Kenali Penyakit Difteri

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   12/13/2017

Selamat pagi sobat Andi Rezpati, sudah lama aku tidak memposting artikel disitus ini dan dalam kesempatan kali ini aku menaruh sedikit berita tentang "DIFTERI" apa itu difteri? Difteri merupakan infeksi menular yg ditimbulkan oleh bakteri Corynebacterium yg menyerang dalam hidung & tenggorokan tetapi gampang dicegah menggunakan vaksin.

Sahabat Andi Rezpati, perlu kita ketahui bahwa penyakit difteri ini nir bisa kita anggap sepele dan perlu kita ketahui pula penyebab penyakit difteri. Apa penyebab difteri? Difteri disebabkan oleh Corynebacterium, yaitu bakteri yang menyebarkan penyakit melalui partikel pada udara, benda eksklusif, serta peralatan rumah tangga yg tercemar. Penyebab lainnya merupakan kontak menggunakan benda-benda pribadi yg tercemar. Minum menurut gelas yang belum dicuci, atau hubungan sejenisnya dengan benda-benda yang membawa bakteri.

Cara mengobati difteri secara alami mampu sobat lakukan dengan cara ini dia:
  • Konsumsi Jus Nanas, Buah Noni atau Mengkudu, Jeruk lemon dan air rebusan bungarosella
  • Isolasi ketat, sobat usahakan menghindari penyebaran penyakit pada orang lain apabila terinfeksi.
  • Banyak istirahat pada tempat tidur.
Indikasi dan tanda-tanda generik berdasarkan difteri adalah:
  1. Batuk yg keras
  2. Bicara yg melantur
  3. Demam & menggigil
  4. Perasaan tidak nyaman
  5. Cairan dalam hidung, ngiler
  6. Perubahan pada penglihatan
  7. Radang tenggorokan dan serak
  8. Pembengkakan kelenjar pada leher
  9. Masalah pernapasan dan ketika menelan
  10. Tenggorokan dilapisi selaput tebal berwarna abu-abu
  11. Tanda-tanda shock, seperti kulit yg pucat dan dingin, berkeringat dan jantung berdebar cepat.
Cara mencegah difteri mampu sobat lakukan menggunakan cara ini dia:
  1. Imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebesar lima kali sejak bayi berusia dua bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan, & usia 4-6 tahun.
  2. Pemberian Vaksin Td/Tdap akan melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis wajib  diulang setiap 10 tahun sekali. Ini juga termasuk untuk orang dewasa.
Sobat Andi Rezpati, Segera hubungi dokter buat menerima Penanganan berupa antibiotik dan antitoksin yg menetralkan toksin difteri.

Tampilkan Komentar