Bahaya Jika bayi tidak diberikan ASI

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/17/2017
Beberapa penelitian memperkirakan kasus alergi di Indonesia telah meningkat sekitar 30 persen per tahun, terutama kasus eksim (radang kulit). Hal ini terjadi baik karena semakin banyak perempuan yang tidak memberikan ASI cukup untuk bayinya.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kejadian alergi meningkat 3 kali lipat dari tahun 1993 ke 2006. Sementara itu, data dari Organisasi Alergi Dunia (WAO) pada 2011 menunjukkan prevalensi alergi terus meningkat dengan tingkat 30-40 persen dari populasi dunia.

Alergi paling sering ditemukan pada anak di bawah usia 2 tahun, terutama di bawah 3 bulan. Dan kasus ini adalah yang paling umum eksim alergi (atopik dermatitis), yang merupakan penyakit kulit kronis yang menyebabkan gatal dan kulit bersisik.

"Jumlah orang dengan alergi meningkat dan jika kita melihat yang paling adalah eksim, yang merupakan sapi alergi susu pemicu. Arti menyusui (ASI) pada bayi kurang. Jakarta penelitian saya menunjukkan bahwa ibu menyusui hanya untuk maksimal 3 bulan, "kata Dr DR Zakiudin Munasir, SpA (K), Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan anak, FKUI-RSCM, di sela-sela media briefing di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa (21 / 2/2012).

Untuk bayi, selain ASI memberikan nutrisi yang optimal, ASI eksklusif adalah memberikan ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko alergi.

Alergi bahaya jika bayi tidak disusui. Risiko alergi pada bayi yang mendapat ASI sangat rendah karena pada dasarnya ASI secara alami diproduksi sesuai dengan kebutuhan bayi, serta ASI mengandung protein yang membantu untuk mengurangi risiko alergi.

"Yang membuatnya alergi protein yang tepat, alergi menyebabkan kemungkinan lebih rendah dari ASI bagi ibu dan bayi sama protein. Sementara protein susu sapi lebih tinggi dari ASI dan protein berbeda. Berkunjung berbagai jenis yang berbeda lagi, menjadi alergi pemicu," kata Dr. Dr Luciana B Sutanto, MS, SpGK, Dosen di Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM.

Tapi meskipun menyusui dapat mencegah alergi, dia masih perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat menyusui dengan menghindari makanan yang berpotensi menyebabkan alergi.

Ibu gaya hidup sehat juga memiliki peran penting dalam mencegah alergi, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan. Misalnya, menjaga rumah dengan membersihkan perabotan dari debu rumah, tungau dan memastikan udara dalam ruangan mengalir dengan baik. Debu mengambang di udara sangat mudah terhirup dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti rhinitis (gejala hidung alergi) dan asma.

Tampilkan Komentar