Sel T Berfungsi Sebagai Kekebalan Tubuh

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/19/2017
Samantha Penn yang lahir pada tahun 2009 mulai mengembangkan pilek dan infeksi persisten ketika berusia 1 tahun. Pada saat itu, dokter tidak tahu mengapa anak ini sulit untuk pulih dari penyakit. Orang tuanya, Sara dan Jeremy Penn mulai khawatir anaknya memiliki kondisi medis yang fatal.

Pada awal 2011, ketika Samantha berusia 18 bulan ia dibawa ke ruang gawat darurat karena demam tinggi. Ketika melakukan berbagai pemeriksaan telah dikenal Samantha SCID (gabungan gangguan imunodefisiensi berat) adalah kurangnya T-sel dalam sistem kekebalan tubuh.

Namun sayangnya, ia tidak bisa pulih dari berbagai infeksi yang mendera dia sampai Samantha meninggal 2 bulan kemudian. Para ahli mengungkapkan jika pasien tidak mendapatkan transplantasi sumsum tulang, anak-anak dengan SCID tidak dapat bertahan hidup hingga usia 2 tahun.

"Itu yang paling membuat frustrasi dan menjengkelkan, karena jika diputar saat lahir itu bisa menyelamatkannya dari penyakit menyedihkan," kata Jeremy Penn, seperti dikutip dari Foxnews, Selasa (03/04/2012).

sel T berfungsi sebagai kekebalan tubuh. Selain kurangnya atau tidak memiliki T-sel, pasien SCID juga tidak memiliki kemampuan untuk membuat antibodi, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit menular. Namun, tes darah sederhana dapat mendeteksi penyakit sejak lahir yang memungkinkan bayi yang diobati sebelum infeksi masuk.

"Agaknya ada banyak pasien SCID tidak didiagnosis dan dianggap kematian akibat pneumonia atau meningitis. SCID Dan ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan karena terkait dengan kromosom X," kata Dr Rebecca Buckley, SCID dan ahli imunologi dari Universitas Duke.

Dr. Buckley mengatakan bahwa jika transplantasi sumsum tulang dapat dilakukan pada usia 3,5 bulan, tidak menerima kemoterapi dan belum terkena infeksi, tingkat keberhasilan hidup oleh 94 persen.

"Tapi kalau anak tidak didiagnosis dan mulai infeksi masuk ke dalam tubuh, maka biaya perawatan untuk anak-anak ini akan meroket dan harapan hidup semakin kecil," katanya.

Sementara itu Marcia Boyle, Presiden IDF (Immune Deficiency Yayasan) mengatakan bahwa sejak awal diagnosis SCID tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menghemat biaya perawatan kesehatan jangka panjang.

"Jika berhasil diidentifikasi dan diobati dini, pasien mungkin tetap normal, sehat, tidak ada kerusakan organ dan kehidupan produktif," kata Boyle.

Tampilkan Komentar