Inilah Pengertian Hakikat Pantang Menyerah dan Ulet

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   5/14/2017
Selamat Pagi para sobat Andi Rezpati. Dan postingan kali ini mengenai Pengertian Sikap Pantang Menyerah dan Ulet. Sikap pantang menyerah dan ulet harus dimiliki seorang pembisnis atau penguasa jika tida maka usaha atau bisnis yang dijalaninya akan mengalami kebagkrutan atau tidak akan berjkembang. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hakikat sikap pantang menyerah dan ulet silahkan baca artikel berikut ini:


Mendeskripsikan kegiatan usaha sesuai hakikat sikap pantang menyerah dan ulet, Sikap pantang menyerah adalah tatanan pikiran yang tak terpecahkan dalam menghadapi berbagai rintangan, biasanya berjalan sulit untuk memahami keinginan, dan mengharapkan keterbatasan / keterbatasan yang biasanya ada dalam aktivitas yang harus dihadapi. Dalam wirausaha harus tertangkap bahwa sikap menyerah sebelum mencapai tujuan adalah orang-orang yang gagal dan tidak pernah bisa meraih prestasi.

Komitmen akan mendororong rasa percaya diri, dan semangat kerja, menjalankan tugas menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan peningkatan kualitas phisik dan psikologi dari hasil kerja. Apa itu komitmen? Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri yang tercermin dalam tindakan kita (tidak mudah putar haluan).

Bagi seorang entrepreneur, sikap pantang menyerah dan pola pikir yang tangguh adalah pola pikir yang tidak mudah putus asa dalam menghadapi berbagai keterbatasan, terus berlari sulit mewujudkan tujuannya, berharap rintangan / rintangan terus ada dalam setiap kepentingan yang harus dihadapi.


Sebagai generasi kita harus meniru pola pikir pantang menyerah yang diwarisi oleh nenek moyang yang memungkinkan sobat menjaga kohesi dan integritas bangsa Indonesia. Beriku penjabarannya :

HAKIKAT  SIKAP PANTANG MENYERAH DAN ULET

1. Pengertian Hakikat Pantang Menyerah & Ulet
Pada Hakikatnya sikap pantang menyerah dan giat merupakan usaha wirausahawan yg andal penuh semangat, nir putus asa, bertenaga kerja keras & tidak menyerah. Seorang wirausaha memiliki impian tinggi buat sukses didalam mengelolah aktivitas usahanya/ bisnisnya, impian wirausahawan yg sangat tinggi buat sukses didalam mengelola kegiatan usaha/ bisnisnya akan sebagai pendorong & daya tahan dalam menghadapi segala rintangan, hambatan, cobaan & kendala pada berwirausaha.

Adapun yang dimaksud dengan giat adan andal, kuat dan tidak gampang putus harapan, para wirausahawan didalam mengelola kegiatan usahanya selain harus giat diperlukan pula supaya jangan loyo , mudah putus asam, pasrah, menyerah dan tidak mau berjuang. Para wirausahawan harus berambisi ingin maju (ambitition drive) didalam melaksanakan aktivitas usaha/ bisnisnya.

Adapun yang dimaksud putus harapan dalam mengelola bisnis merupakan wirausahawan itu nir punya asa lagi didalam berwirausaha.

Dalam menghadapi global usaha yg penuh ranjau-ranjau kongkalikong , korupsi & nepotisme, seorang wirausahawan memerlukan semangat nir putus harapan & giat dan penuh ketabahan buat memulai liku-liku rintangan didalam usaha/ bisnisnya, selalu berusaha mencari jalan yg lebih baik buat maju & mencapai sukses. Akan namun, tentu saja sikap kerja pantang menyerah dan ulet  pada mengelola aktivitas bisnis/ bisnisnya harus ditunjang sang pengorbanan, perjuanan, semangat & kepercayaan  dalam diri para wirausahawan sendiri.


Sikap kerja pantang menyerah dan giat pada berwirausaha pada hakikatnya adalah sinar jelas keberhasilan pada menjalankan kehidupan usahanya baik buat diri wirausaha, keluarganya juga buat masyarakat. Seorang wirausahawan yg memiliki perilaku kerja pantang menyerah dan giat didalam usahanya dalam hakekatnya adalah orang yang nir mengenal lelah didalam berwirausaha. Adapun faktor-faktor yang bisa mendukung sikap kerja pantang menyerah dan giat pada kegiatan bisnis atau usaha para wirausahawan yaitu sebagai berikut :

Bekerja dengan penuh keyakinan, penuh semangat, pantang menyerah dan ulet  dalam berwirausaha. 
  • Bekerja menggunakan penuh ketekunan & memiliki tekad yg terarah pada berwirausaha 
  • Bekerja dari kemampuan, bakat, minat, pengalaman, pendidikan dan kesanggupan pada berwirausaha 
  • Bekerja penuh semangat, penuh kegairahan dan penuh ketabahan dalam berwirausaha.
2. Kepemimpinan pada kerja pantang menyerah dan giat
Pada umumnya kegagalan dalam mengelola kegiatan bisnis/ usaha disebabkan sang faktor kepemimpinan yang tidak efektif, misalnya ketidak mampuan wirausahawan dalam memimpin perusahaan dan para karyawannya serta kelemahand alam hal kerjasama.

Kepemimpinan yang efektif menuntut seseorang wirausahawan buat selalu melaksanakan kegiatan bisnis/ bisnisnya dengan penuh semangat, penuh perhatian, bertanggung jawah dan selalu menandakan sikap kerja pantang menyerah & ulet . Seperti kita ketahui, betapapun canggihnya teknologi, kegiatan usaha nir akan berhasil bila manusia-insan atau orang-orang yg menjalankan usaha tersebut merupakan mereka-mereka yg pemalas, selalu menyerah, nir ulet , apatis & selalu putus harapan. Arti krusial efektivitas kepemimpinan didalam penerapan kerja pantang menyerah & ulet  merupakan arti akan membawa keberhasilan didalam berwirausaha. Disini ada 5 (5) variabel utama yg tercakup pada menerapkan kegiatan usaha sesuai hakikat sikap pantang menyerah dan ulet didalam kepemimpinan yakni :

  1. Mempunyai komitmen tinggi didalam bekerja
  2. Mempunyai pandangan hidup kerja yg tinggi
  3. Menyangkut distribusi kekuasaan didalam bekerja
  4. Melibatkan orang lain didalam bekerja
  5. Menyangkut kenamaan impak pada menyerahkan para karyawan perusahaan
Dengan membuktikan sikap kerja pantang menyerah dan ulet , dalam hakikatnya akan melahirkan mental didalam kepemimpinan. Juga adanya kepemimpinan yg unggul, maka orientasi wirausahawan akan tertuju dalam sasaran pada kegiatan usahanya, hubungan kerjanya dan aktifitasnya.

3. Karakteristik dalam perilaku pantang menyerah dan giat

Karakteristik wirausaha yang baik akan membawa kearah kebenaran & keselamatan perilaku kera pantang menyerah & giat, serta akan mempertinggi derajat & prestise wirausahawan. Karakteristik lainnya yang perlu dipahami dan dipelajari merupakan adanya teknik mawas diri, umpan pulang, tanggapan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan monyet keras & ulet . Karakteristik wirausahawan yg baik didalam berwira usaha merupakan usaha yg menunjukan sikp pantang menyerah, giat, pekerja keras, optimis & enerjik didalam mengelola aktivitas usahanya.

Adapun karakteristik para wirausahawan yang baik & perlu dikembangkan supaya sanggup menunukan sikap monyet pantang menyerah & giat yaitu menjadi berikut :

  • Kera keras, ulet  & disiplin
  • Mandiri & realistis
  • Prestatif & komitmen tinggi
  • Belaar berdasarkan pengalaman 
  • Berfikir positif & bertanggung jawab
  • Memperhitungkan resiko usahag. 
  • Mencari jalan keluar dari setiap permasalahanh.
  • Merencanakan sesuatu sebelum bertindak
  • Kreatif & inovatif
  • Kerja efektif & efisien
4. Kerja keras dalam perilaku pantang menyerah dan ulet 
Dedikasi seseorang wirausahawan yang bekerja keras dan menerangkan perilaku pantang menyerah & giat terhadap kegiatan bisnis/ bisnisnya sangat tinggi bahkan kadang-kadang ia akan mengorbankan hubungan menggunakan keluarganya buat sementara. Ia selalu memperhatikan kegiatannya semata-mata buat kemauan & keberhasilan aktivitas wirausahanya. 

Adapun jenis pekeraan yang dilakukannya, profesi apapun yg dihadapinya, para wirausahawan selalu sanggup melihat ke depan dan berjuang buat mencapai sukses dahulu karirnya.Kerja keras (capssity for hardwork) para wirausahawan merupakan perjuangan yg membuktikan perilaku kerja pantang menyerah & giat, monyet keras, percaya diri, dan optimis.


Merancang kegiatan usaha sesuai hakikat sikap pantang menyerah dan ulet, Menurut Murphy & Peek (1980:8) guna mencapai sukses saya karier, seseorang wajib  memulai dengan sikap pantang menyerah dan ulet , selain itu wajib  diikuti dengan tekad yang kuat dalam mencapai tujuan pengelolaan kegiatan usahanya. Wirausahawan wajib  bisa bekerja sama menggunakan orang lain, berpenampilan baik, tepat dalam menciptakan keputusan, memiliki dorongan ambisi & pintar berkomunikasi.Perjuangan yg pertanda perilaku monyet pantang menyerah & giat merupakan nir boleh berpangku tangan & mengharapkan rejeki hanya dengan berdoa saa tanpa bekerja dan berusaha. Seperti kita ketahui bahwa berdoa tanpa usaha monyet keras & pantang menyerah nir terdapat gunanya didalam berwirausaha.


B. Mengelola Pertarungan

1. Mengidentifikasi konflik Penyebab permasalahan usaha merupakan kontradiksi, perselisihan, percekcokan dan ketidaksamaan pendapat pada usaha / usaha. Pengalaman wirausahawan mengelola penyebab perseteruan pada usaha/ bisnisnya, ada hubungannya menggunakan famili, sahabat dan para karyawannya.Persiapan para wirausahawan terhadap kasus pertarungan merupakan kesediaan menerima tanggung jawab pribadinya atas akibat pengelolaan pertarungan bisnis/ bisnisnya, meskipun kasus pertarungan yang terdapat di dalam dan pada luar perusahaan selalu terdapat, tetapi para wirausahawan harus mendapat tanggung jawab atas keputusannya sendiri. 

Hal ini berarti wirausahawan didalam mengelola usaha/ usaha yg sedang ada perkara pertarungan, perlu menganalisis diri sendiri pada hubungannya menggunakan lingkungan kerjanya, umumnya prilaku para wirausahawan pada mengelola konflik dalam bisnis/ bisnis selalu berkaitan menggunakan :

  1. Pengambilan resiko pada perkara permasalahan dan berkaitan dengan kreativitas dan inovatif
  2. Pengambilan resiko pada perkara perseteruan berkaitan erat menggunakan agama dalam diri sendiri
  3. Pengetahun realistis para wirausaha mengenai kemampuan mengelola perseteruan dalam bisnis/ bisnisnya.
Adapun yg mengakibatkan permasalahan dalam umumnya merupakan para usahawan tidak mampu memimpin para karyawannya, tidak bisa bekerja sama menggunakan orang lain & tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri, disamping itu keadaan lingkungan (baik internal juga eksternal) jua dapat mengancam keberlangsungan bisnis/ bisnisnya, misalnya berupa tanggapan-tanggapan atau gangguan-gangguan.

Pada umumnya penyebab adanya masalah permasalahan dalam usaha/ usaha itu karena lemahnya pengelolaan usaha/ bisnisnya, begitu juga sifat ini para pesaing bisnis/ bisnis akan menyebabkan kasus konflik yg menunjuk pada krisis dan tindak kriminal. Persaingan yg nir sehat mengakibatkan kasus pertarungan, dapat dihadapi sang para wirausahawan dengan mencari sela-sela yang aman dalam berusaha (market niching). 

Ada beberapa informasi yg perlu diperhatikan sang para wirausahawan yaitu :

Wirausahawan kurang dibiasakan buat bersaing

Semangat bersaing itu bukan buat berkonflik atau saling membunuh didalam usahanya

2. Mengidentifikasikan Masalah Perseteruan

Pengidentifikasian pertarungan bisnis/ usaha antara lain merupakan ;
  • Kerugian bisnis/ usaha
  • Ketidak pastian usaha/ bisnis
  • Penyimpangan usaha/ bisnis
  • Probabilitas didalam bisnis/ bisnis dengan yang diharapkan
Ada beberapa faktor ekonomi macro dapat mengakibatkan masalah konflik eksternal perusahaan dipengaruhi oleh adanya :
  • Kenaikan pajak berdasarkan pemerintah
  • Peraturan-peraturan berdasarkan pemerintah
  • Perusahaan pesaing mengobral harga produknya
Adapun mengidentifikasian perseteruan internal perusahaan yang berhubungan dengan aspek SDM menjadi berikut :
  • para eksekutif zenit dan pekerja
  • para karyawan perusahaan
  • hubungan industri & perselisihannya
  • tidak beretika pada berbisnis
3. Manfaat konflik usaha Manfaat adanya pertarungan usaha Bertambah akbar bisnis/ bisnisnya, maka akan bertambah juga kasus permasalahan dalam bisnis/ bisnisnya, sehubungan menggunakan hal tersebut para wirausahawan hendaknya tidak perlu takut merogoh keputusan pada pertarungan dan wajib  bersedia merogoh resikonya.

Adapun manfaat adanya permasalahan bagi para wirausahawan merupakan sebagai berikut :

  • bisa menaikkan keyakinan wirausahawan bahwa bisnis/ bisnisnya akan berhasil
  • menjadi pandai  dalam membuat keputusan pada usaha/ bisnisnya
  • bisa meningkatkan ambisinya buat maju pada menyebarkan usaha/ bisnisnya
  • sebagai pintar berkomunikasi menggunakan para konsumen & para pelanggan
  • mempunyai komitmen tinggi pada tugas
  • mau bertanggung jawab dalam usaha/ bisnisnya
  • merasa yakin, kreatif & inovatif pada usaha/ bisnisnya
  • selalu toleransi pada mengahadapi resiko konflik & ketidakpastian dalam bisnis/ bisnisnya
  • selalu berorientasi kemasa menggunakan & mau belajar menurut akibat pertarungan
  • dapat meningkatkan kerja keras pantang menyerah dan ulet .Memanfaatkan dan cara mengatasi pertarungan positif usaha
Dalam menghadapi imbas konflik positif yg paling baik penting bisnis buat para wirausahawan merupakan menerapkan dengan niscaya struktur kekuatan dan kelebihan perusahaannya. Adapun bidang bisnis/ bisnisnya yg dikelola wirausahawan, niscaya akan terdapat pertarungan positif atau memiliki potensi dalam suatu saat akan sebagai pesaing.

Adapun cara untuk mengatasi & memanfaatkan pertarungan positif merupakan sebagai berikut :


Memetakan seperangkat prosedur operasi, disini wirausahawan harus memberi penjelasan mengenai apa yg akan dilakukan sang para karyawan perusahaan dalam melaksanakan tugasnya

Merumuskan kebijaksanaan perusahaan, disini kebijaksanaan wirausahawan selangkah wajib  lebih maju dari dalam prosedur operasi

Agar lebih kentara, dibawah ini dimuat cara mengatasi & memanfaatkan konflik positif merupakan menjadi berikut :
  • Memastikan kemampuan pada memanfaatkan permasalahan positif & usahanya
  • Menyadari bahwa tujuan awal yg akbar pada usahanya sering nir bijaksana.
  • Membentuk Cross functional team bisnis
  • Mengumpulkan masukan perseteruan positif mutahir
  • Menyusun berita & argumentasi permasalahan positif
  • Menyajikan alternatif-alternatif keputusan buat mengatasi dan cara memanfaatkan masalah permasalahan positif dalam bisnis
Kesimpulan cara memanfaatkan pertarungan positif merupakan menjadi berikut :
  1. membangun motivasi-motivasi & keberanian dalam merogoh resiko usahanya
  2. membangun karyawan perusahaan yg produktif & kreatif
  3. membangun hubungan yang baik antara pihak management menggunakan serikat pekerja/ karyawan perusahaan
  4. membentuk manajer usaha yang baik
  5. membangun penemuan & kreatifitasnya
  6. membangun kwalitas dan pelayanan prima
  7.  mengatur program pemasaran produk dan jasah. 
  8. Memanfaatkan informasi tentang apa yang terjadi dalam diri para pesaingi. 
  9. Memanfaatkan liputan tindakan-tindakan opensif secara berkesinambungan
  10. melakukan manufer pada bidang pemasarank. 
  11. Meningkatkan rasa percaya diri dan perilaku optimis pada mengelola bisnis/ usaha
  12. mewujudkan harapan, virsi & misi perusahaanm.
  13. Menaikkan komitmennya buat memajukan bisnis/ bisnisnyan.
  14. Mempertinggi kemampuan buat mempertahankan bisnis/ bisnisnya
  15. menaikkan kabar dan argumentasi pada mengelola usaha/ bisnisnya
  16. memilih tujuan-tujuan jangka panjang pada bisnis/ bisnisnya
  17. menciptakan daftar para pesaing atau bibit-bibit para pesaing
  18. menyusun team manajemen pengembangan bisnis/ bisnisnyas. Menaikkan program-program pemasaran produk & jasa.
Mengatasi Konflik negatif
Dalam mengatasi masalah permasalahan negatfi didalam usaha/ bisnisnya, umumnya sulit diatasi sang manajement bisnis/ usaha, akan tetapi terdapat dilapangan usaha/ bisnis para wirausahawan masih mampu mengatasi menggunakan jalan mengadakan persetujuan – persetujuan dan bekerja

Mengatasi & mengurangi masalah perseteruan negatif agar dapat menyesuaikan dan mengatur keseimbangan antara permintaan dan penawaran

Menghemat porto produksi & penjualan, agar dapat mempertahankan harga pokok produk.

Apabila para wiarausahawan telah menyadari bahwa bisnis/ bisnisnya akan rawan terhadap perkara-masalah konflik negatif, maka langkah buat mengatasinya merupakan menjadi berikut :

  • membuat perencanaan buat mengatasinya
  • membangun team manajemen usaha/ bisnisnya
  • membangun hubungan yang baik antara pihak manajemen dengan para perusahaan
  • membentuk inovasi-inovasi pada produk dan berani dalam resikonya
  • menciptakan kualitas produk dan pelayanan primanya
  • membentuk program-program pemasaran produknya
  • menaikkan penjualan produknya melalui kerjasama antar perusahaan
  • menaikkan kerja keras pantang menyerah & ulet 
  • melalukan manufer dalam bidang pemasaran
  • meningkatkan rasa percaya diri dan perilaku optimis didalam berbagi usahanya.
C. Membangun Visi dan Misi Perusahaan

1. Mengetahui visi dan misi perusahaan

Ada beberapa pakar managemen usaha menyatakan bahwa visi itu merupakan suatu impian terhadap keadaan usaha dalam masa mendatang yg pada cita-citakan oleh semua personel perusahaan.Cita-cita usaha pada masa mendatang yg ada dibenak wirausahawan yg mewakili semua anggota perusahaan dianggap visi, sedangkan yg dimaksud misi merupakan beberapa pembagian terstruktur mengenai secara tertulis tentang makna visi yg terkesan sulit dimengerti dan wajib  diusahakan agar semua staf perusahan sebagai paham & jelas.Visi perusahaan sebenarnya merupakan gambaran masa depan perusahaan yg akan dipilih dan diwujudkan dalam suatu ketika yang telah dipengaruhi (strategic panning and management “J.B. Whitaker). Visi perusahaan mengambarkan suatu kondisi ideal mengenai masa depan usahanya menggunakan realistis, bonafide, meyakinkan dan mengandung daya tarik tersendiri.

Dari penerangan materi diatas bisa diambil konklusi bahwa pengertian visi perusahaan itu sebagai berikut :

  1. Suatu syarat ideal mengenai masa depan yang relistis, bonafide, meyakinkan, serta mengandung daya tarik spesifik.
  2. Suatu citra masa depan yg dipilih & hendak diwujudkan pada suatu waktu yang dipengaruhi
  3. Wawasan yang sebagai sumber arah bagi perusahaan dan digunakan buat memandu perumusan misi
  4. Pandangan jauh ke depan kemasa perusahaan tadi akan dibawa atau citra apa yg diinginkan perusahaan. 
  5. Pencerminan momitmen, kompetisi & konsistensi
  6. Formulasi tujuan yang sangat luas umum & ekslusif
  7. Cita-cita perusahaan buat masa depan yg mengandung unsur filosofi
Persyaratan Visi Perusahaan merupakan :
  • Dapat dibayangkan oleh seluruh jajaran anggota organisasi perusahaan
  • Terfokus pad pertarungan utama institusi / instansi perusahaan supaya dapat beroperasi
  • Memiliki nilai yg diinginkan sang anggota organisasi perusahaan
  • Berwawasan jangka panjang & nir mengabaikan perkembangan zaman
  • Memungkinkan untuk bisa dicapai
  • Dapat dikomunikasikan dan dimengerti oleh semua jajaran organisasi perusahaan
Tujuan visi perusahaan adalah sebagai berikut :
  • Mencerminkan apa yg ingin dicapai oleh organisasi perusahaan
  • Mencerminkan sesuatu yang akan dicapai perusahaan
  • Memberikan arah dan penekanan taktik perusahaan yg jelas
  • Menimbulkan komitmen bagi seluruh jajaran pada lingkungan organisasi perusahaan
  • Memiliki orientasi untuk masa depan perusahaan
  • Menjadi perekat & menyatukan aneka macam gagasan strategi perusahaang. 
  • Menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi perusahaan
Pengertian misi perusahaan
Misi perusahaan merupakan tindakan buat merealisasikan visi perusahaan lantaran visi perusahaan wajib  mengakomodasi semua grup kepentingan. Selanjutnya apabila wirausahawan sudah berhasil merumuskan misi perusahaanya, dibutuhkan misi itu dapat dikomunikasikan pada karyawannya.

Untuk mengupayakan komunikasi yg efektif berdasarkan adanya misi perusahaan maka wirausahawan harus :


Menguraikan misi perusahaan dan memperbanyak serta dibagikan kepada para karyawan perusahaan

Menciptakan motto, misi & menempelkannya ditempat yang mudah ditinjau para karyawan atau ditempat papan pengumuman. 

Contoh :” Utamakan pelayanan Prima”Berdasarkan penjelasan materi diatas, bisa diambil konklusi bahwa pengertian misi perusahaan merupakan sebagai berikut :


Tindakan buat merealisasikan visi perusahaan

  • Artikulasi kemampuan perusahaan buat bisa melakukan tugas banyak sekali pihak yg terkait dengan perusahaan
  • Pernyataan yang ingin dicapai sang perusahaan
  • Sesuatu yg harus dibentuk & dilaksanakan oleh organisasi perusahaan supaya tujuannya berhasil menggunakan baik.Merumuskan visi & misi perusahaan
Rumusan visi dan misi perusahaan adalah sebagai berikut :
  • Bagaimana cara wirausahawan merumuskan defenisi visi perusahaan
  • Mengapa perusahaan wirausahawan tadi didirikan & kemana arah yang akan dituju
  • Perubahan atau perkembangan perusahaan apa yg ingin wirausahawan capai pada jangka pendek dan jangka panjang
  • Barang dan jasa apa yang akan wirausahawan hasilkan
  • Bagaimana persepsi wirausahawan tentang kepentingan stake holders
  • Secara irit, apa perhatian utama dalam perusahaan wirausahawan
  • Nilai-nilai dasar, anspirasi & dasar modal apa yang ingin wirausahawan perjuangkan pada mengembangkan perusahaanya.
Rumusan misi perusahaan :
  • Melibatkan pihak-pihak yg berkepentingan, seperti karyawan perusahaan, kawan kerja, akademis, birokrat & rakyat
  • Menyelesaikan aktivitas proses utama dengan asal daya yang ada buat memungkinkan perusahaan dapat melaksanakan kegiatannya menggunakan baik dan menggunakan biaya  seefesien mungkin
  • Memiliki lingkungan yang sangat berguna untuk memilih apakah misi organisasi perusahaan nir bertentangan secara internal dan eksternal
2. Menyusun rencana kegiatan sesuai menggunakan visi dan misi perusahaan
Prinsip merencanakan aktivitas perusahaan
Secara lebih terang prinsip-prinsip menyusun rencana kegiatan perusahaan yg sinkron visi & misi yaitu menjadi berikut :
  • Contributer, disini rencana kegiatan perusahan yang baik wajib  bisa membantu tercapainya visi dan misi perusahaan
  • Primari activity, disini rencana aktivitas perusahaan harus adalah kegiatan pertama dari semua management perusahaan
  • Fleksibilitas, disini planning aktivitas perusahaan harus mudah diperbaiki disempurnakan dan disesuaikan menggunakan situasi dan kondisi yg selalu berubah-ubah.
  • Limiting, disini planning kegiatan perusahaan wajib  dilihat berdasarkan faktor
Demikianlah Pengertian Hakikat Pantang Menyerah dan Ulet yang mampu saya share pada teman-teman Andi Rezpati, semoga semua yg aku  share bermanfaat bagi anda & apabila menurut anda artikel ini mengagumkan silahkan like dan share kepada teman anda.

Tampilkan Komentar