Manfaat Gula Membuat Anak Lebih Cerdas

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/18/2017
Otak merupakan organ yang memiliki sekitar 50.000 sambungan sel saraf. Di dalam rahim, jaringan otak selalu maju. Semakin banyak koneksi di otak, semakin baik fungsi otak. Perkembangan jaringan otak mengalami penurunan setelah mencapai usia 11-12 tahun. Dengan demikian, usia anak-anak dan anak-anak adalah usia yang sangat penting bagi perkembangan otak.

Untuk mempertahankan fungsinya, kadar glukosa darah di otak harus selalu dipenuhi. Hal ini penting untuk diingat anak-anak sekolah kegiatan dan jumlah kegiatan yang dilakukan pembelajaran. Di sinilah salah satu fungsi penting dari sarapan, yang memberikan asupan karbohidrat atau glukosa untuk bergerak dan belajar sampai siang.

"Sarapan penting untuk meningkatkan kemampuan untuk mengamati, memahami, memecahkan masalah, dan mempertahankan memori. Nutrisi untuk otak juga memiliki efek jangka pendek dan kinerja jangka panjang dari otak," kata Dr .. dr. Saptawati Bardosono, MSc, SpA (K), ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara Scientific Media Briefing di Isomaltulosa Manfaat Pembangunan Anak Kognitif di Pullman Hotel, Jakarta (19/3/2012).

Dr Saptawati menjelaskan, energi yang dihasilkan dari pembakaran glukosa saat sarapan hanya berlangsung selama 1 jam. Setelah energi habis, biasanya akan merasa lapar dan lemah. Pada anak-anak, efek ini lebih jelas karena anak-anak membutuhkan energi yang sangat besar. Akibatnya, pada jam-jam sebelum tengah hari, sebagian besar anak-anak tidak fokus dari pelajaran atau tulalit.

Manfaat gula membuat anak otak lebih cerdas. Untuk mengatasi tantangan ini, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia melakukan penelitian terhadap senyawa gula yang disebut isomaltulosa. Senyawa ini merupakan turunan dari sukrosa. Berbeda dengan gula biasa, isomaltulosa membutuhkan waktu 3 jam untuk diproses oleh tubuh. Akibatnya, energi yang dihasilkan dari pembakaran gula juga dapat bertahan hingga selama itu.

Penelitian yang dilakukan dr Saptawati dan rekan-rekannya menemukan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi susu yang diperkaya isomaltulosa perhatian lagi span. Artinya, anak-anak ini mampu perhatian banyak lagi membayar dan memiliki kemampuan untuk otak yang lebih baik.

Energi yang dihasilkan oleh isomaltulosa tidak dihasilkan dari gula biasa karena tidak menyebabkan lonjakan besar dalam gula darah. Dengan kata lain, indeks glikemik rendah dan aman bagi penderita diabetes. Tetapi karena isomaltulosa gula termasuk dalam kompleks, pennggunaannya masih harus dilihat.

"Otak membutuhkan hanya 10% dari total kalori, jadi jika konsumsi terlalu banyak ya masih bisa beresiko. Istumaltulosa susu yang diperkaya harus cukup diminum 2-3 kali sehari. Untuk anak-anak yang berisiko diabetes harus dibatasi, "kata Dr Saptawati.

Tampilkan Komentar