Hukum Menghisap Kemaluan Menurut Islam

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   5/29/2017

Selamat pagi sahabat andi rezpati, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai hukum oral menurut islam. Hukum jilat kemaluan pasangan atau hukum islam istri menghisap kemaluan suami dan sebaliknya dalam pandangan  islam. Menurut Syaikh Ali Hasan Al-Halaby hafizhohulloh, bahwa mulut dan lidah adalah tempat beribadah baik berupa dzikir, doa, membaca al-qur’an dan beramar ma’ruf nahi mungkar.

Bolehkan istri menghisap kemaluan suami dan apa hukumnya jika istri menghisap kemaluan suami? adapun hukum menghisap kemaluan istri atau suami sebagai berikut ini.

Hukum menjilat kemaluan isteri atau Hukum menghisap kemaluan tidak diperbolehkan dalam Islam dikarenakan kemaluan adalah tempat munculnya najis misalnya air kencing dan madzi. Dan tidak sepantasnya hal yang tempat yang mengeluarkan yg baik (verbal) bercampur menggunakan tempat yang mengeluarkan yang buruk (kemaluan). Intinya dia menjawab akan keharaman berkaitan dengan oral seks. Berikut ini adalah fatwa yang menjelaskan berkaitan dengan hukum menghisap kemaluan dalam Islam atau aturan islam istri menghisap kemaluan suami maupun hukum islam suami menghisap kemaluan istri :

Apa hukum istri menghisap kemaluan suami atau apa hukum suami menghisap kemaluan istri?
yuk simak bebrapa fatwa dibawah ini untuk mengetahui hukum menghisap kemaluan menurut Islam.
  • Fatwa Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdirrahman Al Jibrin

Ketika ditanya oral seks, dia menjawab, “Boleh, tetapi dimakruhkan. Karena asalnya suami istri boleh bersenang-bahagia satu dan lainnya, menikmati semua badan pasangannya kecuali bila terdapat dalil yang melarang. Boleh antara suami istri menyentuh kemaluan satu & lainnya menggunakan tangannya dan memandangnya. Akan tetapi, mencium kemaluan semacam itu tidak disukai oleh jiwa karena terdapat cara lain  yg lebih menyenangkan.”
  • Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Dalam buku Sutra Ungu, Abu Umar Basyir mengutip jawaban Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika ditanya tentang oral seks. Beliau menjawab, “Itu perilau kurang bagus, tetapi hukumnya boleh-boleh saja.
  • Fatwa Syaikh Yusuf Al Qardhawi
Dikutip berdasarkan buku Bahagianya Merayakan Cinta, Syaikh Yusuf Al Qardhawi berfatwa bahwa oral seks diperbolehkan menggunakan kondisi menghindari madzi supaya nir terjilat atau tertelan, serta memperhatikan kebersihan ekspresi dan kemaluan karena jika nir terjaga kebersihannya, terdapat potensi bakteri yang membahayakan kesehatan.

Pada dasarnya sepasang suami-istri boleh bersenang-senang  dengan saling menikmati semua badan antara satu sama lainnya kecuali jika terdapat dalil yang melarangnya. Akan namun perbuatan tersebut tidak disukai (makruh) karena masih ada alternatif yang lebih baik & menyenangkan.
Di lain sisi jika seks berkaitan dengan mulut membawa efek bahaya bagi pasangan, maka sudah seharusnya dijauhi karena mengingat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah  bersabda:
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
“Tidak boleh memulai memberi imbas jelek (mudhorot) dalam orang lain, begitu juga membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih)

Apa hukum oral seks? mari kita simak penjelasan dari beberapa ahli berikut ini :
  • Mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al-Allämah Ahmad bin Yahyä An-Najmï hafizhahulläh menjawab menjadi berikut, “Adapun isapan istri terhadap kemaluan suaminya (berkaitan dengan oral sex), maka ini merupakan haram, nir dibolehkan. Lantaran beliau (kemaluan suami) bisa memencar. Kalau memencar maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut kesepakatan  (ulama’). Apabila (air madzy itu) masuk ke pada mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan mengakibatkan penyakit baginya. Dan Syaikh Ibnu Bäz rahimahulläh telah berfatwa tentang haramnya hal tadi -sebagaimana yg saya dengarkan langsung menurut dia-.”
Penjelasan
Memang sahih pria yang terangsang maka penis atau kemaluannya akan mengalami  ereksi & apabila terus terangsang usang-kelamaan akan mengeluarkan madzi, (cairan bening yg lengket yg keluar saat ada syahwat) begitupun perempuan   yg terangsang, vaginanya akan keluar madzi. Dan jika seseorang istri mengulum penis suaminya maka  verbal istrinya akan terkena air madzi suaminya. Begitupun seorang suami yang menjilati vagina istrinya makan mulutnya akan terkena madzi istrinya. Ini merupakan suatu realita, baik mereka menyadarinya ataupun nir saat madzi keluar.  Dan Madzi adalah najis. Seorang muslim harusnya merasa jijik dengan najis. Dan harusnya membersihkan dirinya menurut najis. Tapi orang-orang yang melampaui batas berdasarkan kalangan pelaku oral seks, yg memperturukan hawa nafsunya, mereka malah meminumnya/menelannya. Padahal berobat dengan memakan atau meminum najis itu diharamkan dalam agama islam yg hanif ini.
  • Muhaddits & Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh Al-’Allämah Muhammad Näshiruddïn Al-Albäny rahimahulläh menjawab: “Ini merupakan perbuatan sebagian hewan, misalnya anjing. Dan kita punya dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasül melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) hewan-hewan, misalnya embargo beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, & menoleh seperti tolehan srigala, dan mematuk misalnya patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi jua bahwa Nabi shallallähu ‘alaihi wa sallam telah melarang buat tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga berdasarkan makna embargo tadi pelarangan tasyabbuh menggunakan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah kemudian-, apalagi fauna yang telah diketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seseorang muslim -& keadaannya seperti ini- merasa tinggi buat menyerupai fauna-fauna.”
Penjelasan
Tasyabuh dengan binatang.  Saya nir memahami apakah anjing melakukan oral seks? Namun saya memahami jikalau dikampung, jikalau orang-orang sedang mengawinkan domba, maka aku  melihat domba jantan akan mencium dan menjilat vagina domba betina. Tujuannya merupakan buat merangsang/menimbulkan birahi & syahwat. Dan bukankah galat satu tujuan oral seks pula seperti itu?.  Manusia memang tidak selaras menggunakan fauna. Manusia mempunyai fitroh, nilai dasar, adab dan rasa jijik. Sedangkan hewan tidak memilikinya. Seorang muslim pula tidak selaras menggunakan orang kafir & orang barat. Islam yang paripurna mengatur segala urusan manusia, rapikan cara buang air & rapikan cara bersetubuh jua diatur pada islam. Sedangkan kepercayaan  lain tidak.
  • Salah seorang ulama besar  kota Madinah, Asy-Syaikh Al-’Allämah ‘Ubaid bin ‘Abdilläh bin Sulaimän Al-Jäbiry hafizhahulläh menjawab:  “Ini merupakan haram, lantaran beliau termasuk tasyabbuh dengan hewan-hewan. Namun poly pada kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh kasus-kasus yang rendah lagi gasal menurut syari’at, nalar dan fitrah misalnya ini. Hal tadi karena ia menghabiskan waktunya buat mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau televisi yg rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban buat menghormati istrinya dan jangan beliau bekerjasama dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Kalau beliau bekerjasama dengannya selain dari loka yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas & bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallähu ‘alaihi wa sallam.”
Penjelasan
Oral seks adalah suatu yanga rendah lagi gasal dari syari’at, nalar dan fitrah insan. Penis seorang suami tempatnya merupakan di vagina istrinya, jika ditempatkan pada ekspresi maka ini adalah sesuatu yang aneh dan ganjil . Mulut yang dipakai untuk membaca qur’an & berdzikir (beribadah) lalu digunakan buat berkaitan dengan oral seks yang mengeluarkan najis maka ini merupakan sesuatu yang rendah. Akal & fitrah insan yg belum rusak pun akan merasa jijik menggunakan berkaitan dengan oral seks. Oral seks masuk ditengah-tengah kaum muslimin tentunya lantaran beredarnya film & video porno, acara televisi yang rusak, novel atau cerpen jorok yang semuanya berkiblat dari orang barat dan orang kafir. Seorang suami wajib  memuliakan & menghormati istrinya, & seseorang istri jua wajib  memuliakan suaminya, antara lain menggunakan menempatkan kemaluannya ditempat yang Alloh dan rosulnya perintahkan yaitu kemaluan pasangannya. Apabila menempatkan kemaluan pada selain menurut tempat yg Allah halalkan baginya maka tergolong perbuatan yang melampaui batas & maksiat.

Sahabat andi rezpati perlu kita ketahui bahwa melakukan hubungan  Seks dengan istri atau suami kita adalah halal dan bernilai ibadah. Sedangkan Orang yang melakukan oral seks adalah haram dan bernilai maksiat. Bukankah Alloh azza wa jalla berfirman “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu , sedang kamu mengetahui” (QS.al-Baqarah:42). Sahabat andi rezpati cukup sampai disini penjelasan dari saya semoga sahabatku yang di rahmati Allah bisa memahi tentang oral sex ini dan semoga artikel ini bisa bermanfaat buat kita semua.

Tampilkan Komentar