Keberadan Bakteri Mempengaruhi Kesehatan Usus

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/23/2017
Dalam tubuh yang sehat, ada usus yang sehat. Demikian pula, bapak kedokteran modern, Hippocrates, mengatakan. Perkembangan ilmu pengetahuan membuktikan bahwa karena sistem pencernaan yang sehat akan memperkuat sistem kekebalan tubuh yang akhirnya melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Salah satu kunci untuk menjaga flora usus yang sehat adalah untuk menyeimbangkan dalam usus. "Ada sekitar 100 trilyun penduduk usus yang berfungsi untuk metabolisme zat dalam usus sehingga kita sehat. Ketidakseimbangan flora usus dapat menyebabkan masalah kesehatan," jelas Prof.dr.Aziz Rani, Sp.PD-KGEH, Ketua pembagian departemen gastroenterologi dari Fakultas kedokteran internal Kedokteran, Indonesia.

Saat lahir, saluran pencernaan manusia dalam keadaan steril. hadiah pertama diberikan oleh seorang ibu kepada bayinya adalah bakteri baik, melalui jalan lahir jika disampaikan melalui vagina. Ketika lahir melalui operasi caesar, bakteri yang berada di ruang operasi segera berada di saluran pencernaan.

Demikian pula, bayi yang mendapatkan ASI, saluran cernanya lebih banyak didominasi oleh Bifidobacteria seperti dalam ASI terkandung berbagai senyawa yang mendukung pertumbuhan bakteri baik yang dikenal sebagai prebiotik.

Semakin kompleks manusia diasup makanan, bakteri usus lebih beragam menjadi warga. Ini membentuk komunitas tersendiri yang jumlah bisa mencapai triliunan bakteri. "Bahkan pada manusia melebihi jumlah sel yang ada di tubuh manusia," kata Aziz.

Jenis bakteri dalam usus manusia berbeda-beda tergantung pada faktor-faktor lingkungan, metode pengiriman, menyusui, dengan jenis makanan yang dikonsumsi. "Meskipun keduanya di Asia, bisa bakteri dalam usus Indonesia berbeda dengan bakteri dalam usus Thailand," katanya.

Selain bakteri baik, juga dihuni oleh patogen usus manusia atau bakteri penyebab penyakit. "Jika ada harmoni atau keseimbangan tubuh kita akan tetap sehat," katanya dalam Kesehatan Pencernaan Media acara pendidikan: Hidup Sehat Rumah di Jakarta.

Namun, keseimbangan dapat terganggu oleh gaya hidup manusia itu sendiri. Stres, makanan tinggi lemak, polusi, atau obat-obatan seperti antibiotik, dapat mengganggu ekologi mikro di saluran pencernaan. Ini akan memiliki dampak negatif pada kesehatan.

Kehadiran bakteri mempengaruhi kesehatan usus. keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan dapat dipertahankan dengan gaya hidup sehat. Mengonsumsi makanan tinggi serat, aktivitas fisik, dan probiotik mengasup dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus.

"Probiotik adalah bakteri hidup yang ditambahkan pada makanan dan memiliki efek menguntungkan dengan meningkatkan kesehatan flora usus," kata Purnomo dr.Herry Djagat, Sp.PD-KGEH, ketua kelompok kerja probiotik masyarakat gastroenterologi Indonesia.

Menurut penelitian yang ada, probiotik memainkan peran penting dalam kesehatan pencernaan. fungsi probiotik bervariasi tergantung pada jenis. Ada membantu penyerapan nutrisi, yang dapat menghasilkan tidak ada vitamin, tidak ada yang membantu melawan pertumbuhan bakteri jahat, ada juga berperan dalam mempercepat waktu transit makanan dalam usus, mencegah sembelit.

Probiotik dapat diperoleh dari jamur tempe, bawang, pisang, asparagus, atau yogurt. Namun, menurut Herry disebut probiotik harus menjadi persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain, dapat mencapai usus hidup dan dalam jumlah besar.

Tampilkan Komentar