Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/22/2017
Kehamilan dan menyusui adalah dua proses yang paling penting yang dapat menentukan kesehatan bayi. Studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa pemberian probiotik selama kehamilan dan menyusui dapat mempromosikan atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada bayi.

"Alergi dan eksim adalah dua masalah kesehatan umum dialami oleh bayi baru lahir. Dengan probiotik, sistem kekebalan tubuh akan meningkat dan mengurangi risiko pengembangan penyakit," kata Erika Isolauri, MD, D. Med. Sci, pakar ilmu kesehatan bayi di University of Turku, Finlandia dalam acara temu media, Selasa (2012/03/13), di Jakarta ..

Erika menjelaskan, ketika seorang ibu mengambil probiotik selama kehamilan dan menyusui, akan merangsang tubuh memproduksi immunoglobulin A (komponen sistem kekebalan tubuh yang membantu mempertahankan tubuh terhadap alergen) yang ditransfer ke bayi melalui darah atau ASI.
Ini berarti, ibu akan memberikan bayinya sistem kekebalan tubuh yang diperlukan untuk melawan risiko alergi dan eksim selama dua tahun pertama. Eksim adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan gatal parah, sering dengan kemerahan dan mengelupas.

"Manfaat lainnya, probiotik juga membantu menyembuhkan keseimbangan mikrobiota usus sejak dini, sehingga dapat digunakan sebagai cara untuk mengendalikan berat badan yang berlebihan," jelasnya.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang mirip dengan mikroorganisme yang menguntungkan yang ditemukan secara alami dalam usus manusia. Erika mengatakan, probiotik dapat ditemukan dalam bentuk produk makanan yang diperkaya dengan bakteri seperti Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium.

melahirkan caesar, bayi kurang probiotik
Sementara itu Prof.DR.Dr.med Ali Baziad Sp.OG (K) dari Rumah Sakit Universitas Brawijaya mengatakan, penduduk di mikrobiota usus pada bayi sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, cara persalinan, lingkungan saat lahir, dan pola makan atau kebiasaan.

Menurut Ali, bagi wanita hamil yang memilih persalinan dengan operasi caesar, bayi mereka akan cenderung memiliki sedikit kandungan probiotik di dalam tubuh. Selain itu, berat badan yang berlebihan dan terlalu sering menggunakan antibiotik juga dapat menurunkan bakteri supplay yang baik dari ibu ke bayi.

"Kebanyakan ibu sekarang ingin melahirkan caesar. Fakta bahwa bayi caesar lahir kurang mendapatkan probiotik. Akibatnya risiko bayi menderita asma, infeksi, dan alergi akan meningkat," katanya.

Ali menjelaskan bahwa bayi yang lahir dengan cara normal, bayi akan terkena lebih dari probiotik untuk kontak usus dengan ibu berlangsung cukup lama. Selain itu, ketika bayi melewati vagina, itu juga akan terkena bakteri sehat dalam vaginanya.

"Oleh karena itu, tidak sering mencuci vagina, penggunaan tersebut atau daun sirih dan bahan lainnya, karena bakteri sehat bisa mati," jelasnya.

Ali lanjut mengimbau kepada ibu menyusui tidak malas dalam memberikan susu bayi payudara mereka karena susu mengandung probiotik dan prebiotik (oligosakrida) alami yang sangat dibutuhkan oleh bayi. ASI kaya akan kandungan bioaktif, memberikan perlindungan tidak hanya pasif, tetapi juga untuk secara aktif mendorong perkembangan sistem imun bayi.

Tampilkan Komentar