Hubungan IQ Anak Dengan Cara Menyusui

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/22/2017

Mana yang lebih baik, memberikan Ibu Susu (ASI) berdasarkan keinginan bayi atau harus disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan? Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemberian ASI oleh keinginan bayi (demand-fed) dikaitkan dengan skor IQ yang lebih tinggi pada anak-anak usia, meskipun hubungan antara kedua masih harus diteliti lebih lanjut.

Para ilmuwan dari University of Essex dan Universitas Oxford Inggris melakukan penelitian dengan mengkaji data dari 10.000 anak yang lahir di awal 1990-an di kota Bristol. skor IQ anak-anak berusia 8 tahun saat bayi menyusui dengan keinginan (demand-fed) mencetak rata-rata 4-5 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang memberinya makan pada jadwal (jadwal-makan).

Diterbitkan dalam jurnal seperti European Journal of Public Health, perbedaan dalam skor IQ juga muncul ketika anak-anak menjalani tes pada usia lima, tujuh, 11 dan 14 tahun.

"Perbedaan antara anak yang menyusui berdasarkan keinginan dan jadwal ditemukan, baik pada bayi yang diberi ASI atau botol-makan," kata pemimpin peneliti Maria Iacovou dari University of Essex.

"Untuk memberi kesan perbedaan di hadapan empat atau lima poin lebih tinggi pada skor IQ di kelas yang terdiri dari 30 orang, misalnya, seorang anak yang tepat di tengah-tengah peringkat seperti di di 15, dengan peningkatan empat atau lima poin IQ, akan menerima peringkat tinggi di antara semua 11 atau 12 di kelas, "tambah Maria

Namun, ia menekankan bahwa penemuan ini masih dalam tahap awal sehingga perawatan yang harus diambil untuk menyimpulkan hubungan yang tepat antara pola menyusui dengan skor IQ.

"Penelitian ini adalah penelitian pertama dan hanya satu, dan lebih lanjut diperlukan sebelum kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa cara bayi akan menyusu dampak jangka panjang pada IQ anak-anak dan kemampuan akademik. Dan sebelum kita dapat mengatakan dengan pasti apa mekanisme yang ada di balik hubungan ini.

Tampilkan Komentar