Tantangan Umum Bagi Ibu Saat Ini Menyusui

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   5/06/2017
Sahabat andi rezpati, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Tantangan Bagi Ibu Saat Ini Menyusui. Air susu ibu atau ASI adalah sumber makanan terbaik untuk bayi dan bayi. Hampir semua ibu ingin menyusui bayinya, namun sayang hal ini seringkali tidak selalu berjalan mulus.

Banyak hal yang menyebabkan kegagalan menyusui. Meski begitu, sebagian besar tantangan ini pada umumnya bisa diatasi dengan bantuan konsultan laktasi. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa saja tantangan yang umum terjadi saat menyusui, inilah ulasannya :

1. Rasa berubah

Satu hal yang perlu diperhatikan saat bayi Anda tidak lagi mau menyusu adalah apakah Anda sudah mengubah rasa ASI. Rasa susu payudara mungkin berubah karena beberapa alasan, seperti makanan yang berbeda, pengaruh obat, olahraga yang kuat dapat menyebabkan penumpukan asam laktat sementara, infeksi payudara seperti mastitis, perubahan rasa kulit yang disebabkan oleh penggunaan lotion, krim atau minyak. Di payudara

Menghindari faktor pemicu di atas dapat mendorong bayi untuk menyusui pada tingkat normal. Jika Anda memiliki mastitis (infeksi pada jaringan payudara), segera konsultasikan ke dokter. Setelah infeksi diobati, rasa susu Anda akan kembali normal.

Jika bayi Anda berhenti makan lebih cepat, cobalah memijat payudara dan memompa sedikit susu sebelum Anda mulai menyusui. Dengan cara ini, susu Anda akan mengalir lebih cepat dan bayi Anda akan merasa lebih kenyang.

2. Stres

Jika Anda tidak yakin bahwa rasa ASI menyebabkan masalah, pertimbangkan apakah Anda sedang mengalami ketegangan atau stres. Ketidaknyamanan emosional dapat dikomunikasikan kepada bayi Anda untuk mengurangi tingkat stres. Seorang ibu tidak bisa selalu terbebas dari stres, tapi untuk kejadian tertentu (sebelum menyusui), melakukan aktivitas menyenangkan yang bisa membuat pikiran Anda rileks. Luangkan waktu untuk bersantai sejenak tidak hanya membantu bayi Anda mendapatkan lebih banyak susu tapi juga menurunkan tingkat stres pada diri Anda sendiri.

3. Penyakit

Kehadiran penyakit tertentu yang diderita oleh bayi mungkin akan membuatnya lebih sulit menyusui. Berkurangnya minat pada makan disertai dengan kelesuan, muntah, demam, atau diare, batuk, atau sulit bernafas bisa menandakan adanya penyakit tertentu. Konsultasikan dengan dokter anak atau keluarga Anda jika bayi Anda menolak untuk makan.

Penyakit ini dapat mempengaruhi makanan bayi untuk menurunkan jumlah susu bayi yang diterimanya. Jika bayi Anda memiliki pilek dan menyebabkan hidung tersumbat, mungkin sulit baginya untuk bernafas sambil makan. Saluran pembersih hidung bayi dengan semprotan sebelum makan bisa membantu mengatasi penyumbatan di hidung untuk sementara waktu. Masalah lain seperti ingin menumbuhkan gigi juga bisa menyebabkan nyeri gusi saat menyusui.

4. Spit

Meludah adalah kondisi yang sering mempengaruhi hampir setiap bayi. Namun, kondisi ini tidak perlu terlalu dikhwatirkan. Selama bayi Anda terlihat nyaman dan tidak memiliki masalah berat badan, nampaknya tidak menjadi masalah serius. Tapi saat meludah terlalu sering dialami bayi, itu harus diwaspadai. Bisa jadi ini adalah gejala penyakit refluks gastroesophageal (GERD), sehingga perlu ditangani lebih lanjut.

Meludah bisa benar-benar diminimalkan dengan membuat suasana tenang dan santai menyusui. Hindari interupsi, suara bayi yang mengejutkan, ringan, dan gangguan lainnya. Cobalah untuk menahan bayi Anda tegak selama dan setelah menyusui. Jangan membawa bayi Anda untuk bermain segera setelah dia selesai menyusui.

Jika bayi Anda muntah beberapa kali dan melihat darah atau warna hijau tua saat ia muntah, segera hubungi dokter anak Anda. Biasanya dokter akan memantau berat badannya dan memeriksa tanda-tanda penyakit yang lebih serius.

5. Dehidrasi

Cara terbaik untuk memastikan bayi Anda mendapatkan cukup ASI adalah dengan memantau kondisi fisik, berat badan, dan isi popoknya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika Anda memperhatikan anak Anda tidak menunjukkan minat pada makanan, mulut kering atau mata, atau menghasilkan lebih sedikit popok basah daripada biasanya. Ini mungkin tanda-tanda dehidrasi. Dehidrasi berat umumnya kurang umum pada bayi yang mendapat ASI cukup. Dehidrasi pada bayi bisa sangat berbahaya atau bahkan mengancam jiwa dan kemungkinan besar terjadi saat bayi menolak untuk makan, sering muntah atau diare. Demikian artikel mengenai Tantangan Umum Bagi Ibu Saat Ini Menyusui yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini semoga bisa bermanfaat buat para pembaca situs andi rezpati.

Tampilkan Komentar