Bahaya Minuman Bersoda Bagi Kesehatan

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/11/2017
Manis minuman ringan dan soda begitu menggoda ketika haus. Jenis minuman ini tidak hanya disukai oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak. sensasi segar di tenggorokan membuat orang lebih suka memilih minuman ringan daripada minum air putih.

Namun di balik rasanya yang manis dan menyegarkan, Anda perlu waspada. Karena minuman ringan dapat membawa ancaman bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar secara teratur dan untuk waktu yang lama. Berikut adalah lima minuman ringan ancaman bagi kesehatan Anda, seperti dikutip newsmaxhealth:

1. Obesitas

"Minuman manis makanan menurut penelitian klinis spesifik yang berkaitan langsung dengan kenaikan berat badan serta obesitas," kata Dr David Ludwig, spesialis endokrinologi dari Universitas Harvard. Menurut Ludwig, gula dapat memberikan sejumlah besar kalori, tetapi juga bisa menjadi lingkaran setan. "Gula cepat diserap, sehingga dapat meningkatkan gula darah dan ini menyebabkan kepanikan di dalam tubuh," kata Ludwig.

"Ketika tubuh melepaskan insulin untuk memetabolisme gula dan menurunkan gula darah, tubuh merespon dengan melepaskan hormon yang disebut ghrelin - yang membuat seseorang merasa lapar - sehingga memicu untuk makan lebih banyak," jelasnya.

Sebuah studi dari UCLA menemukan bahwa orang yang minum setidaknya satu soda sehari meningkatkan risiko kelebihan berat badan sebesar 27 persen bila dibandingkan dengan mereka yang tidak minum soda.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada 2011 dalam American Diabetes Association menemukan bahwa mereka yang minum soda, lingkar pinggang meningkat sebesar 70 persen, dan mereka yang minum dua atau lebih soda sehari mengalami peningkatan 600 persen dalam lingkar pinggang mereka.

2. Penyakit Jantung

Sebuah studi di Harvard University menemukan bahwa minum 12 ons (350 ml) minuman manis per hari meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 29 persen. Bahkan sebuah studi baru-baru ini dirilis University of Sydney menemukan bahwa anak-anak yang minum setidaknya satu jenis minuman ringan setiap hari berisiko penyempitan arteri di belakang mata, yang mengarah ke peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung.

Studi dari para peneliti di University of Colorado Denver Health Sciences Center menemukan bahwa orang yang diet tinggi fruktosa - pemanis yang umum digunakan dalam minuman ringan - berisiko peningkatan risiko tekanan darah tinggi sebesar 87 persen. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation dari American Heart Association juga menemukan bahwa orang yang minum satu atau lebih minuman ringan per hari adalah 25 persen lebih mungkin untuk mengalami kondisi trigliserida tinggi dan 32 persen lebih mungkin untuk memiliki tingkat HDL (kolesterol baik ) rendah.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Journal of General Internal Medicine menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi minuman bersoda setiap hari dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke sebesar 44 persen.

3. Diabetes

Temuan yang dipublikasikan dalam Nurses Health Study, peneliti mengikuti lebih dari 90.000 wanita selama delapan tahun dan menemukan bahwa mereka yang minum setidaknya satu jenis minuman manis setiap hari hampir dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi minuman manis. Beberapa ilmuwan di Rutgers percaya bahwa tingginya tingkat asupan fruktosa dapat memulai perkembangan diabetes dalam tubuh.

4. Kanker

Para peneliti di Inggris menemukan bahwa natrium benzoat, yang digunakan untuk mencegah jamur dalam minuman ringan, memiliki kemampuan untuk mengubah bagian terpenting dari DNA seseorang. Hal ini dapat menyebabkan sirosis hati dan penyakit degeneratif lainnya, termasuk Parkinson. Tapi bila dicampur dengan vitamin C, natrium benzoat dapat menghasilkan zat karsinogenik yang disebut benzena.
Para ilmuwan dari India, Tata Memorial Hospital menemukan korelasi yang sangat signifikan antara konsumsi minuman ringan dan peningkatan risiko kanker esofagus. Bahkan pemanis buatan yang ditemukan di beberapa minuman ringan seperti aspartam, telah dikaitkan dengan risiko kanker, seperti kanker pankreas, leukemia, limfoma, dan payudara.

5. masalah Lung

Para ilmuwan di University of Adelaide Australia mewawancarai lebih dari 16.000 orang selama dua tahun dan tidak menemukan hubungan antara konsumsi minuman ringan dan asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Semakin sering seseorang mengkonsumsi minuman ringan, semakin besar kemungkinan mereka menderita asma atau PPOK.

Tampilkan Komentar