Rasa Sakit Setelah Melahirkan

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/20/2017

Selamat pagi sahabat Andi Rezpati, pada kesempatan kali ini saya membahas menganai Beberapa Sakit Umum Setelah Melahirkan yang dirasakan semua wanita setelah melahirkan. Pasca bersalin tubuh ibu akan mengalami beberapa perubahan secara alami. Perubahan ini adalah seperangkat proses yang dibutuhkan tubuh untuk pemulihan dan penyesuaian kondisi fisik kehamilan ke masa nifas dan menyusui. Ada beberapa perubahan yang wajar yang dialami ibu pascabersalin dan merupakan sesuatu yang tidak patut dikhawatirkan.

Namun, kurangnya informasi tentang proses perubahan yang terjadi akan menimbulkan kegelisahan dan bahkan wanita nakal merasa tidak nyaman karena rasa sakit yang kadang dirasakan. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui beberapa penyebab rasa sakit pada ibu setelah melahirkan sebagai berikut:

1. Sakit perut (rahim)
Selama kehamilan, rahim ibu akan membesar seperti ukuran janin. Begitu bayi lahir maka rahim perlahan akan menyusut dan menyusut sebanyak pir kecil. Kembalinya ke bentuk semula dari rahim ini disertai dengan rasa seperti kram di perut.

Dalam kebidanan disebut kontraksi uterus. Kontraksi uterus diperlukan agar cepat mengecilkan rahim dan pembuluh darah yang terluka saat pelepasan plasenta dari dinding rahim bisa segera dimatikan lagi, sehingga tidak ada pendarahan. Terkadang, sensasi rasa sakit semakin terasa seperti kram saat menyusui, ibu tidak perlu khawatir karena meski dengan stimulasi mengisap bayi akan membantu pelepasan hormon oksitosin yang membantu kontraksi rahim.

Dengan demikian, tidak mengherankan bila ibu menyusui rahim akan pulih lebih cepat dan terhindar dari risiko pendarahan juga. Gunakan gurita yang nyaman, sering buang air kecil dan lakukan relaksasi saat rasa sakit atau kram muncul.

2. Nyeri payudara
Pasca melahirkan setelah dua atau tiga hari ibu pascamelahirkan akan mulai merasakan payudaranya sedikit tegang dan kenyang. Tentang nyeri payudara dan bengkak sedikit. Dalam keadaan seperti ini, payudara telah memprakarsai fungsinya menghasilkan susu untuk bayi. Produksi susu akan banyak hari lagi. Oleh karena itu, dibutuhkan eksploitasi bayi secara teratur sejak lahir, yaitu dengan inisiasi menyusui dini.

Pada beberapa wanita pascamelahirkan, setiap orang mengalami pembesaran kelenjar susu ke daerah sekitar ketiak. Tak perlu khawatir itu bukan penyakit atau kelainan, namun karena aktivitas hormon yang menghasilkan susu untuk bayi. Bagian puting juga sedikit keras dan sensitif. Gunakan bra yang nyaman, lakukan kompres hangat di payudara dan sering bersihkan tentang menyusui untuk menghilangkan rasa sakit.

3. Nyeri perineum dan pembengkakan pada vagina
Pada saat latihan duduk dan berjalan pascabersalin, ibu mungkin mengalami sedikit keluhan nyeri baik bekas kelahiran atau keluhan bengkak atau lecet di vagina. Tak perlu khawatir, dalam keadaan dimana bagian tubuh mengalami robeknya saraf di sekitar luka akan sangat sensitif dan ada rasa sakit, namun yang lebih aktif, rasa sakitnya akan menurun.

Dalam keadaan bengkak atau lepuh di vagina mungkin sedikit mengganggu kenyamanan saat ibu, jangan khawatir ini adalah hasil penindasan kepala bayi saat lahir. Keadaan pembengkakan pada vagina perlahan akan mengempis dan kembali ke bentuk semula. Lakukan latihan relaksasi sambil duduk dalam-dalam atau jalan untuk mengurangi rasa sakit. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengenakan perban dengan benar, jaga kebersihan jahitan, jika perlu, lakukan rendam air hangat untuk mengurangi rasa sakit.

4. Wasir yang menyakitkan atau timbunan
Pada saat persalinan kadang kala mengarah pada wasir (tumpukan) yang mempengaruhi ibu sebelumnya yang berada di luar rektum dan merasakan sakitnya. Dengan penanganan kompres air hangat berendam akan membantu mengurangi rasa sakit. Bila perlu bidan dan dokter akan membantu menggunakan jeli pelumas untuk masuk kembali wasir. Menjaga kebersihan daerah sekitar anus dan jangan takut buang air besar atau tegang.

Semua penyebab rasa sakit bisa dikurangi dengan mengalihkan perhatian pada perawatan ibu si bayi. Bila semakin terkonsentrasi rasa sakitnya, maka keluhan akan semakin mengganggu kenyamanan. Hiduplah semua dengan hati yang rela sebagai seorang ibu. Terapi atau pengobatan nyeri tidak selalu diperlukan sejauh ibu mampu mengatasi relaksasi dan untuk memahami penyebabnya. Nah itu tadi sedikit informasi yang mungkin bisa bermanfaat buat para pengunjung situs Andi Rezpati, jangan lupa bagi artikel ini kepada teman atau keluarga kalian agar artikel ini bisa bermanfaat uga buat yang lainnya.

Tampilkan Komentar