Mengalami Gangguan Tidur Karena Vaksin Flu babi

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/19/2017
Tidak banyak orang tahu ada gangguan kesehatan yang disebut narkolepsi. Ini adalah salah satu gangguan tidur yang ditandai dengan kantuk yang berlebihan, bahkan selama hari. Mayoritas pasien sangat sulit untuk bertahan hidup dalam keadaan sadar dan tidak bisa tidur di malam hari.

Ternyata sebuah penelitian di Finlandia menemukan bahwa anak-anak yang mendapatkan vaksin flu H1N1 pandemi babi kemungkinan 13 kali lebih mungkin untuk mengembangkan narkolepsi.

Menurut peneliti, antara tahun 2002-2009, sebelum flu babi serangan pandemi, tingkat penderita narkolepsi pada anak-anak di bawah usia 17 tahun hanya 0,31 per 100.000. Namun pada 2010, jumlah 5,3 per 100.000, atau 17 kali lebih tinggi tingkat pada pasien dewasa dengan narkolepsi tidak mengalami perubahan seperti yang dilaporkan dalam jurnal Public Library of Science One.

Markku Partinen dari Helsinki Sleep Clinic dan Hanna Nohynek dari Institut Nasional untuk Kesehatan dan Kesejahteraan di Finlandia juga mengumpulkan data tentang vaksinasi dan narkolepsi pada anak-anak yang lahir antara Januari 1991 dan Desember 2005.

Markku juga melaporkan bahwa tingkat narkolepsi pada anak-anak divaksinasi adalah 9 per 100.000, sedangkan pada anak-anak yang tidak divaksinasi hanya 0,7 per 100.000, atau 13 kali lebih rendah.

Mengalami kesulitan tidur karena vaksin flu babi. WHO juga telah melakukan penyelidikan setelah kasus muncul di Finlandia dan Swedia dua tahun yang lalu dan beruntung WHO belum menemukan negara lain yang telah meningkatkan tingkat narkolepsi selama atau setelah pandemi.

Menanggapi ini, Sir David Salisbury, direktur imunisasi di Departemen Kesehatan menyatakan, "Departemen Kesehatan mengetahui adanya data dari Finlandia dan terus mengumpulkan bukti baru yang akan dipelajari," seperti dikutip dari New Kerala, Jumat (30/3/2012).

Tampilkan Komentar