Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   5/12/2017

Selamat pagi sahabat andi rezpati, pada kesempatan ini saya kan membahas mengenai tanda-tanda gangguan kesehatan mata pada anak. Gejala masalah penglihatan bisa terjadi pada seseorang sejak ia masih balita. Karena itu, Anda perlu mengenali tanda-tanda penglihatan yang terganggu di mata sebelum terlambat dan balita Anda semakin parah.

Tanda-tanda Dan Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita

Balita Anda mungkin tidak mengalami kondisi mata dengan membaca grafik huruf, jadi Anda perlu melakukan evaluasi dasar terhadap kondisi mata anak Anda. Hal ini perlu dilakukan, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga masalah mata.
Terhadap tanda-tanda masalah penglihatan yang mungkin terjadi pada balita anda, sebagai berikut:
  1. Mata tidak bergerak serempak masuk
  2. Pusing atau kehilangan keseimbangan
  3. Mual, kehilangan nafsu makan, muntah dan sakit perut
  4. Duduk terlalu dekat dengan TV saat menonton acara favorit
  5. Memicingkan mata atau memiringkan kepala ke satu sisi saat dia melihat sesuatu
  6. Sering menggosok mata, atau sering menangis tanpa alasan yang jelas
  7. Sakit kepala, tanda seperti itu sering menahan kepala balita Anda, mengerutkan kening, dan tidak menyukai suara terang atau suara keras
Jika balita Anda memiliki gejala ini, balita mungkin mengalami beberapa masalah penglihatan berikut ini:
  • Kesalahan bias
Kesalahan refraksi terjadi jika anak Anda memiliki bentuk kornea yang tidak beraturan dan mendistorsi apa yang dilihatnya. Kesalahan refraksi yang umum adalah rabun jauh, rabun dekat dan astigmatisme.

Ninksightedness adalah kondisi mata yang hanya bisa melihat benda dari jarak dekat dan tidak jelas kapan harus melihat benda-benda yang jauh. Sebaliknya, rabun dekat hanya bisa melihat benda dengan jelas jika letaknya jauh dan kabur jika melihat benda dekat dengan matanya.

Sedangkan astigmatisme kornea adalah ketidakmampuan untuk fokus yang menyebabkan penglihatan kabur. Cara membantu balita yang menderita kondisi ini adalah dengan menggunakan kacamata.
  • Strabismus atau mata silang
Strabismus adalah kondisi di mana mata tidak sejajar atau dalam arah yang sama sehingga tidak bisa bergerak serentak. Hal ini biasanya disebabkan oleh otot mata yang lemah pada satu mata.

Semakin dini Anda mengetahui gejala strabismus, semakin kecil kemungkinannya hal itu akan menyebabkan masalah mata lebih lanjut. Pengobatan biasanya beberapa anak mengenakan penutup mata pada mata yang lebih kuat selama beberapa jam sehari untuk melatih mata yang lebih lemah agar bekerja lebih baik.

Anda juga bisa meletakkan tetes ke mata mata balita Anda untuk mengaburkan mata yang kuat dan memaksa mata yang lebih lemah untuk bekerja lebih keras. Dokter mungkin meresepkan kacamata khusus yang dirancang untuk membantu menyelaraskan mata dengan benar.

Dokter juga mungkin menyarankan latihan mata untuk menguatkan otot mata yang lemah. Jika perawatan ini tidak bekerja, salah satu caranya adalah dengan melakukan operasi.
  • Amblyopia atau mata malas
Amblyopia sering terjadi saat anak mengalami strabismus tidak diobati. Otak beradaptasi dengan gambar yang ditangkap oleh strabismus mata, akibat otak tidak belajar melihat dengan baik mata yang lemah.

Pengobatan untuk ambliopia mirip dengan pengobatan strabismus. Pilihan meliputi tetes mata, penopang mata, kacamata khusus, atau pembedahan. Sahabat andi rezpati, jika salah satu tanda tersebut dialami oleh anak kalian maka segeralah kedokter untuk melakukan pengobatan, agar nantinya cepat tertangani dan tidak telat dalam pengobatan.

Tampilkan Komentar