Peran Orangtua Terhadap Pola Makan Sehat Anak

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/30/2017

Sahabat andi rezpati, taukah anda hal kecil yang tidak kita sadari namun sering kita melakukannya setiap hari? Hati-hati pada orang tua karena apapun yang Anda lakukan dan makan akan dilihat dan disalin oleh anak-anak Anda. Begitu juga dengan ibu yang suka makan junk food atau makanan tak sehat lainnya. Jangan salahkan anaknya jika ia akan meniru kebiasaan anda itu.

Menurut sebuah penelitian, orang tua pola makan sehat di rumah bisa menjadi contoh terbaik untuk pembentukan makanan anak seperti yang dilakukan orang tua dan dimakan oleh anak-anak mereka yang diadopsi.

Secara khusus, para ilmuwan dari studi Michigan State University mengenai kebiasaan makan keluarga berpenghasilan rendah. Dari situlah, para periset menemukan bahwa ibu yang menginginkan anak-anaknya diet sehat harus menerapkan kebiasaan makan sehat untuk dirinya terlebih dahulu dan kemudian mendorong anak mereka untuk melakukan hal yang sama.

Justru orang tua yang menggunakan paksaan, pahala atau hukuman agar mendorong anak mereka untuk makan sayuran lebih sering malah gagal.

"Ibu harus berhenti memaksa atau membatasi diet mereka," kata pimpinan peneliti dan ahli gizi Profesor Sharon Hoerr.

"Lebih baik sang ibu menyediakan lingkungan makan yang sehat, menerapkan kebiasaan makan seimbang untuk dirinya sendiri dan diam-diam mengendalikan kualitas makanan anak-anak mereka dengan tidak membawa makanan yang tidak sehat ke dalam rumah."

Batasi makanan tertentu pada anak-anak saat orang lain memakannya bisa menyebabkan kebiasaan makan tidak sehat, tambahnya.

Kiat ini termasuk menjaga keteraturan makan dan nyemil anak-anak, menawarkan makanan sehat dengan porsi lebih kecil dan membiarkan anak memutuskan sendiri berapa banyak makanan.

Anak-anak yang lebih suka bermain-main dengan makanan atau makan junk food hanya boleh dibujuk dengan lembut dan malah berteriak.

"Untuk menangani anak-anak yang pemakan pilih-pilih, cara terbaik adalah membujuk dan mendorong mereka untuk makan daripada meneriakinya," saran Hoerr dalam hasil sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition ini.

"Cara lain untuk membuat mereka tertarik untuk memiliki diet seimbang adalah membawa mereka ke toko kelontong atau taman, bantulah mereka memilih makanan baru untuk dicoba dan memungkinkan mereka membantu Anda memasak di rumah. Demikian sedikit informasi yang dapat saya bagikan buat sahabat andi rezpati semoga artikel ini bisa bermanfaat buat para sahabatku dan juga para pengunjung situs andi rezpati dimanapun kalian berada.

Tampilkan Komentar