Etika Promosi Kesehatan

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/12/2017
Selamat pagi sahabat Andi Rezpati, pada pagi hari ini saya akan mengulas sedikit tentang Pengertian Etika Promosi Kesehatan. Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu ethos yang dalam bentuk tunggal mempunyai arti tempat tinggal yang biasa, pandang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara fikir. Dalam bentuk jamak berarti adat kebiasaan. Arti terakir inilah yang menurut Aristoteles menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah “etika”. Jika kita membatasi diri pada asal usul kata ini,”Etika” berarti ilmu tentang apa yang bisa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Kata yang cukup erat dengan etika adalah moral, yang berasal dari bahasa latin mos (jamak : mores) yang berarti juga kebiasaan, adat. Dalam bahasa Inggris yang banyak bahasa lain, termasuk Bahasa Indonesia, kata mores masih digunakan dalam arti yang sama. Jadi etimologi kata “etika” sama dengan etimologi kata “moral”, karena keduanya berasal dari kata yang berarti kebiasaan, hanya bahasa asalnya saja berbeda ,etika berasal dari bahasa Yunani, sedangkan moral berasal dari bahasa Latin.

Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja, namun berkairan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Etika Promosi Kesehatan adalah suatu tata cara atau nilai yang dijadikan dasar untuk membatasi perilaku seorang tenaga kesehatan dalam melakukan promosi kesehatan. 

Etika Dalam Melakukan Promosi Kesehatan       
Adapun Langkah-langkah dalam Etik Promosi Kesehatan, yang terurai sebagai berikut:
Analisa masalah Kesehatan dan Perilaku
Identifikasi masalah, ada 4 yaitu:
  • 1. Latar belakang
  1. Letak Geografis (iklim, keadaan tanah, lokasi )
  2. Mata pencarian (petani, nelayan, buruh, pekerja dll)
  3. Perilaku kesehatan masyarakat (kebiasaan buang air besar, kebiasaan merokok, dll)
  • 2. Status kesehatan masyarakat, dapat dilihat dari Vital Statistik (angka kematian, angka kelahiran, fertilitas, dan angka kesakitan/ morbiditas baik penyakit infeksi dan non infeksi.
  • 3. Sistem layanan kesehatan masyarakat:
  1. Ketersediaan SDM Kesehatan
  2. Sarana prasarana ( Rumah Sakit, Puskesmas, balai pengobatan baik negeri maupun swasta)
  3. Keterjangkauan jarak tempuh.
  • 4. Sistem sosial masyarakat
  1. Pola partisipasi masyarakat
  2. Organisasi sosial
  3. Organisasi keagamaan
Menetapkan Masalah dan Perilaku :
  • Langkah-langkah :
  1. Tentukan status
  2. Tentukan pola pelayanan kesehatan.
  3. Temtukan hubungan antara status dan pelayanan kesehatan
  • Hal yang perlu dipertimbangkan
  1. Beratnya masalah
  2. Akibat yang ditimbulkan
  3. Sumber daya yang ada di masyarakat.
  • Sumber data
  1. Dokumen dari pelayanan kesehatan (puskesmas, bidan desa dll )
  2. Langsung dari masyarakat
  3. Petugas lapangan
  4. Tokok hasyarakat formal dan informal.
  • Cara pengumpulan Data
  1. Key information approach : indepth interview
  2. Community form approach : forum diskusi sample.
  3. Survey approach :wawancara dan observasi.
Menetapkan Tujuan
Syarat tujuan dalam promosi kesehatan harus jelas,realistis, dapat diukur sesuai logis,layak,dan dapat diamati. Macam-macam tujuan :
  • Tujuan program (jangka panjang)
  • Tujuan pendidikan (jangka menengah)
  • Tujuan perilaku (jangka pendek)
Menetapkan Sasaran
Terdapat 2 macam dalam menetapkan sasaran:

1. Sasaran Langsung (primer)
Sasaran yang nantinya akan melaksanakan kebiasaan atau perilaku baru dari kegiatan promosi kesehatan (bumil, ibi. Balita)

2. Sasaran tidak langsung (skunder dan tersier)
Sasaran skunder : sasaran yang mempunyai pengaruh terhadap sasaran primer ( keluarga, kerabat, petugas kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama.).
Sasaran tersier : sasaran yang mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan program (pengambil keputusan, penyandang dana)

Menetapkan Pesan Pokok
Syarat dalam menetapkan pesan pokok:
  • Pesan dibuat sederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh sasaran.
  • Pesan dibuat dengan menggunakan gambar dan bahasa setempat sehingga sasaran mudah memahaminya.
Menetapkan Metode dan Saluran Komunikasi
Terdapat tiga aspek yang harus dipenuhi dalam menetapkan metode dan saluran komunikasi :
  • Aspek pengetahuan model yang akan digunakan (poster, spanduk, leafleat dll)
  • Aspek sikap metode yang digunakan (video, film, slide, drama dll)
  • Asperk ketrampilan metode yang digunakan (simulasi, demonstrasi)
Menetapkan Saluran Operasional
Kegiatan operasional harus dapat menjawab pertanyaan seperti:
  • Apa yang akan dikerjakan?
  • Siapa penanggung jawab?
  • Siapa yang terlibat?
  • Dimana kegiatan dilaksanakan?
  • Kapan kegiatan dilaksanakan?
  • Siapa sasarannya (primer, skunder dan tersier)
  • Bagaimana cara pelaksanaanya?
  • Bagaimana cara memonitoringnya?
Menetapkam Monev (Monitoring Evaluasi)
Memonitoring evaluasi meliputi :
  • Apa yang harus dipantau.
  • Siapa yang harus dipantau
  • Bagaimana cara memantau
  • Dimana dilakukan pemantauan.
Ruang Lingkup Etika Kesehatan
Etika kesehatan mencakup penilaian terhadapgejala kesehatan baik yang disetujui maupun tidak disetujui, serta mencakup rekomendasi  bagaimana bersikap/bertindak secara pantas dalam bidang kesehatan.

Pada tahun 2002, American Public Health Association secara resmi mengadopsi dua belas prinsip praktek kode etik untuk umum. Dua belas prinsip yang diuraikan:
  1. Kesehatan masyarakat terutama harus membahas penyebab dasar penyakit dan persyaratan untuk kesehatan, yang bertujuan untuk mencegah hasil kesehatan yang merugikan.
  2. Kesehatan masyarakat harus mencapai kesehatan masyarakat dengan cara yang menghormati hak-hak individu dalam masyarakat.
  3. Kebijakan kesehatan masyarakat, program, dan prioritas harus dikembangkan dan dievaluasi melalui proses yang menjamin kesempatan untuk masukan dari anggota masyarakat.
  4. Kesehatan masyarakat harus mengadvokasi dan bekerja untuk pemberdayaan dari pemuda anggota masyarakat, yang bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya dasar dan kondisi diperlukan untuk kesehatan dapat diakses oleh semua.
  5. Kesehatan masyarakat harus mencari informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan kebijakan yang efektif dan program yang melindungi dan mempromosikan kesehatan.
  6. Institusi kesehatan umum harus menyediakan masyarakat dengan informasi yang mereka miliki yang diperlukan untuk keputusan tentang kebijakan atau program-program dan harus mendapatkan persetujuan masyarakat untuk pelaksanaannya.
  7. Lembaga kesehatan publik harus bertindak secara tepat waktu pada informasi yang mereka miliki dalam sumber daya dan mandat yang diberikan kepada mereka oleh masyarakat.
  8. Program kesehatan umum dan kebijakan harus menggabungkan berbagai pendekatan yang mengantisipasi dan menghormati nilai-nilai yang beragam, keyakinan, dan budaya dalam masyarakat.
  9. Program kesehatan umum dan kebijakan harus dilaksanakan dengan cara yang paling meningkatkan lingkungan fisik dan sosial.
  10. Lembaga kesehatan publik harus melindungi kerahasiaan informasi yang dapat membawa kerugian bagi individu atau komunitas jika dibuat publik. Pengecualian harus dibenarkan
  11. Atas dasar kemungkinan tinggi membahayakan signifikan terhadap individu atau orang lain.
  12. Lembaga kesehatan publik harus memastikan kompetensi profesional karyawan mereka. Institusi kesehatan umum dan karyawan mereka harus terlibat dalam kolaborasi dan afiliasi dengan cara yang membangun kepercayaan publik dan efektivitas lembaga.
Demikian informasi yang dapat saya sampaikan, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat buat para pembaca situs Andi Rezpati. Dan jangan lupa bagikan artikel ini buat teman atau sahabat kalian agar bisa mempelajari etika promosi dengan baik.

Tampilkan Komentar