Efek Kurang Minum Air Putih

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/23/2017

Sahabat Andi Rezpati taukah sobat bahwa kekurangang air dapat menggangu konsentrasi anda saat melakukan pekerjaan, artikel kali ini saya akan membahas mengenai dampak rai kurang minum air putih. Mungkin studi baru dari Inggris ini akan membuka mata dan telinga kita terbuka lebar. Ternyata menurut penelitian tersebut, hampir dua pertiga anak tidak cukup minum air putih saat sarapan jadi terhidrasi dengan baik.

Tim peneliti dari University of Sheffield Medical School telah menganalisis 452 anak berusia 9-11 tahun dari 12 sekolah di daerah Sheffield. Penelitian ini dianggap sebagai yang pertama dari jenisnya di Inggris.

Akibatnya, ada 60 persen anak-anak di Inggris dalam kategori "tidak cukup terhidrasi" atau satu fase di bawah "dehidrasi klinis".

Untuk mendapatkan angka tersebut, peneliti mengamati apa yang mereka makan dan minum sebelum anak-anak pergi ke sekolah. Periset juga mengukur osmolalitas osmolalitas, konsentrasi anak-anak urin merupakan indikator utama tingkat dehidrasi yang dialami seseorang.

Profesor Gerard Friedlander dari Sekolah Kedokteran Universitas Descartes di Paris, yang mengawasi studi tersebut mengatakan, "Kami prihatin dengan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak tidak mengkonsumsi cukup cairan di pagi hari untuk dapat mempertahankan hidrasi yang adekuat.

"Padahal, anak-anak lebih rentan terhadap dehidrasi dibanding orang dewasa karena tingginya rasio berat badan. Anak juga tidak selalu memperhatikan haus atau keinginan minum sehingga mungkin secara alami mau minum.

"Jadi sekarang kita akan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hidrasi pada anak-anak dan mendorong orang tua dan wali untuk memastikan bahwa anak-anak cukup minum saat sarapan pagi sehingga anak-anak dapat menjaga hidrasi, jika tidak minum lagi sampai makan siang," kata Profesor Friedlander.

Studi di Inggris ini menunjukkan tingkat dehidrasi yang lebih tinggi untuk anak laki-laki atau 68,4 persen dibandingkan dengan anak perempuan yang hanya 53,3 persen.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa juga menyarankan agar anak laki-laki berusia 9-13 tahun minum 2,1 liter cairan per hari dan anak perempuan harus mengkonsumsi 1,9 liter.

Badan ini juga merekomendasikan agar anak-anak pada usia tersebut untuk minum air putih minimal 8 kali dengan 150 ml gelas ukur per hari, sedikit lebih kecil dari ukuran kaca yang direkomendasikan untuk orang dewasa.

Prof. Friedlander menambahkan bahwa anak-anak yang tidak cukup terhidrasi saat sarapan berisiko mengalami dehidrasi, kemungkinan saat makan siang.

Seperti kita ketahui, efek kurangnya hidrasi pada anak dapat mempengaruhi kinerja mental seperti konsentrasi, ingatan jangka pendek dan pemberian perhatian. Bahkan kata profesor tersebut, bahkan dehidrasi ringan bisa menyebabkan kelelahan, sakit kepala, mulut kering dan penurunan jumlah urine, bahkan menghentikan air mata saat menangis.

Orang tua dan wali juga perlu disadari bahwa anak tidak selalu memperhatikan haus atau keinginan untuk minum seperti orang dewasa. Padahal penting bagi anak untuk mengembangkan praktik hidrasi yang baik sejak awal untuk menghindari masalah kesehatan di masa dewasa seperti masalah ginjal.

Anak Psikolog Pat Spungin mengatakan, "Meski terkadang sulit mendorong anak untuk minum air putih, terutama air, kuncinya adalah untuk mendorong minum air putih sedikit tapi sering. Pastikan juga segelar anak minum air putih sebelum pergi ke sekolah, atau mungkin mengepak sebotol air. Di tas sekolahnya sehingga bisa diambil secara teratur selama hari sekolah. Sahabat andi rezpati itu tadi sedikit ulasan mengenai efek kurang minum pada anak yang dapat saya sampaikan kali ini semoga bisa bermanfaat buat para pembaca situs ini

Tampilkan Komentar