Materi Sel Hewan dan Tumbuhan

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   2/10/2018
Selamat siang sobat Andi Rezpati, pada kesempatan kali ini saya membahas mengenai sel hewan dan sel tumbuhan serta perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan. Sebagian besar sel hewan memiliki setidaknya tiga bagian terpenting, terutama el, membran sel dan sitoplasma. Sel inti berfungsi untuk mengarahkan semua aktivitas sel. Inti gerak dapat dipertimbangkan karena pikiran sel. Karena tanpa inti sel, sel tidak bisa ditampilkan. Inti selular sel terikat oleh membran. Selaput sel pada sel hewan berfungsi untuk melindungi sel hewan.

Apa perbedaan sel tumbuhan dan hewan? Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki sedikit perbedaan. Hal ini berhubungan dengan aktivitas yang dikerjakan oleh tumbuhan dan hewan. Sebagai contoh mengahsilkan makanan melalui proses fotosintesis, karena itu terdapat organel sel bernama kloroplas. Di dalam inilah terjadi proses fotosintesi yang merubah oksigen dan air menjadi energi yang bergunabagi metabolisme tumbuhan.

Sedangkan pada sel hewan tidak terdapat kloroplas dikarenakan hewan tidak melakukan proses fotosintesis untuk  menghasilkan makanan. Agar lebih jelas, lihatlah tabel di bawah ini yang menujukkan perbedaan antara sel tumbuhan dan hewan..

Agar lebih jelas di dalam perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan, sobat bisa memperhatikan penjelasannya dibawah ini:.

Pembahsan pertama tentang bagian sel hewan

Semua sel hewan sekarang tidak memiliki bentuk, ukuran dan fungsi yang sama. Setiap sel hewan hadir dalam berbagai gaya dan ukuran. Beberapa sel disertakan dengan bantuan partisi, dan beberapa tidak diselimuti dengan bantuan partisi. Beberapa memiliki mantel berlendir, dan beberapa tidak lagi. Tapi mekanisme sel utama sel hewan tetap sama, yaitu membantu fungsi tubuh.

Karakteristik hewan yaitu memiliki sentriol. Seetiap sel hewan mengandung dua sentriol yang terdapat dalam sitoplasma di dekat permukaan sebelah luar nukleusnya.  Masing-masing centriol terdiri dari garis silinder yang belum kawin yang mengandung 9 mikrobotula. Setoap microbotule memiliki elemen yang melekat padanya. Kedua sentriol biasanya dihadapkan pada sudut tegak lurus. Berikut ini adalah beberapa bagian bagian sel hewan dan fungsinya:
  • Membran sel

Membran sel adalah pembungkus luar yang terdiri dari protein (lipoprotein) dan lemak (lipid). Ini bagian dari sel berfungsi untuk memodifikasi mineral dan vitamin yang masuk dan keluar dari sel. 
Fungsi membran sel adalah:
  • Mengatur keluar masuk nutrisi dan mineral
  • Sebagai pembungkus / pelindung sel
  • Menerima rangsangan dari luar
  • Tempat berlangsungnya berbagai reaksi kimia
  • Sitoplasma

Ini adalah bagian sel dari cairan sel atau zat seperti gel. Sitoplasma memiliki dua birokrasi: Gel (cair) dan tingkat Sol Phase (kuat). Cairan khusus yang terkandung di dalam nukleus disebut sebagai nukleoplasma. Komponen sel hewan terdiri dari protein dan 90% air sehingga sitoplasma berperan sebagai pelarut. Jika perhatian rendah bisa padat dan lembut disebut gel. Sebaliknya, sementara konsentrasi airnya berlebihan maka akan mengencerkan yang dikenal sebagai sol.
Fungsi sitoplasma adalah:
  • Sebagai sumber bahan kimia sel
  • Tempat berlangsungnya metabolisme sel
  • Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma (RE) berubah menjadi bagian sel terbesar kedua setelah mitokondria. Karena dokumen RE merupakan rangkaian terowongan datar yang saling berhubungan yang sepertinya seperti benang internet. Retikulum endoplasma mencakup 2 macam, yaitu RE keras dan RE yang sangat baik. RE tangguh berfungsi untuk melestarikan protein yang terbentuk di dalam ribosom. Oleh karena itu RE kasar bisa diplester dengan menggunakan ribosom dan RE yang sangat baik tidak selalu menempel melalui ribosom. 
Fungsi retikulum endoplasma adalah:
  • Sebagai tempat untuk menyimpan fospolipid, steroid dan glikolipid
  • Sebagai tempat pengangkut sintesis, steroit dan lemak
  • Membantu detoksifikasi sel-sel berbahaya di dalam sel (REh)
  • Sebagai sintesis protein (Rek)
  • Mitokondria

Mitokondria adalah mesin bergerak. Bentuknya hampir mirip dengan cerutu dan memiliki lapisan membran berlekkok yang disebut kritas. Glukosa dan lukisan oksigen secara kolektif di dalam pembentukan kekuatan untuk metabolisme dan hobi sel dalam elemen sel agar mictokondria dijuluki The Power House karena dapat menghasilkan energi. Mitokondria dalam bentuk yang belum menikah disebut sebagai mitokondria. Mitokondrion dapat mengubah kekuatan kimia menjadi beberapa kekuatan lainnya.
Fungsi mitokondria:
  • Repirasi selular
  • Penghasil energi dalam bentuk ATP
  • Mikrofilamen

Mikrofilamen dibentuk dari protein, aktin dan miosin. Berbentuk seperti mikrotubulus namun diameter mikrofilamen lebih kecil dan lebih lembut. Mikrofilamen berperan dalam gerakan bergerak, eksositosis dan endositosis.
  • Peroxisom (Badan Mikro)

Peroksisom adalah kantung kecil yang mengandung enzim katalase. Fungsi menggambarkan sisa metabolisme berupa peroksida (H2O2) yang beracun terhadap air dan oksigen yang berbahaya bagi sel. Peroksisom tidak biasa di dalam ginjal dan sel hati.

Pembahasan kedua tentang bagian sel tumbuhan

Sel tumbuhan merupakan bagian terkecil dari organ tanaman manapun. Sel tumbuhan adalah penggerak tanaman itu sendiri. Sel tumbuhan cukup spesifik dari sel-sel organisme eukariotik yang berbeda. Kemampuan khusus ini meliputi:

Partisi sel terdiri dari selulosa dan protein, dalam banyak kasus lignin, dan disimpan melalui protoplasma di luar membran. Ini berbeda dengan dinding sel jamur, terbuat dari chitin, dan prokariotik, terbuat dari peptidoglikan.

Plasmodesmata, adalah pori yang menghubungkan dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berbicara dengan sel lain yang berdampingan. Ini tidak seperti jaringan hifa yang digunakan oleh jamur.

Secara mudah, pengertian sel adalah bagian dari makhluk hidup. Jadi sel tumbuhan adalah bagian dari tumbuhan. Berdasarkan teori-teori di atas suatu bentuk tentang fungsi sel-sel tumbuhan.
Fugsi sel tumbuhan itu antara lain adalah
  • sebagai penyusun tubuh tumbuhan
  • penggerak seluruh aktivitas dalam tubuh tumbuhan,
  • Hubungan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan,
  • sifat genetik pada tumbuhan, dan
  • hubungan dengan kemajuan tumbuhan
Dalam trendi, struktur sel tumbuhan dapat dibagi menjadi 3 elemen inti, sitoplasma, dan membran sel. Setiap elemen sel tumbuhan memiliki kemampuan yang berbeda. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang bagian sel tumbuhan.

Inti sel atau nukleus adalah organel sel yang berada pada sel eukariotik. Sel tanaman termasuk dalam institusi sel eukariotik. Di dalam inti sel mencakup banyak materi genetik dalam bentuk DNA (deoxyribonucleic acid). Dalam DNA tersimpan data genetik dalam bentuk polinukleotida.

Fungsi inti sel adalah memanipulasi semua hobi sel yang didasarkan sepenuhnya pada fakta genetik yang dibawa oleh DNA. Fakta genetik ini bisa diserahkan sampai ke generasi berikutnya. Jadi, dapat dipertimbangkan bahwa nukleus adalah organel yang paling penting dalam sel.

Bentuk nukleus sel tanaman terdiri dari membran nuklir, nukleoplasma, kromosom, dan nukleolus.
  • Membran Nukleus atau Membran Inti (Karioteka)

Jika dianggap menggunakan mikrospop elektron, membran nuklir terdiri dari 2 membran membran luar dan membran internal. Membran luar segera berhubungan dengan sitoplasma sehingga terpampang dengan ribosom.

Antara dua membran ada celah tipis yang disebut perinukleus atau daerah intermembran. Selain itu, membran nuklir juga memiliki pori-pori yang memungkinkan interaksi antara nukleoplasma (cairan di dalam nukleus) dan sitoplasma.

Fungsi membran nuklir adalah sebagai pintu yang menghubungkan nukleoplasma dan sitoplasma. Karena ada pori-pori pada membran inti. Pori ini memungkinkan molekul RNA di dalam nukleoplasma untuk keluar ke sitoplasma.
  • Nukleoplasma (Kariolimfa)

Nukleoplasma adalah cairan kental yang mengisi bagian dalam nukleus. Cairan ini tersusun dari asam nukleat (DNA dan RNA), protein, dan garam mineral. DNA dan RNA adalah perusahaan dari berbagai sifat genetik yang terdapat dalam nukleoplasma. Bila dua materi genetik tersebut menjadi bagian dari protein, hal itu jauh disebut sebagai nukleoprotein.

Fitur nukleoplasma adalah sebagai suspensi (cairan yang mengandung zat padat) untuk organel sel yang ada di dalam nukleus. Selain itu, nukleoplasma juga berfungsi untuk menahan bentuk nukleus dan sebagai media untuk mengangkut bahan yang diinginkan dengan menggunakan nukleus.
  • Chromatin dan kromosom

Chromatin sementara menggunakan mikroskop elektron terlihat seperti biji-bijian yang berserakan di nukleus. Bila pada metode clearance kromatin tidak terlihat, paling baik terlihat adanya kromosom benang. Istilah kormosome digunakan untuk mengekspos kromatin yang akan menjadi benang yang menyenangkan saat sel membelah.

Fitur chromatin adalah sebagai pembawa statistik genetik yang berguna untuk mengendalikan semua hobi sel. Hal ini disebabkan fakta bahwa kromatin terdiri dari DNA (16%), RNA (12%), dan nukleoprotein (tujuh puluh dua%). Sebelum pindah ke sitoplasma, catatan tentang DNA disalin dan membentuk RNA. Jadi RNA adalah salinan DNA dan berfungsi untuk menyalurkan informasi genetik.
  • Nucleolus (Anak Inti)

Nukleolus atau balita nuklir adalah organel sel yang berada di dalam nukleus dan lebih besar dari pada kromatin. Komposisi nuccololus biasanya terdiri dari DNA yang bagus.
Fungsi nukleolus adalah sebagai situs web untuk sintesis RNA. Dalam nukleolus informasi genetik yang dibawa dengan bantuan DNA dikeluarkan untuk menghasilkan rRNA. Molekul rRNA nantinya akan berfungsi sebagai organografer ribosom di dalam sitoplasma.

Tampilkan Komentar