Lebih, Berbahaya Penyakit Jantung atau Diabetes?

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/15/2017
Meninggal mendadak karena risiko serangan jantung yang dihadapi oleh hampir semua pasien gangguan jantung. Tapi pada pria, risiko bisa dua kali lebih tinggi jika kondisi jantung juga disertai dengan masalah ereksi.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Michael Bohm dari University of Saarland di Jerman pernah mengungkapkan, masalah ereksi atau impotensi bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung, risiko dapat tersbeut meningkat 2 kali lipat.

Lebih berbahaya penyakit jantung / diabetes. Peningkatan risiko penyakit jantung juga secara otomatis ditambah dengan peningkatan risiko kematian mendadak. Di seluruh dunia, serangan jantung masih merupakan salah satu penyebab utama kematian yang berhubungan dengan gaya hidup modern yang secara fisik kurang aktif.

"Gangguan ereksi harus dipertimbangkan dalam rekam medis pasien. Gangguan yang dapat menjadi gejala awal dari atheroschlerosis atau pengerasan pembuluh darah," kata Dr Bohm dalam laporan di jurnal Circulation, seperti dikutip dari Nydailynews, Rabu (27/3 / 2012).

Dalam penelitiannya, Dr Bohm melakukan pengamatan pada 1.519 pria yang sedang menjalani pengobatan untuk berbagai jenis penyakit jantung. Di antara para peserta yang berasal dari 13 negara, 55 persen juga memiliki keluhan ereksi keras.

Pengamatan menunjukkan selama 2 tahun, 11,3 persen dari peserta dari kelompok yang memiliki keluhan impotensi akhirnya meninggal. Jumlah ini 2 kali lebih besar dari pada kelompok peserta yang tidak mengalami impotensi, yang hanya 5,6 persen.

Dr. Bohl tingkat, penggunaan obat-obatan antiimpotensi kadang-kadang menyamarkan ereksi yang seharusnya perlu diwaspadai pasien jantung. Ketika gejala ini diabaikan, sehingga dokter lebih sulit untuk memprediksi peningkatan risiko kematian mendadak akibat serangan jantung.

Tampilkan Komentar