Risiko Obesitas Bayi dari Penyakit Jantung dan Diabetes

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/16/2017
Dalam penelitian terbaru mengungkapkan obesitas pada usia dini meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes di kemudian hari, terutama dalam studi anak perempuan.Dalam, peneliti melibatkan lebih dari 1.000 relawan dari 17 tahun Australia, yang diikuti sejak lahir. Tujuannya adalah untuk menguji apakah berat lahir dan distribusi lemak tubuh pada anak usia dini dikaitkan dengan faktor risiko kesehatan masa depan seperti obesitas, resistensi insulin dan tekanan darah tinggi.

Temuan menunjukkan bahwa bayi dari perempuan yang mengalami obesitas cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar, tingkat yang lebih tinggi dari insulin dan trigliserida (sejenis lemak yang ditemukan dalam darah), dan tingkat kolesterol baik "HDL" rendah.

Menariknya, berat lahir dan distribusi lemak tubuh pada anak usia dini tampaknya tidak mempengaruhi dia.

"Apa yang terjadi pada bayi saat dalam kandungan dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung dan diabetes ketika anak tumbuh dewasa," kata pemimpin peneliti Dr Rae-Chi Huang dari University of Western Australia, Perth, dalam rilis berita.

"Kami menemukan bahwa bayi perempuan sangat rentan terhadap risiko ini. Perempuan yang berisiko tinggi obesitas dan diabetes pada usia 17 tahun adalah mereka yang telah mengalami obesitas sejak usia 12 bulan," kata Huang.

Bayi obesitas mengancam penyakit jantung dan diabetes. Huang mengatakan temuan ini penting karena ada peningkatan tingkat obesitas dan diabetes gestasional pada wanita hamil di negara-negara Barat. Ini berarti akan ada kenaikan jumlah bayi yang lahir dari wanita obesitas.

"Temuan kami bisa menjadi pesan bagi orang-orang, terutama bagi ibu hamil untuk melakukan langkah-langkah pencegahan obesitas pada anak-anak mereka dari tahap awal (selama kehamilan) dan mengetahui konsekuensi," kata Huang.

Meskipun penelitian menunjukkan adanya hubungan antara obesitas pada usia dini dan peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung, tetapi ini tidak membuktikan hubungan sebab akibat.

Tampilkan Komentar