Apa Itu Rubella?

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   1/01/2018

Selamat pagi sobat Andi Rezpati, dalam kesempatan ini saya sediakan sedikit reverensi penyakit rubella atau campak jerman akibat virus pada orang dewasa dan anak muda, apa alasannya, tanda dan gejala, pil, dan cara mencegahnya. Apa itu Rubella? Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan menggunakan ruam merah muda di kulit. Rubella biasanya mempengaruhi anak muda dan anak-anak.

Apakah penyakit rubella menular? Rubella atau yang lebih dikenal dengan campak jermanadalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus umumnya menginfeksi tubuh melalui pernafasan termasuk lubang hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya lebih cepat sembuh daripada orang dewasa. Virus ditularkan melalui udara.

Gejala Rubella
Pasien Rubella pada anak muda umumnya tidak lagi menunjukkan tanda dan gejala yang lebih ringan dibanding orang dewasa. Dalam trendi, tanda dan gejala akan muncul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Penyakit ini memakan waktu sekitar 14-21 hari karena kejadian penyakit rubella terhadap tanda-tanda motif.

Tanda dan gejala yang sering timbul dimulai dengan pori-pori dan ruam kulit hingga terungkap ke tubuh selama dua-3 hari, sakit kepala dan demam ringan, hidung tersumbat, kelenjar getah bening leher dan bagian belakang telinga membengkak. Tanda dan gejala dewasa serupa, namun ada beberapa tanda tambahan yang terdiri dari kurangnya nafsu makan konjungtiva (kelopak mata dan bola mata), pembengkakan sendi, dan nyeri pada wanita muda. Tanda-tanda rubella yang tidak biasa meliputi:
  1. Demam.
  2. Mata merah.
  3. Sakit kepala.
  4. Tidak nafsu makan.
  5. Hidung tersumbat atau lubang hidung meler.
  6. Membengkak kelenjar getah bening di telinga dan leher.
  7. Nyeri pada persendian, khususnya pada anak perempuan remaja.
  8. Bintik-bintik ruam yang diawali dengan nampak di wajah kemudian menyebar ke tubuh, lengan, dan kaki. Ruam ini biasanya berlangsung selama 1-tiga hari.

Langkah Pencegahan Rubela
Pencegahan rubela terbaik adalah dengan cara vaksinasi, khususnya untuk wanita yang berencana tampil sebagai hamil. Sekitar sembilan puluh persen orang yang mendapatkan vaksin ini akan menjauhkan diri dari rubella. Sejak aplikasi vaksinasi, jumlah kasus rubela yang tercatat secara global telah berkurang secara luas.

Penyediaan vaksin MR biasanya direkomendasikan pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun, dan diberikan dengan menggunakan suntikan jaringan lemak lengan yang lebih tinggi (subkutan). Vaksin MR ini diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak tersebut berada di kelas 1 SD, yang berusia di atas 6 tahun

Wanita yang membuat rencana kehamilan juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah. Jika efek tes menunjukkan bahwa seorang wanita tidak memiliki kekebalan terhadap rubela, dokter akan menganjurkannya untuk menerima vaksin MR. Setelah itu, dia harus menunggu minimal 4 minggu untuk hamil. Perlu diketahui bahwa vaksinasi ini perlu lagi dijalani bahkan saat hamil.

Selain vaksin, mencegah penularan dan terungkapnya rubela juga penting. Cara-caranya terdiri dari:
  1. Hindari sentuhan dengan pasien sebagai hal yang sangat mungkin, khusus untuk wanita hamil yang sudah tidak lagi menerima vaksin MR atau MMR dan mereka yang memiliki struktur kekebalan yang rentan.
  2. Pindahkan orang yang terkena ke ruangan yang terpisah jauh dari peserta keluarga sendiri.
  3. Pertahankan kebersihan non-publik, misalnya terus cuci jari lebih awal dari pada konsumsi, setelah berkunjung, atau jika terjadi kontak dengan pasien.

Metode Penanganan Rubela
Rubella tidak memerlukan obat medis yang unik. Pengobatan bisa selesai di rumah dengan langkah mudah. Tujuannya adalah untuk meringankan tanda-tanda, tapi sekarang tidak untuk meningkatkan penyembuhan rubella. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa Anda ambil.
  1. Istirahat sebanyak mungkin.
  2. Minum air panas dicampur dengan madu dan lemon untuk meringankan sakit tenggorokan dan pilek.
  3. Kurangi rasa sakit dan demam. Pasien dapat menggunakan parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi demam dan mengurangi nyeri sendi.

Tampilkan Komentar