Penyebab Miopi

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/04/2017
Selamat pagi sahabat andi rezpati, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas sedikit informasi mengenai penyebab miopi atau rabun jauh. Karakter orang Asia rajin dan pekerja keras membuat interpretasi studi di daerah ini relatif tinggi. Namun harga yang harus dibayar untuk prestasi tersebut adalah tingginya tingkat kerusakan pada mata, terutama rabun jauh atau Myopi.

Saat ini, diperkirakan 80-90 persen siswa di Asia di beberapa kota besar di Asia menderita Myopi atau rabun jauh dan harus menggunakan kacamata minus. Kebanyakan dari mereka adalah di Asia Timur seperti Jepang, China dan Korea Selatan.

Bahkan menurut perkiraan ini, 10-20 siswa yang memiliki Myopi bisa dikategorikan beresiko kebutaan yang parah dan permanen.

Dalam sebuah artikel di jurnal Lancet, Profesor Ian Morgan dari Australian National University mengatakan bahwa salah satu penyebab utama adalah faktor pendidikan. budaya pekerja keras di kalangan masyarakat Asia membuat murid-muridnya cenderung untuk belajar terlalu rajin.

"Peningkatan kasus Myopi di Asia mungkin berhubungan dengan tingkat intensitas meningkat. Terutama dalam beberapa tahun terakhir, Asia Timur selalu mendominasi peringkat internasional dalam hal prestasi siswa," tulis Prof. Morgan.

Sementara belajar, siswa cenderung untuk membaca tanmpa sadar dalam jarak terlalu dekat untuk posisi yang lebih baik. Bahkan, jika dilakukan terus menerus, lensa mata akan melemah sehingga mudah terpengaruh Myopi atau sulit untuk melihat benda-benda di kejauhan.

Selain itu, kurangnya kegiatan di luar ruangan juga diyakini mempengaruhi tingkat tinggi rabun jauh atau Myopi di kalangan mahasiswa Asia.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa paparan sinar matahari yang cukup untuk menjaga kesehatan mata karena dapat meningkatkan dopamin di retina. Senyawa ini diyakini mengurangi Myopi risiko seperti yang telah ditunjukkan dalam primata.

Tampilkan Komentar