Pidato Agama Islam Singkat tentang Ibu

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   10/09/2017
Selamat siang sahabat andi rezpati, Pada kesempatan ini saya akan membagikan beberapa contoh pidato singkat tentang ibu. Pidato islami tentang ibu sering kali dibawakan untuk memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember. Dalam contoh pidato agama Islam tentang ibu yang saya bagikan dibawah ini bisa sobat jadikan sebagai referensi dalam membuat pidato agama islam tentang ibu. Pidato agama tentang ibu yang sobat cari mungkin cocok dengan yang aku postingkan kali ini, bukan hanya singkat namu juga memili makna yang sangat baik.

Pidato singkat islami tentang ibu banyak sekali yang menggunakannya ketika memasuki bulan puasa, Ketika kita mendengarkan pidato agama islam singkat dengan tema yang dipilih, yang terdiri dari subjek Ibu, kita sesekali merasa jenuh dengan transportasi makan yang jauh lebih sedikit. Saat kita mendengarkan pidato islam singkat tentang ibu, terkadang kita merasa jenuh dengan penyampaian yang kurang memperhatikan waktu. Oleh karena itu, menyampaikan pidato agama islam singkat tentang ibu adalah jalan keluar bagi kita untuk menjaga respon pendengar tetap baik.


Pidato singkat islam tentang ibu memang menjadi pilihan untuk menyingkat waktu, Banyak orang melakukan pidato agama islam namun dengan durasi yang lumayan lama, Oleh karena itu, saya akan memberikan contoh pidato singkat tentang ibu. Menyampaikan pidato singkat adalah cara bagi kita untuk menahan respons pendengar yang konstan. Nah sahabat andi rezpati berikut ini adalah tiga contoh ceramah agama tentang ibu, dan sobat juaga bisa menyalinnya dalam bentuk file maupun bookmark contoh teks ceramah tentang ibu ini. 

Contoh naskah pidato 1 

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarokaatuh... 
Segala Puji serta syukur hanyalah milik Allah, Tuhan semesta alam. Hanya kepadanya kita memohon, dan hanya Dia sang Pemberi Pertolongan. Salawat dan salam, semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad. Tidak lupa kepada keluarganya, sabahatnya, serta semoga sampai kepada kita sebagai pengikutnya. 

Di hari Ibu ini, saya akan membacakan sebuah hadits yang berbunyi: Al-jannatu tahta aqdamil ummahat. Artinya: Surga itu ada di bawah telapak kaki Ibu. Ibu adalah wanita yang wajib kita hormati. Dalam sebuah keterangan, ada salah seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi Muhammad: Wahai rasulullah, siapakah orang yang wajib kita hormati di dunia ini? Rasul menjawab: Dia adalah Ibu. Sahabat itu bertanya empat kali, di antara empat pertanyaannya, Rasulullah mengatakan Ibu sebanyak tiga kali, dan setelah itu baru Ayah.

Ini pertanda bagi kita, bahwa Ibu merupakan orang yang wajib kita hormati dan kita hargai. Berbicara dengan kata upp saja kita tidak boleh, apalagi bila sampai membuatnya mengeluarkan air mata. Bila kita mampu untuk selalu menjaga perasaan mereka, niscaya kelak kita akan mendapatkan ridho Allah.

Berdasarkan hadits di atas, kita telah mengetahui bahwa jika seorang muslim ingin masuk surga, maka berbaktilah kepada kedua orang tua kita, terutama kepada Ibu. Dan dalam hadits lain juga dikatakan bahwa Ridho Allah ada pada ridho orang tua. 
Kedua hadis yang telah kita dengar adalah hadits yang secara tidak langsung menyuruh kita untuk mendapatkan ridho dari orang tua. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbakti kepada mereka. Hormati dan hargai mereka, karena salah satu kewajiban kita di dunia ini adalah untuk mendapatkan Ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ridho tersebut bisa kita dapatkan dengan pengabdian yang tulus kepada Ibu dan Ayah, selama itu ada dalam jalan yang benar, sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadits Sahih.

Ayat Al-Quran juga menegaskan bahwa kita harus birrul walidain. Artinya baik terhadap kedua orang tua. Menjaga perkataan agar hati Ibu dan Ayah kita agar senang adalah ibadah. Di samping surga Allah, kita akan mendapatkan kebaikan dari mereka. Dalam kisah Nabi Ibrahim AS, kita tahu bahwa Azar adalah ayahnya. Azar adalah seorang pembuat patung terkenal pada masa kerajaan Namrud. Pada suatu hari, Azar memerintah Nabi Ibrahim Alaihi Salam untuk menjual patung. Walaupun Ibrahim dan Azar adalah 2 sosok yang berbeda, akan tetapi Ibrahim selalu menjaga perasaan Ayahnya itu.

Ini jelas menunjukkan bahwa ajaran Islam mengharuskan kita untuk tepat hormat terhadap orang tua dalam keadaan apapun. Tidak berbicara dengan nada yang tinggi, membuatnya susah, itu semua akan membawa kita dekat menuju Surga. Bagaimanapun perilaku orang tua kita, kita harus tetap berbakti kepada mereka. Berbakti dalam artian terbatas pada hal-hal yang sesuai dengan ketentuan dari Allah dan Rasul-Nya. 

Semoga dengan pidato singkat yang saya sampaikan ini dapat menambah ketakwaan kita terhadap Allah Subhanahu Wa Taala, dan sepulangnya dari sini, kita akan lebih menghormati kedua orang tua kita di rumah, terutama Ibu. 

Walssalamualaikam Wr.Wb. 


Contoh naskah pidato singkat 2 


Assalamualaikum.wr. wb.

Yang saya hormati Bapak Kepala sekolah beserta bapak dan Ibu Guru, dan teman-teman yang saya sayangi serta saya banggakan. Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq, hidayah, serta inaya-Nya, sehingga kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat wal afiat. Sholawat beserta salam marilah senantiasa kita haturkan kepada Nabi agung Muhammad SAW, yang kita nantikan syafaatnya kelak di yaumil akhir.

Ibu, ialah lambang cinta abadi, pengorbanannya hakiki, dan pribadi utusan Ilahi di muka bumi. Namun dibalik mulianya seorang Ibu, keberadaan seorang Ibu terkadanng tidak dimuliakan bagi sebagian orang. Bukankah kita pernah mendengar kisah malin kundang, yang dikutuk Ibunya menjadi batu karena kedurhakaannya terhadap Ibunya sendiri? Banyak pelajaran penting yang bisa kita petik dari kisah tersebut, akan perlunya berbakti dan taat kepada seorang Ibu.

Meskipun pada zaman modern ini tidak ada anak yang dikutuk menjadi batu seperti halnya kisah malin kundang tersebut, akan tetapi sifat kedurhakaan terhadap Ibu yang dimiliki malin kundang masih diwarisi oleh beberapa anak di era modern ini. Apabilakita melihat dan mengamati di sekelilling kita, bukankah di sana masih terdapat pula anak yang berkata dan bertindak kasar, melakukan perilaku buruk, bahkan mendurhakai Ibunya sendiri. Padahal darinyalah kita dilahirkan ke dunia ini.

Allah berfirman dalam QS. Luqman: 14, yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَاالإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَي وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْلِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ المَصِيْرُ

Artinya: “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu-Bapaknya, Ibu telah menngandunngnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku lah tempat kembalimu”. (QS. Luqman, 31:14)

Ingat lah bahwa Ibu adalah sosok mulia yang telah melaksanakan 3M untuk kita, yaitu mengandung, melahirkan, dan menyusui. Bahkan lebih dari itu, Ibu ialah orang yang dengan ketulusannya telah merawat kita dari kecil hingga tumbuh dewasa tanpa mengharap sepeserpun imbalan. dengan begitu besarnya pengorbanan seorang Ibu, maka sudah sepantasnya lah kita berbuat baik, berbakti, serta menyayanginya.

Dahulu ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah:

“Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?”

Kemudian, Rasulullah menjawab:

“Ibumu, Ibumu, Ibumu, kemudaian Ayahmu dan yang lebih dekat denganmu dan yang lebih dekat denganmu.” Dari sinilah kita sudah selayaknya tahu, betapa tinggi dan mulianya keberadaan ibu dalam kehidupan kita.

Di antara keajaiban syari’at Islam ialah dimana Islam memerintahkan kita berbuat baik kepada Ibu, meski ia musyrik sekalipun. Sebagaimana yang ditanyakan oleh Asma’ binti Abu Bakar kepada Nabi SAW tentang hubungannya dengan Ibunya yang musyrik. Maka Rasulullah bersabda, “Ya, tetaplah kamu menyambung silaturahmi dengan Ibumu.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).

Teman-teman yanng dirahmati Allah,

keberadaan Ibu yang telah diperhatikan oleh Islam dengan diberikannya hak-hak, maka ia juga mempunyai kewajiban mendidik anak-anaknya dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan serta menjauhkan mereka dari kerendahan. Membiasakan mereka untuk taat kepada Allah Swt dengan menjalankan perintah-nya dan menjauhi larangan-nya. 
Oleh karena itu, terdapat beberapa kewajiban kita terhadap orang tua: 
  • Taat dan berbakti kepada orang tua. 
  • Mendo’akan kedua orang tua. 
  • Menjaga ucapan kita agar berbicara dan berbuat baik kepada orang tua. 
Demikian beberapa pedoman kita untuk berbuat baik terhadap orang tua terutama Ibu. Semoga Ibu, Ayah, maupun saudara-saudara kita, bersaudara dalam keimanan dan ketakwaan, sehingga dipertemukan kembali di surga Allah atas keridhloan-nya. Amin amin ya robbal ‘aalamin.

Jadi, sebagai seorang anak hendaklah kita berbakti terhadap orang tua, terutama Ibu. Dimana keridhaan Ibu adalah ridha Allah, dan kemurkaan seorang Ibu adalah kemurkaan Allah pula.

Sebelum saya mengakhiri pidato saya, marilah bersama-sama kita berdoa untuk kedua orang tua kita:

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Aamin……

Demikian sedikit penjelasan yang bisa saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat tutur kata atau tingkah laku yang kurang berkenan di hati Bapak Fahrur Rozi maupun teman-teman. Kesempurnaan hanyalah milik Allah semata dan saya hanyalah manusia yang tak luput dari salah dan dosa.

Walssalamualaikam Wr.Wb. 


Contoh 3


Assalamualaikum.wr. wb.

Sebagai pembuka pidato marilah kita ucapkan rasa syukur kita atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Baik itu nikmat kesehatan, keimanan, keselamatan, kesempatan dan segala kenikmatan yang telah diberikan kepada kita.

Selanjutnya marilah kita beshalawat kepada nabi kita Muhammad SAW. Semoga shalawat kita ini akan dibalas dengan safaat nya oleh Rasulullah SAW.

Bapak-bapak, Ibu-ibu saudara/i yang di muliakan Allah SWT
Jika membahas tentang Ibu, pastinya kita sudah selalu mendengar tentang kisah anak durhaka si malin kundang, yang di kutuk oleh ibunya menjadi batu, hal ini kenapa?? Karena dia tidak mengakui wanita yang telah melahirkan dan juga merawatnya..

Saya pribadi merasa sedih ternyata sekarang ini banyak anak yang durhaka kepada ibunya, seperti berbohong, berkata kasar, bahkan ada yang tega berprilaku kasar kepada orang tuanya. Dan yang semakin miris lagi, semua perbuatan itu dianggap hal yang biasa – biasa saja dan sudah terbiasa.

Allah SWT berfirman dalam surah Luqman,31:14 yang terjemahannya :

"Dan kami perintahkan kepada manusia "berbuat baik" kepada kedua orang ibu-bapanya; ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu." (QS Lukman, 31:41)

Coba kita berfikir sejenak, siapakah orang yang telah melahirkan, menyusui kita??? Sosok ibulah orangnya. Dia merawat kita dengan penuh kasih sayang, dan yang terfikir dibenak mereka hanyalah berharap kita bahagia dan bisa membanggakan mereka. Tiada sedikitpun terlintas dipikiran mereka kalau kita akan menjadi anak yang durhaka. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk durhaka atau berbuat kasar kepadanya. 

Ada sebuah kisah dimana sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, siapakah yang paling berhak untuk memperoleh pelayanan dan persahabatanku?" kemudian Rasulullah SAW menjawab, "Ibumu..ibumu..ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu kemudian yang lebih dekat kepadamu" (Mutafaq'alah)

Oleh karena itu ada beberapa kewajiban yang mesti kita lakukan sebagai anak pada kedua orang tua : 
Taat dan juga berbakti pada orang tua. selama mereka tidak memerintah /menyuruh pada kemusyrikan, dan kita tetap menjaga tata krama dan juga kebaikan. (hal ini tertera pada Q.S Luqman, 31:15) 

Mendoakan kedua orang tua. Diantara doa kita pada orang tua adalah, misalnya “Ya Tuhan kami, berilah ampun aku dan juga kedua ibu bapaku dan juga sekalian orang2 mukmin pada hari terjadinya hisab “hari kiamat”.” (hal ini tertera pada Q.S Ibrahim, 14:41) 

Menjaga semua ucapan kita agar selalu dalam keadaan sopan, aturlah nada bicara kita jangan terlalu tinggi sehingga membuat mereka menjadi marah/tersinggung, jangan sesekali membentak, juga jangan menolak yang diperintahkannya. Jika memang tidak bisa, ungkapkanlah alasannya dengan baik, dan juga jangan menggerutu (dan ini tertera dalam Q.S Al Israa’, 17:23) 

Itulah beberapa pedoman yang kita perberbuat untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dan terutama kepada Ibu. semoga kita, ibu kita, bapak kita, saudara kita, selalu dalam ketakwaan dan keimanan, sehingga nantinya kita bisa dipertemukan kembali di surganya Allah. Amin yarobbal alamin 

Sampai disini pidato singkat yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Maaf atas segala kesalahan dan juga kekurangan,

Wassalamu’alaikumWr Wb

Sahabat andi rezpati, itu tadi adalah tiga contoh teks pidato tentang ibu. Semoga artikel ini bisa bermanfaat buat sahabatku semuanya dan saya mohon maaf bila ada kesalahan dala penulisan teks tersebut. jangan lupa bagikan artikel ini ya sahabat......

Tampilkan Komentar