Anoreksia Karena Gangguan Pada Otak

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/11/2017
Banyak remaja memiliki anoreksia, gangguan makan yang dipicu oleh keinginan irasional untuk ketipisan. Gangguan ini kadang-kadang sulit disembuhkan, karena menurut penelitian salah satu pemicunya adalah kelainan di otak.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Exeter ini melibatkan sejumlah pasien anoreksia berbagai rentang usia, termasuk anak-anak berumur 8 tahun. Tidak hanya memandang diet, para ilmuwan juga mengamati otak pasien dengan teknologi mutakhir.

"Kami percaya bahwa ada masalah dalam perkembangan otak di usia dini dapat membuat pasien rentan terhadap anoreksia," kata Dr Ian Frampton, seorang psikolog yang terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari Indiavision, Senin (23/04/2012).

Anoreksia dapat terjadi karena gangguan otak. Hasil scan menunjukkan, 30 persen pasien yang telah gangguan makan juga memiliki kelainan otak di insula. Bagian ini dikenal sebagai regulasi pusat nafsu makan, kecemasan dan juga persepsi citra diri.

Gangguan ini diyakini juga mempengaruhi persepsi pasien, bahwa tubuh yang ideal dan menarik selalu dicitrakan dengan perawakan kurus. Ia percaya bahwa kelainan pada bagian ini juga berhubungan dengan berbagai gangguan kejiwaan lain seperti depresi dan gangguan bipolar.

Kelainan pada otak yang telah diabaikan diyakini juga membuat terapi untuk pasien anoreksia sering gagal. Diperkirakan 40 persen pasien anoreksia yang menjalani terapi untuk memulihkan nafsu makan, gagal dalam tahun-tahun berikutnya karena gangguan sering kambuh.

"Mereka cenderung gagal karena ada sesuatu yang salah di otaknya. Anda tidak dapat mengobatinya dengan mudah karena ada kelainan di otaknya aktif," kata Dr. Frampton.

Seseorang dikatakan anoreksia jika berat badan Anda sangat kurang, sekitar 15 persen lebih rendah dari yang seharusnya. Gangguan yang juga ditandai kurangnya nafsu makan sering terjadi pada wanita muda, terutama mereka terobsesi dengan tipis

Tampilkan Komentar