Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/11/2017

Banyak orang berpikir bahwa gizi adalah awal yang baik sejak bayi lahir. Pemahaman harus diubah, karena nutrisi merupakan tanggung jawab ibu, dan harus siap sebelum memasuki kehamilan.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua Masyarakat Indonesia Obstetri dan Ginekologi (POGI) dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG (K), sedangkan peluncuran Virgin Presinutri SGM, Kamis (2012/04/19), di Jakarta.

Noroyono menjelaskan, untuk menciptakan kualitas manusia, perlu persiapan dibutuhan dari kedua orang tua bayi. "Untuk membangun rumah yang kita perlu perencanaan dan persiapan, tapi mengapa untuk anak-anak kita tidak pernah siap dan berkonsultasi dengan ahli," katanya.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa status gizi dan kesehatan seseorang sebagai orang dewasa yang terkait dengan kondisi gizi ibu saat hamil. kekurangan gizi juga akan secara langsung mempengaruhi kondisi kehamilan dan persalinan.

Noroyono menegaskan, banyak orang yang tidak sadar dan berpikir bahwa mulai dari pembentukan zigot (sel telur) yang diperoleh semua bayi di dalam rahim seakan semuanya gratis. Bahkan, ketika cadangan nutrisi dalam tubuh ibu tidak baik dan berkualitas buruk, itu akan mempengaruhi perkembangan janin.

"Kalau di negara penuh orang-orang yang telah belajar cacat dan perilaku masalah, maka negara akan rusak. Ini Terkait dengan non-pemenuhan gizi makanan," katanya.

Selanjutnya Noroyono mengatakan, seseorang yang berencana untuk hamil sebaiknya menentukan status gizi mereka. Dengan mengetahui status gizi, ibu dapat melakukan terapi nutrisi dan kemudian menutup atau membuka vitamin atau mineral yang dibutuhkan tubuh tertentu.

Masalah gizi yang paling umum ditemui wanita hamil di Indonesia, kata Noroyono, terutama di kelas ekonomi menengah dan bawah adalah kekurangan zat besi, asam dan vitamin A. folat Penelitian menunjukkan, kekurangan zat besi dapat menurunkan kemampuan kognitif anak. Besi berperan dalam pembentukan neurotransmitter kerang, dan kecepatan mempengaruhi neurotransmitter di otak.

Sementara wanita hamil yang kekurangan vitamin A, lanjutnya, diafragma (lapisan yang membatasi paru-paru, jantung, hati dan usus) resiko kebocoran. "Jika usus bocor maka bisa masuk ke paru-paru dan kemudian menyebabkan kematian," katanya.

Sementara kurangnya mineral seperti zinc (seng) yang berpotensi dapat menyebabkan diare dan pendek anak-anak. "Anak-anak perlu mempersiapkan kualitas komprehensif dan sangat tergantung pada apa yang ibu makan sebelum kehamilan, hamil dan menyusui.

Tampilkan Komentar