dengan kesehatan mulut? jelas itu dengan mudah dapat dijawab, karena rokok dihisap melalui mulut (saya rasa ga ada tempat lain untuk menghisap rokok ^^). Seperti yang kita dapat dengan mudah melihat bibir seorang perokok memang terlihat lebih gelap dibandingkan dengan bibir seorang yang bukan perokok, mengapa? Secara umum kita tahu bahwa ada rokok di Indonesia ada 2 jenis, rokok dengan filter dan tanpa filter (lebih dikenal dengan rokok kretek). Rokok tanpa filter cenderung lebih cepat merubah warna gigi dari rokok dengan filter.

Sekarang mari kita ikuti jejak asap rokok kenapa begitu banyak organ "tubuh yang dirugikan. Saat kita menghisap rokok asap dari sebatang rokok menuju rongga mulut, merokok beberapa detik dengan jutaan zat" kimia berada dalam rongga mulut dan mempengaruhi jaringan dan organ yang ada dalam rongga mulut termasuk gigi itu sendiri. Asap panas terus-menerus meniup ke dalam rongga mulut adalah stimulus panas yang menyebabkan perubahan dalam aliran darah dan mengurangi biaya air liur. Sebagai hasil dari rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerobik (suasana asam bebas) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan bakteri dalam plak an-aerobik. Dengan sendirinya perokok beresiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang merokok.

Gusi seorang perokok juga cenderung memiliki lapisan penebalan tanduk. Daerah penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang elastisitasnya. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh nikotin mengakibatkan aliran darah berkurang di gusi sehingga meningkatkan kemungkinan penyakit gusi.

Tar dalam asap rokok juga meningkatkan kemungkinan radang gusi, penyakit gusi yang paling sering disebabkan oleh bakteri plak dan faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan akumulasi plak di sekitar gusi. Tar dapat disimpan pada permukaan permukaan gigi dan akar gigi sehingga menjadi kasar dan memfasilitasi keterikatan plak. Dari penelitian yang telah dilakukan plak dan tartar perbedaan lebih terbentuk di mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Jaringan pendukung gigi yang parah penyakit, kerusakan tulang dan gigi yang mendukung gigi lebih sering terjadi pada perokok daripada bukan perokok.

Dalam pengobatan pasien penyakit jaringan gigi pendukund perokok memerlukan perawatan yang lebih besar dan lebih lanjut. Sedangkan pada pasien dengan non-perokok dan dalam situasi yang sama perawatan cukup sederhana standar seperti penghapusan plak dan tartar.

Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan jumlah rokok yang dihisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri, apakah masih merokok atau berhenti sampai sekarang.

Nikotin berperan dalam memulai penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya kontinin dapat ditemukan di gusi cairan.

Beberapa perawatan sangat dianjurkan pada pasien benrhenti perokok untuk merokok untuk sementara waktu, selama dalam proses perawatan. Sebagai pasien pemsangan selama implan.

Dapat disimpulkan bahwa kerugian yang timbul akibat kebiasaan merokok pada kesehatan mulut:

  1. Perubahan warna gigi, gusi dan bibir.
  2. pada karies gigi akan cepat terbentuk.
  3. Kemungkinan kanker mulut di jaringan yang sangat besar.
  4. Hapus napas berbau rokok.
  5. Berubahnya jaringan "dalam mulut yang menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mulut itu sendiri sebagai karies pemicu terbantuknya. Demikian artikel mengenai dampak atau efek yang dapat ditimbulkan dari merokok, semoga artikel ini bermanfaat kususnya bagi para perokok sekian dan terimakasih

Tampilkan Komentar