Agar Bayi Tetap Sehat

Oleh:   Unknown Unknown   |   3/29/2017

Kehadiran bayi yang sehat dan cerdas adalah keinginan dari orang tua. Sayangnya, proses pertumbuhan dan perkembangan anak Anda sering terganggu oleh berbagai masalah kesehatan. Salah satu gangguan kesehatan yang banyak diderita bayi dan anak di bawah lima tahun adalah diare dan alergi.

Potong Fabiayya, misalnya, menderita alergi dan diare ketika berumur lebih dari satu bulan. Bagian pipi ruam merah. Dia juga berulang kali diare sehari. Bahkan, setelah pulang dari rumah sakit, dia mendapat ASI (ASI) secara eksklusif dari ibu.

Setelah dokter, ternyata ia menderita alergi. bakat alergi yang berasal dari kedua orang tua dengan asma. Penyebab, selama menyusui, ibu mengonsumsi susu untuk ibu menyusui dan beberapa jenis makanan yang berpotensi menyebabkan alergi. Untuk mengurangi risiko alergi, selama menyusui, Rifsia, ibu dari Cut Fabiayya, maka pantang makan ikan, kacang, dan telur.

Hal serupa terjadi Raka Pratama pada usia lima bulan. Karena sampai dua hari setelah ibu melahirkan menyusui belum keluar, Raka kemudian diberi susu formula. Beberapa hari kemudian, ia menderita demam tinggi, kulit kemerahan, terutama pada wajah, kaki dan tubuh. Setelah diberi antibiotik, Raka bahkan diare hingga 15 kali sehari, berlendir tinja dan dicampur dengan sedikit darah, dan tubuh dari bercak-bercak merah.

Karena ibunya memiliki riwayat menderita asma, dokter mulai mencurigai adanya gejala alergi susu sapi sehingga disarankan bahwa formula yang biasa dikonsumsi Raka diganti dengan susu formula berbasis kedelai. Setelah dirawat dan mengubah jenis susu, diare sembuh. "Bercak kemerahan Raka juga hilang," kata Bu Titin, nenek dari Raka sehari-hari tinggal di Ciledug, Tangerang.

Kelahiran dini
Diare dan reaksi alergi yang dialami oleh bayi dan anak di bawah kelompok usia lima tahun di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Jika tidak segera diatasi, bayi dan anak balita dengan diare dan alergi akan proses pertumbuhan terganggu pada masa emas pertumbuhan.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Bengt Bjorksten dari Karolinska Institute di Swedia Björksté n 2001 membuktikan, bayi terbukti penderita alergi memiliki bifidobacteria kurang dalam tinja atau feses sampai mereka berusia lima tahun. Beberapa penelitian dalam 10 tahun terakhir juga perbedaan yang mencolok dalam komposisi mikrobiota membuktikan bayi sehat dan alergi di negara-negara dengan rendah dan tinggi prevalensi alergi.

Menurut Bengt Bjorksten, pengaruh kondisi awal kelahiran, termasuk modus pengiriman dan penggunaan antibiotik, memiliki efek yang sangat besar pada pola mikroflora (mikroorganisme kecil seperti bakteri dan jamur) saluran pencernaan. Mikroflora sangat penting untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dalam kondisi normal, tegasnya.

Hasil penelitian (Gronlund et al, Clin Exp Allergy 1999) menunjukkan, kehadiran bakteri menguntungkan seperti bifidobakteria pada bayi yang lahir caesar akan tertunda, dan itu memakan waktu sampai 6 bulan untuk bayi lahir normal. Oleh karena itu, bayi akan lahir steril caesar bakteri baik pada saat lahir, sedangkan kelahiran normal telah terkena bakteri ketika lahir.

Meskipun bakteri baik seperti bifidobacteria (kelompok bakteri menguntungkan atau probiotik di saluran cerna) diperoleh pada awal periode lahir, perlu untuk mengenali dan membentuk toleransi terhadap zat asing yang masuk ke tubuh. Dominasi bifidobakteria dalam usus ditunjukkan untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen yang dapat membantu imunitas lokal di daerah pencernaan pada bayi.

"Pentingnya peran bakteri menguntungkan menjelaskan mengapa bayi yang lahir dengan operasi caesar telah dilaporkan insiden alergi dan infeksi yang lebih tinggi," kata Kepala Divisi Gastrohepatologi Departemen Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo Prof. Agus Firman.

Probiotik
Sejumlah studi klinis telah menunjukkan, penggunaan beberapa jenis makhluk probiotik untuk mengatasi efek dari eksim pada bayi. Sangat menarik untuk mengetahui pencegahan potensi alergi yang mempengaruhi mikroflora usus dengan probiotik melalui mikroorganisme non-patogen yang menguntungkan mengonsumsinyapada bayi. "Tidak semua bakteri probiotik," kata Björksté n.

Penggunaan mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesehatan telah digunakan untuk waktu yang lama dan telah terbukti keamanan probiotik, bahkan pada bayi dan subjek agak lemah daya tahan. ASI merupakan sumber alami probiotik. Hal ini menunjukkan pentingnya peran probiotik sejak awal kelahiran. Bayi yang lahir yang normal akan diberi ASI

Tampilkan Komentar