Anatomi Batang dan akar

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   3/03/2018

Selamat pagi sahabat Andi Rezpati, pada postingan kali ini membahas mengenai "Anatomi Batang". Batang merupakan organ tumbuhan yang berfungsi menegakkan tubuh tumbuhan. Batang berfungsi pula menghubungkan bagian akar dan daun. Pada batang, terdapat tempat munculnya daun yang disebut buku (nodus). pada setiap buku, terspat daun yang berjumlah satu, dua atau lebih. Jarak antara buku yang satu dengan buku yang lain disebut internodus.


Batang tersusun atas jaringan epidermis, korteks batang dan silinder pusat (stele). Bagian batang sebelah luar dibatasi oleh selapis sel rapat yang memiliki bentuk yang khas, memiliki sel penjaga, idioblas dan berbagai tipe trikoma, pada tahun pertama, epidermis batang digantikan oleh lapisan gabus.

Korteks batang merupakan suatu daerah berbentuk silinder yang terbentuk di dalam epidermis dan silinder pusat. Korteks terdiri atas berbagai tipe sel yang merupakan jaringan parenkima berdinding tipis. Pada beberapa tumbuhan, parenkima batangnya berfungsi sebagai alat fotosintesis.


Susunan Anatomi Batang Dikotil

Anatomi batang tumbuhan dikotil terdiri atas kulit kayu, kayu dan empulur. Empulur sangat sulit ditemukan pada batang kayu yang sudah tua. Bagian terluar dari batang tumbuhan dikotil adalah kulit kayu yang terdiri atas jaringan epidermis, kambium gabus, korteks, dan floem. Felogen dapat ditemukan di bagian bawah epidermis.

Pada kulit batang, terdapat bagian yang tidak tertutupi oleh lapisan gabus. Bagian tersebut inamakan lentisel. lentisel berfungsi sebagai tempat terjadinya peristiwa penguapan dan pertukaran gas.

Selain jaringan epidermis dan gabus, pada batang dijumpai pula jaringan parenkima, kolenkima, sklerenkima, floem dan xilem. Berkas pembuluh floem letaknya berdampingan dengan pembuluh xilem. Diantara berkas pembuluh xilem, dan floem, terdapat kambium pembuluh (kambium vaskular). kambium pembuluh merupakan bagian yang memisahkan kulit kayu dengan kayu (Xilem). ikatan pembuluh yang terletak dinamakan ikatan kolateral. Tipe ikatan kolateral tertutup. pada ikatan kolateral terbuka terdapat Kambium diantara berkas pembuluh. Adapun ikatan kolateral tertutup tiak terdapat kambium diantara berkas pembuluh.

Batang dikotil memiliki struktur khas. Batang dikotil muda dan batang dikotil tua memiliki struktur yang sedikit berbeda. Kayu tersususn atas trakea. Trakea merupakan saluran-saluran yang terbentuk oleh sel-sel yang telah mati dan bagian ujung-ujungnya saling menyambung. Saluran tersebut berfungsi menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun. Pada kayu terdapat juga trakeid yang bentuk selnya memanjang, ujung-ujungnya runcing, dan ukurannya kecil daripada trakea. Trakeid berfungsi sebagai penyokong atau memperkuat batang.

Pembelahan sel kambium vaskular ke arah dalam memebentuk kulit kayu. Aktivitas pembentukan kayu lebih aktif daripada pembentukan kulit kayu. Aktivitas tersebut mengakibatkan bagian kayu lebih besar daripada kulit kayu. Hal inilah yang menyebabkan pada kulit kayu sering terjadi pengelupasan.

Pembentukan kayu oleh kambium pada musim hujan lebih aktif dan menghasilkan sel-sel yang lebih besar daripada musim kemarau. Akibatnya, timbul batas perbedaan pada kedua aktifitas pembentukan kayu, dinamakan lingkaran dalam. Dinegara yang memiliki 4 musim, stiap tahunnya akan didapatkan 4 batas lingkaran tahun.

Empulur adalah jaringan parinkima yang berfungsi menyimpan makanan cadangan. Empulur ditemukan pada batang yang muda. Empulur tidak ditemukan pada batang yang tua karena empulur semakin hilang sejalan dengan pertambahan diameter batang.


Susunan Anatomi batang Dikotil Tumbuhan Herba

Pada bagian laur tumbuhan herba, seperti tumbuhan kol, sosian, wortwl dan seldri terdapat jaringan epidermis. batang Tunbuhan herba tidak memiliki kambium gabus.

Anatomi batang dikotil tumbuhan herba tidak begitu berbeda dengan batang dikotil tumbuhan berkayu, baik struktur maupun fungsinya. Perbedaan yang jelas terdapat pada aktivitas kambium yang menyebabkan perbedaan jumlah floem dan xilem. Jumlah floem dan xilem yang dibentuk pada batang dikotil tumbuhan herba berjumlah lebih sedikit. bagian Korteks tersusun atas jaringan kolenkima yang berperan dalam fotosintesis dan sebagai pentimpan makanan cadangan.


Susunan Anatomi Batang Monokotil

Anatomi batang monokotil sangat berbeda dengan anatomi batang dikotil. Epidermis tanaman Monokotil memiliki dining sel yang tebal. Dibagian dalam epidermis batang monokotil, terspat jaringan tipis, yakni jaringan sklerenkima yang merupakan kulit batang. Jaringan skelerenkima berperan memperkuat dan melindungi batang monokotil.

Ikatan pembuluh menyebar pada seluruh batang monokotil tetapi yang paling banyak terdapat didaerah mendekati kulit batang. Ikatan pembuluh floem berdampingan dengan xilem dan dikelilingi oleh seludang sklerenkima.

Pada monokotil, tidak terdapat kambium sehingga pertumbuhan yang terjadi hanya memanjang. Pembesaran batang sangat terbatas. Hal ini disebabkan pembesaran batang terjadi melalui pembentukan rongga oksigen.

Berbeda dengan batang dikotil, anatomi atau struktur batang monokotil muda dan monokotil tua memiliki struktur yang persis sama.

Selanjutnya kita akan membahas mengenaiakar dikotil dan monokotil


Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan Dikotil


  • Epidermis (eksodermis akar tumbuhan dikotil) 
letak epidermis akar ini di bagian terluar akar. 
Fungsi Epidermis atau eksodermis akar tumbuhan dikotil = Jalan masuk air dan garam mineral.
  • Korteks akar tumbuhan dikotil 
letak korteks akar akar ini didaerah di sebelah dalam epidermis. 
Fungsi korteks akar tumbuhan dikotil = tempat menyimpan cadangan makanan.
  • Endodermis akar tumbuhan dikotil 
letak Endodermis akar ini dilapisan sebelah dalam korteks dan di luar perisikel. 
Fungsi Endodermis akar tumbuhan dikotil = Mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh. Menyimpan zat makanan.
  • Perisikel akar tumbuhan dikotil 
letak Perisikel akar ini disebelah dalam lapisan endodermis. 
Fungsi Perisikel akar tumbuhan dikotil = Membentuk cabang akar dan kambium gabus.
  • Xilem akar tumbuhan dikotil 
letak Perisikel akar ini dibagian tengah akar. 
Fungsi Xilem akar tumbuhan dikotil = Mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.
  • Floem akar tumbuhan dikotil 
letak Perisikel akar ini di antara jari-jari yang dibentuk oleh xilem.
Fungsi Perisikel akar tumbuhan dikotil = Mengangkut zat makanan yang dibuat daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan.
  • Empulur akar tumbuhan dikotil 
letak Perisikel akar ini dibagian tengah. Di antara bangunan bentuk bintang di dalam xilem.
Fungsi Perisikel akar tumbuhan dikotil = Menyimpan makanan cadangan.

Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil
  1. Jumlah kotiledon (daun lembaga) nya dua. 
  2. Bunga umumnya berjumlah 2, 4 dan 5 atau kelipatannya. 
  3. Bentuk tulang daunnya cenderung menjari atau menyirip. 
  4. Batang berkambium dan bercabang-cabang, mempunyai banyak dahan dan ranting. 
  5. Akarnya berupa akar tunggang dengan akar utama yang lebih besar dari akar sekunder. 
  6. Bagian tudung akarnya atau kaliptrogen tidak dilengkapi dengan tudung akar. 
  7. Pada organ akarnya terdapat kambium karena salah satu fungsi akar pada tumbuhan dikotil adalah untuk menyimpan makanan. 
  8. Berkas pengangkut pada batang pembuluh kayu dan pembuluh tapis letaknya teratur. 


  • Epiblema 
Epiblema adalah bagian yang meliputi paling luar dari akar yang dibentuk oleh satu lapisan yang diatur kompak, sel parenkim yang seperti gentong. Sel-sel memiliki karakteristik berdinding tipis karena mereka terlibat dalam penyerapan air. Sebuah kutikula dan stomata tidak hadir. Beberapa sel epiblema diproduksi kedalam proyeksi uniseluler panjang yang disebut rambut akar. Oleh karena itu, epiblema juga dikenal sebagai lapisan piliferous.

  • Korteks 
Korteks merupakan komponen utama dari jaringan dasar akar. Hal ini diwakili oleh beberapa lapisan sel parenkim yang diatur longgar. Ruang antar yang menonjol. Korteks terutama dimaksudkan untuk penyimpanan air. Sel-sel juga memungkinkan pergerakan bebas air ke dalam pembuluh xilem.
  • Endodermis 
Ini adalah lapisan paling dalam dari korteks dibentuk oleh sel-sel seperti gentong yang diatur kompak. Beberapa sel dalam endodermis yang berdinding tipis dan dikenal sebagai sel-sel passage. Sel-sel passage memungkinkan air untuk masuk ke dalam pembuluh xilem. Sel-sel lainnya pada endodermis yang ditandai dengan adanya penebalan pada dinding radial mereka. Pengentalan ini dikenal sebagai bahan perekat casparian. Mereka dibentuk oleh pengendapan zat lilin yang disebut suberin. Perekat casparian memainkan peran penting dalam menciptakan dan memelihara kekuatan fisik yang disebut tekanan akar.
  • Stele 
Stele adalah silinder pusat akar terdiri dari perisikel, jaringan penghubung, empulur dan ikatan pembuluh.
  • Perisikel 
Perisikel adalah meliputi paling luar dari stele diwakili oleh satu lapisan sel-sel parenkim.
  • Jaringan penghubung 
Hal ini diwakili oleh sel-sel parenkim yang diatur longgar ditemukan di antara ikatan pembuluh. Sel-sel khusus untuk penyimpanan air.
  • Empulur 
Empulur adalah wilayah terdalam dari akar yang mewakili poros tengah. Hal ini terdiri dari beberapa sel parenkim yang diatur longgar.
  • Ikatan pembuluh 
Ikatan pembuluh diatur dalam arah radial. Ada delapan bundel masing-masing xilem dan floem. Oleh karena itu, kondisi ini digambarkan sebagai polyarch. Xilem digambarkan sebagai exarch.

  1. Adanya jaringan penghubung. 
  2. Adanya rambut akar uniseluler. 
  3. Adanya empulur yang berbeda 
  4. Tidak adanya kutikula dan stomata. 
  5. Adanya sel parenkim yang disebut perisikel. 
  6. Adanya sel berdinding tipis yang disebut epiblema. 
  7. Adanya sel bagian dan pengental/perekat casparian dalam endodermis. 
  8. Adanya ikatan pembuluh radial dengan kondisi xilem polyarch dan exarch.

    Tampilkan Komentar