Kondisi Yang Tidak Boleh Berolahraga

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/23/2017

Sahabat Andi Rezpati, mungin diantara kalian pernah mendengar larangan dari Dokter mengapa kita tidak boleh berolahraga dalam kondisi tertentu. Olahraga itu baik untuk tubuh, tapi belum tentu selalu bagus. Olahraga bisa memperburuk rasa sakit dan nyeri. Ada baiknya mengetahui kapan harus menghindari berolahraga atau kapan tubuh butuh waktu untuk berolahraga.

"Kuncinya adalah merasakan kondisi tubuh dan memperhatikan isyarat yang diberikan, maka seseorang dapat memutuskan apakah dia bisa berolahraga pada waktu yang tepat," kata Katie Rothstein, MS, fisiolog olahraga Cleveland Clinics. Berikut ini adalah kondisi dimana tubuh seharusnya tidak berolahraga.
  • Demam
"Demam terjadi karena sistem kekebalan tubuh berusaha melawan infeksi. Kemudian, tubuh harus menghindari stres akibat olahraga," kata Stephen Rice, MD, PhD, anggota American College of Sports Medicine dan direktur Jersey Shore. Pusat Medis Universitas di Neptunus, New Jersey.

Jika Anda memaksa diri untuk berolahraga, hati-hati jangan sampai mengalami kelelahan dan dehidrasi karena cairan tubuh tubuh menurun saat demam. Olahraga yang dilakukan juga tidak optimal karena demam meningkatkan denyut jantung saat istirahat.
  • Pilek dan flu
Para ahli mengatakan bahwa olahraga dengan intensitas sedang masih diperbolehkan saat diserang oleh flu biasa. Jika Anda mengunjungi gym saat terkena flu, gunakan pembersih tangan dan bersihkan permukaan alat yang tak tersentuh agar tidak berisiko menginfeksi orang lain. Flu dan demam jelas akan lebih buruk jika ditambah dengan olahraga.
  • Asma
Jika serangan asma disebabkan oleh infeksi pernafasan, jangan berolahraga selama beberapa hari dan menemui dokter jika gejalanya menetap. Jika dokter telah diijinkan berolahraga dan asma dapat dikendalikan dengan baik, maka dokter tersebut mungkin berolahraga.

Mulailah perlahan dan lakukan latihan untuk pemanasan selama 10 menit. Hentikan aktivitas jika tidak bisa menahan nafas atau merasa lelah dan lemas. Yang terpenting, selalu berikan perawatan.
  • Baru saja mengalami gegar otak
Jangan berolahraga sampai dokter mengizinkan. Konkusi adalah cedera otak traumatis dan otak butuh waktu untuk benar-benar sembuh.

"Jika cedera kepala akibat olahraga sebelum cedera gegar otak telah sembuh total, lebih berisiko terkena kerusakan otak akibat pembengkakan," kata Rice.
  • Kambuh kembali parah
Jika mengalami luka berat karena olahraga kambuh, ketemu dokter. Gangguan ini biasanya bukan pertanda baik, apalagi jika rasa sakit terus dialami saat beraktivitas. Nyeri tiba-tiba membutuhkan perhatian medis segera.
  • Tidak tidur semalaman dan terlalu lelah berolahraga
Latihan pagi mungkin diperlukan setelah begadang semalaman dan perlu menambah energi. Tapi jika tubuh terasa sangat lelah, jangan berolahraga dan menemui dokter jika perlu. Kelelahan ekstrem bisa jadi pertanda penyakit.
  • Merasa sakit terakhir kali berolahraga
Jangan berolahraga sebelum menemui dokter untuk mencari tahu dan mengatasi luka-luka. Jika Anda memaksakan diri untuk berolahraga, itu bisa membuat luka parah. Meski sakitnya mereda setelah berolahraga, kemungkinan olahraga akan memperburuk rasa sakit yang dialami sebelumnya.
  • Sakit punggung
Perhatikan apa yang membuat rasa sakit mereda atau memburuk. Usahakan menghindari gerakan yang memicu rasa sakit agar cepat pulih. Jika rasa sakit terus berlanjut atau mengganggu aktivitas sehari-hari, temui dokter Anda.

  • Nyeri otot
Saat sakit otot, orang tidak boleh berolahraga, tapi harus dilakukan dengan intensitas cahaya seperti berjalan. Sebaiknya jangan berolahraga dan perbanyak sisanya jika rasa sakit menjadi parah. Jika nyeri otot disebabkan oleh terlalu banyak olahraga, hindari olahraga untuk sementara akan membuat otot pulih lebih cepat.
  • Hamil
Tanyakan kepada dokter Anda tentang program latihan yang aman. Yoga, berenang, berlari, dan olahraga dengan intensitas rendah bisa sangat bermanfaat selama kehamilan. Pastikan untuk tetap terhidrasi, istirahat dan hindari panas. Hindari olahraga yang menekan punggung dan perut. demikian artikel yang dapat saya sampaikan buat sahabat andi rezpati semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tampilkan Komentar