Khasiat Brokoli Untuk Penderita Kanker Payudara

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/19/2017
Khasiat brokoli untuk kanker telah lama menjadi perhatian para ilmuwan. Dalam sebuah catatan penelitian baru-baru ini, brokoli dan kubis juga dapat meningkatkan harapan hidup pasien dengan kanker payudara, bahkan menunda kekambuhan kanker.

Penelitian yang dilakukan di Cina untuk 5.000 wanita berusia 20-75 tahun yang didiagnosis dengan kanker payudara menemukan bahwa mereka yang sering mengasup kelompok cruciferous sayuran seperti brokoli, kubis, atau mustard, risiko kematian akibat kanker payudara adalah 62 persen lebih rendah. Manfaat lainnya, risiko kekambuhan penyakit juga 35 persen lebih rendah.
Demikian hasil penelitian terbaru yang disajikan oleh Sarah Nechuta, seorang peneliti dari Vanderbilt Epidemiologi Center Nashville, Tenn .. "Studi ini menunjukkan bahwa sayuran mengandung senyawa bioaktif yang dapat melindungi terhadap kanker payudara," katanya.

Para peneliti mengklaim bahwa temuan mereka berbeda dari penelitian sebelumnya, temuan saat ini karena lebih banyak melihat efek dari konsumsi brokoli dan keluarga kubis sayuran pada pasien yang telah didiagnosis dengan kanker payudara.

Responden dalam penelitian ini adalah perempuan yang mengambil bagian dalam Shanghai Breast Cancer kelangsungan hidup Study. Para peneliti mewawancarai relawan selama enam bulan setelah didiagnosa untuk mengumpulkan informasi tentang diet, gaya hidup dan faktor klinis seperti stadium tumor. Mereka juga ditanya tentang berapa banyak makan sayuran di 18 dan 36 bulan setelah didiagnosa.

Sayuran untuk pasien kanker payudara, hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi brokoli 62 persen lebih rendah untuk meninggal akibat kanker payudara selama masa studi sekitar lima kurang dari wanita tahun mendapat asupan sayuran. Sedangkan risiko kekambuhan adalah 35 persen lebih rendah pada wanita yang makan brokoli.

Para peneliti mengatakan, hubungan rendahnya risiko kematian dan kekambuhan kanker bahkan telah disesuaikan dengan faktor lain, termasuk konsumsi kedelai dan daging, asupan vitamin, aktivitas fisik, stadium kanker, pendapatan dan tingkat pendidikan. Rata-rata, para wanita dalam penelitian ini makan sekitar 3,5 ons hari keluarga brokoli sayuran.

Meski begitu, Dr Laura Kruper, direktur Pusat Kesehatan Perempuan, City of Hope di Duarte, California., Mengatakan, "Temuan ini sangat sulit untuk menunjukkan kausalitas." Dia menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan lagi, terutama pada populasi lain dan dalam jangka panjang untuk melihat hubungan antara keduanya.

"Saya selalu mengatakan kepada pasien saya untuk membatasi alkohol (empat cangkir seminggu) dan gula, dan makan lebih banyak sayuran dan konsumsi daging merah," kata Kruper. Kruper menambahkan, alkohol dan kurangnya aktivitas fisik merupakan dua faktor yang diketahui meningkatkan risiko kanker payudara.

Tampilkan Komentar