Cara Menurunkan Berat Badan Secara Bertahap

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/31/2017
Orang dengan kelebihan berat badan akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Namun, dokter gizi menyatakan bahwa orang gemuk harus realistis tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai hasil tersebut.

"Orang gemuk harus realistis, karena butuh waktu untuk mencapai hasil yang diinginkan, tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan," kata Dr Samoel Oetoro, MS, SpGK dalam Seminar konferensi pers dan Kursus Obesitas Ketujuh di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Samoel dr mengatakan karena jika orang berada pada diet dan hasilnya tidak banyak kehilangan berat badan atau tidak mencapai target, itu bisa membuat kurang semangat, tetapi yang penting dalam menjaga berat badan adalah motivasi dan antusiasme.

Untuk menurunkan berat badan ada cara lurus dan bagaimana sesat digunakan. Bagaimana lurus yang dimaksud disini adalah untuk menurunkan berat badan dengan cara yang sehat sehingga tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Tapi sayangnya ada banyak orang yang menggunakan cara-cara sesat untuk menurunkan berat badan seperti mengambil diuretik sehingga sering buang air kecil, minum obat yang membuat buang air besar terus, beberapa bahkan sebagai menyegel mulut karena mereka tidak makan apa-apa.

"Ada hari itu seharusnya hanya minum air kelapa atau makan 5 kali sehari apel buah 7, ada bahaya bahwa pasien kemudian dirawat di rumah sakit. Cara yang benar didasarkan pada pasien, karena pengobatan khusus setiap pasien atau berbeda," dia kata.

Dr. Samoel menyesalkan obat di pasar, atau klinik yang banyak menggunakan sesat dari obat ini bukan untuk melangsingkan, karena obat ini membuat orang ingin buang air kecil dan beberapa bahkan menambahkan dosis tinggi kafein dan amfetamin yang membuat orang tidak lelah meskipun ia tidak makan.

"Yang benar adalah lemak obat blocker sehingga lemak yang masuk diblock sekitar 30 persen., Tapi yang utama adalah mengubah gaya hidup dan semangat motivasi Anda sendiri untuk tetap terjaga," kata Dr Samoel dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran .
Saat ini jumlah orang dengan kelebihan berat badan dan obesitas terus meningkat. Berdasarkan data dari 2010 orang dewasa Riskesdas dikenal berusia di atas 18 tahun yang kelebihan berat badan sekitar 21,7 persen, itu meningkat dibandingkan hasil Riskesdas 2007 yang sekitar 19,1 persen.

"Jika 21,7 persen berarti ada sekitar 40 juta orang yang kelebihan berat badan, oleh karena itu pasien harus dilatih untuk memiliki berat badan ideal dengan cara yang sehat. Penderita obesitas karena memiliki masalah-masalah khusus dari cinta taunya juga harus secara individu," kata Dr Inge Permadhi, MS, SpGK.

Tampilkan Komentar