Kemampuan Bayi Baru Lahir Yang Mengejutkan

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   5/06/2017
Sahabat andi rezpati jangan pernah kalian meremehkan sorang bayi yang baru lahir didunia ini kare bayi yang baru dilahirkan mempuanyai kemampuan yang sangat mengejutkan. Jika dilihat dengan mata telanjang, bayi terlihat tak berdaya dan harus selalu terlindungi. Tapi bayi itu sebenarnya memiliki kemampuan yang mengesankan. Beberapa kemampuan ini bahkan lebih hebat dari pada orang dewasa.

Berikut ini adalah 5 keterampilan mengejutkan yang dimiliki bayi yang baru lahir.

1. Naluri tajam
Bayi yang baru lahir bisa melakukan berbagai gerakan refleks otomatis yang diperlukan dalam perkembangannya. Salah satunya adalah 'diving reflex' yang juga dikenal sebagai respons bradikardi. Respon ini juga dimiliki segel dan hewan air lainnya. Naluri ini dianggap sebagai sisa-sisa evolusi nenek moyang manusia yang berevolusi dari laut.

Contohnya seperti ini: Bayi yang baru lahir sampai 6 bulan kepalanya terendam air akan menahan nafas secara alami. Pada saat yang sama, jantung berdetak lebih lambat untuk menghemat oksigen dan sirkulasi darah lebih banyak ke organ vital, jantung dan otak. Respon pada bayi di bawah air jauh lebih lama dari pada saat orang dewasa.

2. Cepat belajar
Hampir setiap hal yang dialami bayi akan diingat secara permanen dengan membentuk sinaps atau koneksi antar sel otak. Pada bayi berusia 3 tahun, telah terbentuk sekitar 1.000 triliun koneksi di otak atau 2 kali lebih banyak dibanding orang dewasa. Tapi sejak usia 11 tahun, otak anak-anak kemudian mengurangi koneksi yang dianggap berlebihan.

3. Lebih banyak bisa memahami mekanika kuantum
Atau hukum mekanika kuantum aneh yang mengatur pergerakan partikel elementer sangat membingungkan. Pengalaman realitas yang ditemui sehari-hari membuat sulit untuk memahami mekanika kuantum manusia.

"Tapi bayi yang baru lahir tidak terbiasa dengan kenyataan apa pun, dan karena itulah satu-satunya benda hidup yang secara intuitif dapat memahami mekanika kuantum," kata Seth Lloyd, pakar komputasi kuantum di Massachusetts Institute of Technology.

Sampai usia 3 bulan atau lebih, bayi tidak memiliki pemahaman bahwa benda hanya bisa berada di satu tempat pada satu waktu. Sebelum usia itu, eksperimen dan game seperti 'Peekaboo' menunjukkan bahwa benda yang disembunyikan bayi itu bisa dipikirkan dimanapun. Ini adalah indikasi pemahaman intuitif bayi tentang mekanika kuantum.

4. Kenali ritme
Semua bayi yang lahir memiliki sensasi untuk merasakan ritme. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah penelitian di tahun 2009 di mana tim peneliti di Eropa memainkan drum secara berirama pada bayi berusia 2-3 hari. Sesekali berdebar irama, maka beberapa saat menjengkelkan dan memainkan irama sekaligus untuk berhenti.

Elektroda yang menempel pada kulit kepala bayi menunjukkan bahwa otak bayi merespons ritme ini. Hal ini menunjukkan bahwa harapan untuk tuna rungu dan bisa merasakan ritme ritme yang tajam.

Para periset berpendapat, mungkin ritme detak jantung ibu diajarkan pada bayi saat berada di rahim. Para ilmuwan kemudian berpikir bahwa bayi bisa belajar arti kata-kata orang tua sekaligus hanya mempelajari bahasa ritme saja.

5. Jadilah imut
Bayi yang lucu bukan tanpa alasan. Semua bayi terlahir manis untuk membangkitkan naluri untuk melindungi dari orang dewasa. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2011, tim psikolog China dan Kanada menemukan bahwa bayi dinilai lebih lucu dan lucu daripada anak-anak. Tingkat kelucuannya turun saat bayi berusia 4 tahun.

Pada bayi, penampilan imut benar-benar masalah hidup dan mati. Penelitian lain menemukan bahwa bayi yang memiliki mata kecil, dahi datar dan wajah persegi cenderung tidak mendapat perhatian dari orang tuanya. Demikian artikel ini saya bagikan buat sahabat andi rezpati semoga bisa menjadi refensi buat kalian semuanya dan juga memberikan manfaat positif bagi para pembaca situs andi rezpati.

Tampilkan Komentar