Pernafasan Manusia

Oleh:   Ahmad Andi Andriansah Ahmad Andi Andriansah   |   4/11/2018
Apa kabar sahabat andi rezpati, pada pembahasn kali saya membahas mengenai alat pernapasan manusia beserta fungsinya, pembahsan ini meliputi proses pernafasan manusia dan sintem pernafasan manusia. Bernafas adalah proses pertukaran gas antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Gas yang kita tukar tersebut adalah gas oksigen dan karbon dioksida. Proses oksidasi bertujuan untuk menghasilkan energi, energi yang dihasilkan digunakan untuk aktivitas hidup, misalnya pertumbuhan, mempertahankan suhu tubuh, pembakaran sel-sel tubuh, dan kontraksi otot. 

Pernapasan pada manusia terjadi secara tidak langsung, artinya gas tidak berdifusi langsung melalui seluruh permukaan kulit, akan tetapi melalui saluran pernapasan. Pernapasan tidak langsung tersebut terdiri atas tiga tahap, yaitu:
  1. Pernapasan eksternal, yaitu disfusi gas dari atmosfer ke aliran darah.
  2. Pernapasan internal, yaitu pertukaran gas dari aliran darah ke sel tubuh.
  3. Pernapasan selular, yaitu pernapasan yang berlangsung di mitokondria yang menghasilkan energi, zat sisa karbon dioksida, dan uap air.

  • Proses Pernapasan

Pada saat kita menarik napas, udara masuk melalui rongga hidung dilanjutkan ke saluran pernapasan yang lain dan akhirnya sampai di paru-paru, tepatnya di dalam alvelous. Oksigen yang terdapat di dalam alvelous berfungsi menembus dinding alvelous.
  • Mekanisme Pernapasan

Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.

Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi), maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernpasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
  • Pernapasan dada

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk, sehingga rongga dada mengembang. Pengembangan rongga dada menyebabkan volume paru-paru juga mengembang. Akibatnya, tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar, sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang diikuti oleh turunnya tulang rusuk, sehingga rongga dada mengecil. Hal ini menyebabkan volume paru-paru juga mengecil sehingga tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar. Akibatnya, udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

  • Pernapasan perut

Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.

Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua fese sebagai berikut.

Fase ekspirasi. Fase ekspirasi merupakan fase relaksasi otot diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru lebih besar daripada tekanan udara luar. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru.
Fase inspirasi. Pada fase ini otot diafragma berkontraksi, sehingga mengembang, paru-paru ikut mengembang. Akibatnya, rongga dada membesar dan tekanan udara di dalam paru-paru lebih kecil daripada tekanan udara luar sehingga udara luar dapat masuk ke dalam.
  • Kapasitas Paru-paru

  1. Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru menampung udara pernapasan. Kapasitas paru-paru dapat diuraikan sebagai berikut.
  2. Udara tidal, yaitu udara yang masuk paru-paru pada saat pernapasan biasa. Jumlah volume udaranya sebesar 500 mL.
  3. Udara komplementer, yaitu udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
  4. Udara suplementer, yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan setelah melakukan ekspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
  5. Kapasitas vital paru-paru, yaitu kemampuan paru-paru untuk melakukan respirasi sekuat-kuatnya atau merupakan jumlah udara tidal, udara komplementer, dan udara suplementer. Jadi besarnya volume kapasitar vital paru-paru kurang lebih 4 liter.
  6. Udara residu, yaitu udara yang masih terdapat di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi sekuat-kuatnya. Jumlahnya kurang lebih 500 mL.
  7. Kapasitas total paru-paru, yaitu seluruh udara yang dapat ditampung oleh paru-paru.

Alat Pernapasan

Alat-alat pernapasan pada manusia terdiri atas rongga hidung, pangkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), dan paru-paru (pulmo). Berikut penjelasannya mengenai alat pernapasan pada manusia:
  • Rongga Hidung

Rongga hidung merupakan alat pernapasan yang paling luar. Di dalamnya terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir.
  • Pangkal Tenggorok
Panggal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorong dilengkapi dengan katup tenggorok yang disebut epiglotis. Katup tersebut berfungsi untuk menutup saluran napas pada saat menelan makanan. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada saat kita berbicara.
  • Batang Tenggorok
Batang tenggorok (trakea) merupakan saluran pernapasan berbentuk pipa yang disusun oleh cincin-cincin tulang rawan. Letaknya di depan kerongkongan. Pada bagian dalam dinding batang tenggorok dilapisi oleh selaput lendir yang mempunyai sel-sel rambut getar, fungsinya untuk mengeluarkan kotoran yang akan keluar bersama dengan udara pernapasan.

Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Masing-masing cabang tenggorok menuju ke paru-paru. Cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil (bronkiolus). Pada ujung bronkiolus terdapat gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alvelous).
  • Paru-paru
Paru-paru merupakan pusat pernapasan yang berfungsi sebagai pemompa udara. Paru-paru terdiri atas dua bagian, kanan dan kiri, yang terletak di dalam rongga dada. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan paru-paru kiri.
  • Paru-paru kanan terdiri dari 3 gelambir (lobus), yaitu gelambir atas, gelambir tengah, dan gelambir bawah.
  • Paru-paru kiri terdiri atas 2 gelambir, yaitu gelambir atas dan bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput yang disebut pleura.
Demikian pembahasan mengenai sistem pernafasan manusia, semoga pembahasan kali ini bisa bermanfaat buat sahabat andi rezpati, dan jangan lupa bagikan artikel ini buat teman atau keluarga kalian yang masih bersekolah.

Tampilkan Komentar