Pantangan Makanan Untuk Anak Autis

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/15/2017
Ahli gizi telah mengatakan bahwa autisme diduga berhubungan dengan lingkungan, gen dan makanan. Untuk memberikan gizi seimbang dan nutrisi yang baik untuk perkembangan otak, anak autis perlu banyak makan makanan yang mengandung omega 3 dan mineral.

Beberapa ahli gizi menganjurkan berpantang dari makanan yang mengandung gluten dan kasein. Sebenarnya belum ada penelitian yang jelas tentang dampak diet pada gejala autisme. Namun, banyak orang tua yang mengklaim diet ini efektif dalam mengurangi gejala autisme pada anak-anak.

Berikut ini adalah jenis makanan yang menjadi pantangan bagi anak autis:
  • Gluten
Gluten adalah protein yang terkandung dalam gandum, barley dan tepung terigu. Autisme kelompok advokasi Bicara Tentang Curing Autism bernama (TACA) merekomendasikan orang tua dengan anak-anak autis untuk membaca label makanan dengan hati-hati dan menghindari asupan gluten.

Dianjurkan untuk menghindari millet dan oat sebagai gluten diproses oleh pengolahan dan kemungkinan telah terkontaminasi. Kedua barley, millet dan oat merupakan bahan banyak digunakan dalam sereal.

Menahan diri dari makan untuk anak-anak dengan autisme. Karena gluten kaya akan vitamin dan serat, menerapkan pola makan anti-gluten akan memerlukan pedoman yang ketat dari ahli gizi dan dokter untuk menjaga anak-anak autis menerima nutrisi yang cukup.
  • Kasein
Kasein adalah protein yang ditemukan dalam banyak produk makanan. Semua susu mengandung produk kasein termasuk keju, yoghurt, susu sapi, susu kambing, susu domba dan bahkan ASI. Kasein adalah sama seperti gluten, diduga mempengaruhi proses metabolisme pada individu dengan autisme.

mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan ini menyebabkan gejala sulit untuk berkomunikasi dan kontak sosial yang sulit. Menghindari asupan kasein dari makanan harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi berharga seperti kalsium dan vitamin C.
  • Kedelai
kecap, tempe dan minyak kedelai adalah beberapa makanan yang mengandung kedelai. Beberapa orang lain juga menggunakan makanan kedelai sebagai bahan baku.

Orang-orang dengan autisme untuk menghindari kedelai karena produk kedelai yang diproduksi di Amerika Serikat sering dimodifikasi secara genetik makanan yang bisa menyebabkan alergi. Membaca label makanan dengan hati-hati dan hati-hati.

Meskipun tidak ada penelitian yang jelas menegaskan bahwa batas asupan kedelai dapat membantu meringankan gejala autisme, Orang tua yang menerapkan diet ini menyaksikan perbaikan gejala pada anak-anak dengan autisme.

"Yang tua terpenting yang dapat dilakukan untuk anak-anak dengan autisme adalah untuk menyediakan makanan dengan gizi seimbang. Jika orang tua fokus hanya menghindari makanan tertentu tanpa memberikan diet seimbang, akibatnya bisa berbahaya," kata Kathleen McKenna, MD, direktur Psikosis dan program-program khusus diagnostik Anak Memorial Hospital di Chicago.

Tampilkan Komentar