Manfaat Telur Untuk Ibu Hamil

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   5/13/2017

Sahabat andi rezpati yang saat ini sedang hamil, artikel yang satu ini mungkin bergua untuk kalian jadikan referensi. Ibu hamil sangat membutuhkan asupan kolin, namun kalian tidak menyadari bahwa nutrisi yang ditemukan dalam jumlah tinggi pada telur, selama kehamilan dapat mengurangi risiko bayi mengembangkan kelainan metabolik dan penyakit terkait stres seperti tekanan darah tinggi dan diabetes di kemudian hari. Makan Telur Saat Hamil Mampu Mengurangi Stres Pada Janin oleh sebab itu ibu hamil wajib mengkonsumsi telur, namun jangan sampai berlebihan.

Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Cornell University. Studi tersebut menunjukkan bahwa kolin dapat membantu melindungi dari efek stres ibu selama kehamilan.

Seperti yang ditunjukkan pada penelitian sebelumnya, paparan hormon stres yang meningkat selama kehamilan disebabkan oleh kecemasan atau depresi ibu, dapat membuat anak rentan terhadap stres yang dapat menyebabkan penyakit dan kondisi kronis.

Temuan terbaru menambah bukti yang menunjukkan pentingnya kolin dalam perkembangan janin.

Dalam penelitian ini, 24 wanita hamil trimester ketiga secara acak diberi makan kolin 480 mg choline per hari atau 930 mg per hari selama 12 minggu sebelum melahirkan.

Peneliti mengumpulkan sampel darah ibu dan plasenta serta sampel jaringan plasenta. Mereka kemudian membandingkan tingkat kortisol dan perbedaan genetik di antara semua sampel.

Akibatnya, peneliti mengamati tingkat kortisol lebih rendah di plasenta dan jaringan janin di antara wanita hamil yang mengkonsumsi kolin lebih tinggi.

"Temuan penelitian ini meningkatkan kemungkinan menarik bahwa asupan kolin yang lebih tinggi selama kehamilan dapat menangkal beberapa efek buruk dari stres sebelum kelahiran pada perkembangan perilaku, neuroendokrin dan metabolik pada keturunannya," kata Marie Caudill, PhD, dari Cornell University.

Kolin penting bagi wanita hamil karena telah terbukti berperan penting dalam perkembangan otak janin dan bayi, yang mempengaruhi area otak yang bertanggung jawab atas kemampuan memori dan kemampuan belajar seumur hidup.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa wanita dengan diet rendah kolin memiliki risiko empat kali lebih besar untuk memiliki bayi dengan cacat tabung saraf, seperti spina bifida.

Cara terbaik untuk mendapatkan dosis kolin harian adalah memasukkan makanan kaya kolin ke dalam makanan, seperti telur, daging sapi tanpa lemak, kembang kol dan kacang tanah.

Sahabat andi rezpati, perlu kita ketahui bahwa telur adalah sumber kolin yang sangat baik, mengandung 125 mg kolin per telur. Nutrisi ini ditemukan secara eksklusif pada kuning telur, bukan putih.

Tampilkan Komentar