Syirkah

Oleh:   Unknown Unknown   |   6/04/2017
Selamat pagi sahabat andi rezpati, pada postingan kali ini saya membahas mengenai bab Syirkah. Dalam penjelelasan kali ini saya membahas beberapa hal diantaranya dasar hukum syirkah, syarat-syarat syirkah, macam-macam syirkah, dan hikmah syirkah. Syirkah, menurut bahasa, adalah ikhthilath(berbaur). Adapun menurut istilah syirkah(kongsi) ialah perserikatan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang didorong oleh kesadaran untuk meraih keuntungan.

brikut ini adalah dasar-dasar hukum syirkah :

Al Quran
Ayat-ayat Al Quran yang memerintahkan agar ummat islam saling tolong menolong dalam berbuat kebaikan, seperti dalam QS. Al maaidah:2 dapat dijadikan dasar hukum syirkah karena syirkah merupakan salah satu bentuk pelaksanaan perintah tolong menolong berbuat kebaikan dalam hal penghidupan.

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Rabbnya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorong kamu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (QS. 5:2)

Hadis

  • Syirkahhukumnya jâ’iz (mubah), berdasarkan dalil Hadis Nabi saw. berupa taqrîr (pengakuan) beliau terhadap syirkah. Pada saat beliau diutus sebagai nabi, orang-orang pada saat itu telah bermuamalah dengan cara ber-syirkah dan Nabi saw. membenarkannya. Nabi saw. bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra.:
  • Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar dari keduanya. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi, dan ad-Daruquthni)


Macam-macam syirkah

Syirkah Amlak
Syirkah amlak adalah dua orang atau lebih yang memiliki barang tanpa adanya akad. Syirkah ini ada dua macam, diantaranya :

  • Syirkah  ikhtiyar

Syirkah  ikhtiyar adalah kerja sama yang muncul karena adanya kontrak    antara dua orang yang bersekutu.
Contoh:  Dua orang membeli atau memberi atau berwasiat tentang sesuatu dan keduanya menerima, maka jadilah pembeli ,yang diberi, dan yang diberi  wasiat bersekutu di antara keduanya.

  • Syirkah  ijbar

Syirkah ijbar adalah kerja sama yang di tetapkan kepada dua orang   atau lebih yang bukan didasarkan atas perbuatan keduanya.
Contoh: Seperti dua orang mewariskan sesuatu, maka yang diberi watis menjadi sekutu mereka.

  • Syirkah Uqud

Syirkah ini merupakan bentuk transaksi yang terjadi antara dua orang atau lebih untuk bersekutu dalam harta dan keuntungannya. Diantaranya adalah:

  1. Syirkah Inan atau syirkah hartaartinya akad dari dua orang atau lebih untuk berserikat harta yang ditentuka oleh keduanya dengan maksud mendapat keuntungan (tambahan), dan keuntungan itu untuk mereka yang berserikat itu. Akad ini terjadi dua orang atau lebih dalam permodlan bagi suatau bisnis atas dasar membagi untung dan rugi sesuai dengan jumlah modalnya masing-masing.
  2. Syirkah Abdan atau syirkah kerja adalah perserikatan antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatau usaha/pekerjaan yang hasilnya dibagi antara mereka menurut perjanjian. Serikat ini terjadi apabila dua orang tenaga ahli atau lebih bermufakat atas suatu pekerjaan supaya keduanya sama-sama mengerjakan pekerjaan itu. Penghasilan (upah-nya) untuk mereka bersama menurut perjanjian antara mereka.
  3. Syirkah Mufawadhahadalah bergabungnya dua orang atau lebih untuk melakukan kerja sama dalam suatu urusan, dengan syarat-syarat: 
    A. Samanya modal masing-masing
    B. Mempunyai wewenang bertindak yang sama
    C. Mempunyai agama yang sama
    D. Bahwa masing-masing menjadi si penjamin lainnya atas apa yang dibeli dan yang dijual.
  4. Sirkah Wujuh adalah bahwa dua orang atau lebih membeli sesuatu tanpa permodalan yang ada hanyalah berpegang kepada nama baik mereka dan  kepercayaan para pedagang terhadap mereka dengan catatan bahwa keuntungan untuk mereka. Syirkah ini adalah syirkah tanggung jawab tanpa kerja atau modal.
  5. Syirkah Mudhârabah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih dengan  ketentuan, satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl).

Syarat dan Rukun Syirkah
SyaratSyirkah

  1. Orangyang bersyirkah sudah baligh, berakal sehat dan merdeka.
  2. Pokokmaupun modal yang jelas.
  3. Orangyang bersyirkah harus mencampur kedua harta (sahamnya) sehingga tidak dapat dibedakan satu dengan yang lainnya.
  4. Anggarandasar dan anggaran rumah tangga jelas agar terhindar dari penyimpangan – penyimpangan.
  5. Untungdan rugi diatur dengan perbandinganmodal masing – masing.


Rukun Syirkah

  1. anggotayang bersyirkah.
  2. pokok– pokok perjanjian
  3. sighat(akad).


Hikmah Syirkah
Allah swt berfirman dalam surat al-Maidah ayat 2:
  

  1. Artinya:”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (QS.Al-Maidah:2)
  2. Rasulullah SAW bersabda: ”Allah akan menolong dua orang yang berserikat selama mereka tidak saling berkhianat”. (H. Bukhari).


Ajaran islam mengajarkan agar kita menjalin kerjasama dengan siapapun terutama dalam bidang ekonomi dangan prinsip saling tolong menolong dan saling menguntungkan, tidak menipu dan tidak merugikan. Tanpa kerjasma maka kita sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup. Syirkah pada hakikatnya adalah sebuah kerjasama yang saling menguntungkan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki baik berupa harta atau pekerjaan.

Maka hikmah yang dapat kita ambil dari syirkah adalah adanya tolong menolong, saling membanatu dalam kebaikan, menjauhi sifat egoisme, menumbuhkan saling percaya, menyadari kelemahan dan kekurangan dan menimbulkan keberkahan dalam usaha jika tidak berkhianat dan lain sebagainya.

Tampilkan Komentar