Tentang Heawan Bekatan

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   12/19/2017
Bekantan atau yang biasa disebut Dutch Monkey adalah hewan sejenis kera berhidung besar berhutan lokal di pulau Kalimantan (Indonesia, Brunei, dan Malaysia). Apa itu hewan Bekatan? Bekantan adalah sejenis kera yang memiliki fungsi hidung berlarut-larut dan besar dengan rambut cokelat kemerahan.

Spesies monyet yang memiliki hidung panjang dan besar (Bekantan) atau dalam nama klinisnya Nasalis larvatus adalah monyet berhidung panjang dengan rambut cokelat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus monyet Nasalis yang belum menikah.

Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang dimiliki pada spesies jantan. Karakteristik hidung besar probe jantan terus menjadi tidak jelas, tapi ini bisa jadi akibat seleksi herbal. Monyet betina memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya.
  • Ciri khas Bekantan
Fitur utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah panjang dan hidung besar hanya diamati pada spesies jantan. Karakteristik lubang hidung besar dari probe laki-laki masih belum pasti, tapi ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Monyet betina memilih pria dengan hidung besar sebagai teman mereka. Pasalnya, bekantan ini juga dikenal sebagai Dutch Monkey. Dalam bahasa Brunei itu memang sudah dikenal sebagai bawa.

Menjadi salah satu monyet dari beberapa monyet terbesar di Asia, bobot jantan Bekantan lebih besar dari pada si gadis. Panjangnya bisa mencapai tujuh puluh lima cm dengan berat mencapai 24 kg. Monyet betina berukuran 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang sangat besar, sebagai akibat dari perilaku mengkonsumsi.

Perbedaan antara laki-laki dan perempuan
Pria - Yang lagi pipinya kemerahan, hidungnya lebih tajam.
Wanita - Rambut bagian belakang berwarna kekuningan, hidungnya lebih kecil.

Perilaku - Spesies tertutup ini menghabiskan waktu maksimal dalam kayu dan tinggal di agensi. Setiap kelompok dipimpin oleh banteng jantan yang besar dan kuat. Biasanya dalam satu set sekitar 10 sampai 30 monyet. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah kelompok satu laki-laki, yaitu satu institusi yang terdiri dari 1 pria dewasa, beberapa orang wanita dan anak-anak mereka. Seorang wanita probe memiliki masa kehamilan sekitar 166 hari atau lima-6 bulan dan paling efektif menawarkan 1 (satu) bayi dalam satu sedang hamil. Anak Bekantan bisa dengan ibu sampai dewasa (lanjut usia empat-5 tahun).

Selain itu ada juga organisasi all-male, yang mencakup banyak pria pria. Laki-laki remaja akan melepaskan kelompok satu laki-laki dan menjadi bagian dari institusi laki-laki. Hal ini dimungkinkan sebagai metode belalai untuk menjauhkan diri dari perkawinan sedarah. Bekantan juga bisa berenang dengan baik, dari waktu ke waktu terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk membantu potensi berenang, di sela jempol kaki adalah selaput. Selain bekantan bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, agar lubang hidung juga dilengkapi dengan semacam katup.

Habitat Proboscis - Hewan melalui Daftar Merah IUCN yang diberi label status konservasi "Terancam Punah" adalah endemik di pulau Kalimantan terutama di daerah yang sebagian besar di samping hutan melalui sungai, hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, rawa, daerah berhutan pantai dan kadang-kadang masuk jauh ke dalam daerah pedalaman pulau Kalimantan (Kalimantan, Sabah, Sarawak dan Brunei). Hewan ini digunakan sebagai maskot (fauna identitas) Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No. 29 tahun 1990 tanggal 6 Januari 1990. Selain itu, hewan ini juga telah menjadi maskot Dunia Ancol Fantasy.
Habitat Bekantan (Nasalis larvatus) masih bisa diamati di berbagai tempat, antara lain:
  • Cagar Alam Pleihari Tanah Laut.
  • Suaka Margasatwa Pleihari Martapura.
  • Cagar Alam Pulau Kaget.
  • Cagar Alam Gunung Kentawan.
  • Cagar Alam Selayar Sebuku dan Teluk Kelumpang.
  • Juga diposisikan di tepi Sungai Barito, Sungai Negara Bagian, Sungai Paminggir, Sungai Tapin, Pulau Bakut dan Pulau Bunga.
Pada tahun 1987 diubah menjadi perkiraan bahwa telah terjadi kira-kira 260.000 Bekantan di pulau Kalimantan namun pada tahun 2008 diperkirakan jumlahnya telah menurun drastis dan hanya sekitar 25.000 yang tersisa. Hal ini disebabkan banyaknya habitat yang mulai beralih fitur dan daerah berhutan.
  • Kelas ilmiah
  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Mamalia
  • Pesanan: Primata
  • Keluarga: Cercopithecidae
  • Upafamili: Colobinae
  • Genus: Nasalis
  • Spesies: Nasalis larvatus

Tampilkan Komentar