Kafein Dapat Memicu Keguguran

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/30/2017
Wanita hamil harus menghindari kopi atau minuman berkafein karena didasarkan pada hasil penelitian terbaru konsumsi kafein dapat meningkatkan risiko keguguran. Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetri dan Ginekologi mengungkapkan bahwa konsumsi kopi bahkan dalam tingkat moderat di awal kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan keguguran.

Food Standards Agency sebenarnya sudah diberikan batas maksimum untuk konsumsi kafein selama kehamilan yaitu sekitar 300 mg, atau setara dengan empat cangkir kopi setiap hari. Namun, dari penelitian mengungkapkan fakta bahwa wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari 200mg kafein per hari memiliki peningkatan risiko hingga dua kali daripada yang tidak makan mereka.

Sejauh ini, ada tiga faktor risiko yang diketahui yang dapat menyebabkan keguguran selama kehamilan seperti usia, riwayat keguguran, dan infertilittas. Tapi penyebab utama keguguran belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli kesehatan. Kafein sendiri merupakan faktor risiko yang sering diperdebatkan, namun sejumlah studi telah menunjukkan hasil yang bertentangan.

Untuk penelitian terbaru, Dr De-Kun Li dan koleganya di Kaiser Permanente Division of Research, meneliti 1.063 wanita yang baru-baru ini memasuki usia satu hingga dua bulan kehamilan. Para peneliti meminta para wanita untuk menjaga buku harian tentang asupan kafein mereka dari awal kehamilan sampai minggu ke-20.

Ketika para peneliti membandingkan informasi ini dengan jumlah wanita yang mengalami keguguran hingga 20 minggu kehamilan, tercatat 172 wanita terkait dengan kafein. Perbandingan antara tidak mengkonsumsi kafein dengan wanita yang mengkonsumsi sampai 200mg kafein sehari dari segi peningkatan risiko mencapai 15% versus 12%. Sementara wanita yang minum lebih dari 200mg risiko mencapai 25%.

"Pesan utama bagi wanita hamil dari temuan ini adalah bahwa mereka mungkin harus mempertimbangkan menghentikan konsumsi kafein selama kehamilan," kata Dr Li.

Menurut peneliti, kafeine asupan dapat melewati plasenta untuk masuk rahim. Tidak jelas bagaimana kafein dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.

Para ahli mengatakan bahwa mereka siap untuk meninjau penelitian ini jika ada saran untuk mengubahnya. Tapi Pat O'Brien, konsultan kebidanan dan juru bicara Royal College of Obstetricians dan Gynecologists, mengatakan munculnya temuan ini harus membuatnya menyarankan wanita hamil untuk menghindari kafein dalam 12 minggu pertama kehamilan.

"The 12 minggu pertama kehamilan adalah masa rentan bagi bayi. Pada tahap ini keguguran sering terjadi," katanya. Dia menambahkan bahwa mayoritas perempuan di awal kehamilan juga harus menghindari minuman rasa kafein dan sering sulit untuk membuat mereka pantang menikmatinya. Namun, O'Brien mengaku bahwa sampai sekarang belum jelas apakah wanita hamil wajib menghindari kafein selama kehamilan berusia.

Tampilkan Komentar