Tips pemberian susu formula pada bayi

Oleh:   Unknown Unknown   |   7/31/2016
Selamat malam sahabat Andi Rezpati. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Tips pemberian susu formula pada bayi, Tentunya Anda pernah mendengar opini yang ada sebenarnya sudah, jika eklusive ASI diberikan untuk ibu bayi itu lebih baik daripada formula biasa, tetapi beberapa wanita tidak menghasilkan ASI yang cukup, tidak punya waktu untuk bekerja sehari penuh, memiliki masalah kesehatan atau kendala lain sehingga tidak dapat menyusui secara memadai. Oleh karena itu, pemberian susu formula tidak bisa dihindari. Jika Anda termasuk dalam kelompok ini, berikut ini adalah pemberian susu formula tips yang perlu Anda pertimbangkan:

1 Pilih usia produk yang sesuai

Yang penting adalah untuk memastikan kesesuaian produk dengan usia anak Anda. Setiap rumus memiliki komposisi gizi yang disesuaikan dengan usia anak. Jangan pernah memberikan susu sapi biasa untuk bayi. Susu tidak dianjurkan karena tidak memiliki unsur-unsur nutrisi yang tepat untuk bayi dan dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Ada banyak jenis formula komersial. Sejauh ini yang paling populer dan mungkin yang terbaik adalah formula yang terbuat dari susu sapi. Untuk bayi dengan intoleransi laktosa, formula berbasis susu kedelai dan susu kambing bisa menjadi pilihan. Ada banyak merek tersedia di pasar dan semua merek tunduk kepada peraturan dan pengawasan pemerintah (FDA). Jadi, Anda tidak perlu khawatir tentang aborsi. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa ada banyak perbedaan antara kandungan gizi dari produk susu formula, yang semuanya dibuat menyerupai nutrisi dalam ASI. Perbedaan antara produk biasanya terletak pada tingkat gula, protein dan lemak. Semua susu formula yang diperkaya dengan zat besi (untuk mencegah anemia) dan vitamin D (untuk mempromosikan pertumbuhan tulang). Beberapa formula bayi juga dilengkapi dengan DHA dan ARA, ditemukan dalam ASI dan diharapkan untuk membantu pertumbuhan otak bayi.

2.Ikuti dosis yang dianjurkan

Jangan memberikan lebih atau kurang dari dosis yang tertera pada kemasan susu. Susu yang terlalu tipis akan membuat bayi cepat lapar lagi, dan jika terlalu tebal dapat mempersulit pencernaan. Selalu gunakan sendok ukur yang disertakan dalam kemasan. Dosis sendok adalah sendok penuh diratakan.

3 Catatan kebersihan

Rebus dengan air mendidih botol, cincin dan dot susu yang sudah dicuci sebelum digunakan kembali. Selalu gunakan air hangat untuk mencampur susu hangat. susu formula lebih dari satu jam pada suhu kamar sebaiknya tidak diberikan kepada bayi Anda. susu formula tidak steril, dan bakteri dapat bertahan hidup di dalam susu meskipun Anda menggunakan air steril untuk mencampurnya. Pada suhu kamar, bakteri akan berkembang biak dengan cepat. Bahkan jika Anda menyimpan rumus di kulkas, bakteri dapat berkembang dalam beberapa jam. Anak Anda dapat mengalami infeksi perut ketika meminumnya.

4 Jangan menjadwalkan makan

nafsu makan bayi Anda bervariasi dari hari ke hari dan bulan ke bulan, jadi biarkan dia mengatur waktu makan sendiri. Bayi Anda akan meminta susu sesering yang dia butuhkan, selama Anda memahami dan menanggapi isyarat. Ketika bayi baru lahir, ia akan minum sedikit dan sering, sehingga memberikan botol setiap dua atau tiga jam. Semakin besar, semakin besar porsi untuk setiap hadiah sehingga frekuensi berkurang. Sebagai aturan umum, bayi Anda membutuhkan antara 150 ml dan 200 ml susu formula per kilogram berat badan per hari. Jadi, jika bayi Anda beratnya 5 pon, ia akan membutuhkan antara 750 ml dan 1000 ml susu formula selama periode 24-jam untuk memuaskan rasa laparnya.

5. rumus Give seperti menyusui

Terutama pada bayi di bawah enam bulan, pemberian susu formula harus dilakukan serta manfaat ASI, yang merupakan holding. Jaga kontak mata dan kontak kulit, dan berbicara dengan dia. Kedekatan dengan ibu "makanan batin" yang diperlukan untuk perkembangannya.

6 Perhatikan makan saat

Miringkan botol sedikit sehingga ujung dot selalu penuh dengan susu, bukan udara. Anda akan melihat gelembung di dalam botol saat bayi Anda mengisap. Dia mungkin mengisap dengan kuat kemudian beristirahat di antara. istirahat memberinya waktu untuk merasa apakah penuh atau tidak. Jika Anda mendengar suara ketika bayi Anda minum, mungkin terlalu banyak udara di dalam botol. Periksa apakah titik susu dipasang dengan aman dan posisi botol tidak terlalu miring. Cukup sekian artikel kali ini semoga dapat bermanfaat buat para pembaca.

Tampilkan Komentar