Perbedaan Tingkat Rasa Nyeri Antara Pria dengan Wanita

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/20/2017
Wanita lebih mampu mengatasi rasa sakit yang dirasakan dibandingkan dengan laki-laki. Namun, hasil penelitian baru meragukan asumsi ini. Bahkan berdasarkan hasil penelitian, perempuan tampaknya lebih sensitif terhadap rasa sakit untuk penyakit seperti sakit leher dan sinusitis.

Rasa sakit atau nyeri adalah sensasi tidak menyenangkan sering disebabkan oleh rangsangan intens atau merusak. Nyeri juga dapat didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan yang tidak menguntungkan, atau yang dijelaskan dalam hal kerusakan tersebut.

Penelitian tersebut telah melibatkan sejumlah 72.000 pasien di Amerika Serikat. Para peneliti dari Stanford University School of Medicine, California dianalisis skor nyeri dicatat dalam catatan medis dari 72.000 pasien di nomor.

Penelitian ini merupakan penelitian yang cukup besar. Para peneliti tidak menemukan perbedaan dalam tingkat rasa sakit yang dilaporkan oleh laki-laki dan perempuan untuk gangguan tertentu, termasuk kekambuhan gejala nyeri, sinusitis, dan hernia.

"Dokter harus lebih memperhatikan rasa sakit yang berbeda antara pria dan wanita. Hormon, gen, atau faktor psikologis dapat menjelaskan perbedaan dalam rasa sakit yang dirasakan antara laki-laki dan perempuan," kata tim peneliti dari Stanford University, seperti dilansir BBCNewsHealth, Selasa (31 / 1/2012).

Perbedaan nyeri antara laki-laki dan perempuan. Nyeri adalah gejala utama di banyak kondisi medis, dan secara signifikan dapat mengganggu kualitas hidup seseorang dan fungsi umum. faktor psikologis yang dapat mempengaruhi kepekaan terhadap rasa sakit, antara lain, dukungan sosial, sugesti, kegembiraan, atau gangguan. Faktor psikologis dapat secara signifikan memodulasi intensitas nyeri.

Tampilkan Komentar