Efek Kelebihan Dosis Paracetamol

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   5/01/2017

Sahabat andi rezpati, berhati-hatilah kalian jika meminum obat yang mengandung dosis tinggi karna itu sangat berbahaya buat kesehatan tubuh kalian, pada postingan ini saya membahas mengenai dampak kelebihan dosis parasetamol. Parasetamol bisa menjadi obat penghilang rasa sakit yang banyak digunakan oleh masyarakat. Tapi karena sangat populer diperkirakan jutaan orang berisiko overdosis parasetamol.

Hampir seperempat orang dewasa menyalahgunakan obat parasetamol karena melebihi batas yang disarankan. Kondisi ini membuat para ilmuwan memperingatkan adanya risiko overdosis obat penghilang rasa sakit ini.

Waspadai Bahaya Orang Minum Obat Parasetamol Peneliti dari Universitas Northwestern di Chigago mengungkapkan overdosis parasetamol dapat menyebabkan segala macam masalah dan kecelakaan atau kerusakan hati akut. Salah satunya adalah koonsekuensi overdosis yang bisa menyebabkan gagal hati fatal penumpukan cairan di otak.

Sebagian besar pengguna parasetamol mengabaikan instruksi yang diberikan pada pak obat tersebut, terutama orang lanjut usia yang lupa berapa banyak tablet yang diambil. Dokter biasanya menganjurkan dosis harian maksimal adalah 8 tablet parasetamol 500 mg yang dikonsumsi tidak lebih dari 2 tabket sekali dalam kurun waktu 4 jam.

Studi tersebut, yang dipimpin oleh Dr. Michael Wolf dan rekannya mewawancarai 500 pasien dewasa yang mendapat perawatan di klinik pengobatan umum rawat jalan di Atlanta, Georgia, Chicago dan Illinois antara bulan September 2009 sampai Maret 2011.

Para ilmuwan menemukan hampir seperempat dari peserta yang berisiko overdosis pada parasetamol penghilang rasa sakit dengan menggunakan satu produk seperti yang dikonsumsi melebihi 4 gram dalam 24 jam.

Kira-kira 5 persen peserta melakukan kesalahan serius sejak mengonsumsi parasetamol dengan dosis lebih dari 6 gram, sementara hampir separuh partisipan berisiko overdosis karena mengonsumsi dua jenis obat yang mengandung asetaminofen.

"Temuan ini menunjukkan bahwa banyak konsumen tidak dapat mengenali atau membedakan bahan aktif obat pereda sakit OTC dan tidak selalu mengikuti petunjuk pada label," kata Dr. Wolf.

Dr Wolf mengatakan hal ini dapat menimbulkan risiko efek samping yang signifikan dan bisa menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius dan memerlukan perhatian segera. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan secara online di Journal of General Internal Medicine. Demikian artikel yang dapat saya sampaikan buat sahabat andi rezpati semoga bisa bermanfaat buat para sahabatku dan juga para pengunjung situs andi rezpati.

Tampilkan Komentar