Binatang Dapat Membantu Perkembangan Mental Anak

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/22/2017
Semua anak harus diberikan mainan seperti, tapi jika diberi pilihan itu akan banyak untuk memilih diizinkan untuk menjaga hewan. Anak-anak pencinta binatang, bahkan secara alamiah tidak memiliki rasa takut ular atau serangga.

Pada sekitar 11 bulan usia, anak-anak cenderung memiliki minat yang lebih besar dalam kehidupan liar daripada mainan yang hanya benda mati. Daripada memberinya mainan, banyak orang tua disarankan untuk menjaga hewan karena mereka dapat membantu perkembangan mentalnya.

Sebuah studi di Universitas Rutgers dan University of Virginia menunjukkan bahwa rasa takut hewan menyeramkan seperti ular dan laba-laba yang sifat manusia tidak asli, terutama anak-anak. Ketakutan yang muncul karena pengaruh lingkungan selama pertumbuhan.

"Fakta bahwa anak-anak melihat hewan ini sangat menarik, sehingga anak-anak bisa mendapatkan banyak manfaat dari menjaga bintang.

Hewan membantu perkembangan mental anak. Dalam satu eksperimen, para peneliti menemukan bahwa anak-anak berusia 11 bulan sampai 3 tahun lebih seperti binatang seperti ular, tokek dan tarantula atau laba-kisah raksasa. Itu hanya sebagai berbahaya, hewan memasuki kandang sehingga tidak bisa disentuh secara langsung.

Tapi setidaknya, dalam penelitian ini membuktikan bahwa anak-anak cenderung lebih tertarik melihat binatang daripada mainan seperti boneka dan mobil-mobilan. Bahkan berbentuk boneka binatang tidak bisa memuaskan rasa ingin tahu anak-anak ke dunia hewan.

Dalam kehidupan sehari-hari, para peneliti juga mengamati bahwa lebih banyak anak memberitahu atau bertanya tentang binatang daripada mainan. Menurut para peneliti, temuan ini membuka kemungkinan bahwa rasa takut berlebihan atau fobia hewan dapat dicegah sejak kecil.

Tampilkan Komentar