Banyak Makan Nasi Putih Bisa Diabetes

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/08/2017
Salah satu kebiasaan yang dimiliki oleh orang-orang Asia yang makan nasi putih. Tapi sekarang harus mulai dibatasi, karena nasi putih diketahui meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Berdasarkan penelaahan atas empat studi yang telah dilakukan dan melibatkan 350.000 peserta tahu bahwa orang yang makan banyak nasi putih akan memiliki kesempatan lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

Hal itu diketahui orang Asia cenderung memiliki asupan nasi putih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Barat, yang merupakan rata-rata 3-4 porsi sehari, sementara Barat hanya 1-2 porsi per minggu.

Dikenal beras lebih banyak dan lebih putih dikonsumsi risiko itu diabetes tipe 2 meningkat. 4 penelitian dianalisis diambil dari studi yang pernah dilakukan di China, Jepang, Amerika Serikat dan Australia.

"Setiap kenaikan porsi asupan nasi putih telah dikaitkan dengan risiko diabetes, meskipun awalnya kecil tapi risiko ini bisa meningkat secara signifikan," kata peneliti Dr Qi Sun dari Harvard School of Public Health, Boston, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (16/3 / 2012).

Banyak diabetes bisa makan nasi putih. Hubungan ini didasarkan pada efek dari nasi putih pada kadar gula darah. nasi putih dikenal memiliki nilai indeks glikemik (seberapa cepat glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah setelah makan) relatif tinggi, sehingga orang yang makan nasi putih cenderung memiliki kadar gula darah tinggi.

Selain nasi putih juga dikenal memiliki nutrisi yang lebih sedikit termasuk serat dan magnesium dalam hal fungsi yang dapat membantu mencegah diabetes tipe 2.

Hal ini berbeda dengan nasi atau beras merah memiliki rendah nilai indeks glikemik sehingga akan memecah perlahan dan membuat orang merasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula darah lebih stabil. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam British Medical Journal.

Diabetes tipe 2 diketahui terutama disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik dan kelebihan berat badan.

Tampilkan Komentar